
" Tidak papa bu ... Asal kita sehat hari ini nanti bisa mencari lagi" kata pria tua itu membuat azella terharu,hingga azella teringat masa-masa kecilnya di panti asuhan, saat ia berbagi makanan dengan adik-adik asuhnya.
Ia juga mulai mengingat masa lalunya yang dekat dengan Tuhan.
" Selama kita masih bernafas, Allah selalu menjamin hidup kita" pria itu kembali membuat hati azella bergetar, hingga azella menjatuhkan tubuhnya didekat wanita tua itu.
" Kenapa nak?"tanya wanita tua itu terkejut.
" Saya ... Saaaaaya ... " azella tidak melanjutkan kata-katanya.
" Saya akan mengantar kalian pulang ,dimana alamat rumah kalian?"tanya azella lirih.
" gadis cantik, rumah kami luas ... Dan kami tidak perlu diantar " jawab wanita itu kemudian menyentuh wajah azella yang sangat bersih dan halus dengan tangan wanita tua yang terlihat kasar dan keriput itu.
" Ya Tuhan , ampuni sayaaaaaa" teriak azella dalam hati.
Dan tak lama kemudian setelah mendengar suara adzan, azella dan nathan melihat kedua pasangan tua itu pergi ke masjid besar yang ada diseberang taman kota, dengan penuh kesabaran dan jalan sempoyongan pria tua itu berjalan seraya menggandeng tangan istrinya
" Kamu mau kemana ?"tanya nathan
" Saya mau membeli makanan untuk mereka mas" jawab azella kemudian bergegas ke warung yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Sementara azella menunggu kedua pasangan tua itu keluar dari masjid, nathan terlihat setia duduk di dalam mobilnya sambil mengamati azella dari kejauhan.
***
Azella tampak terlihat sangat tulus menyuapi pria tua dan wanita tua itu, azella juga terlihat tidur dipangkuan wanita tua itu sambil menangis.
" kenapa kamu menangis gadis ayu?"tanya wanita itu sembari membelai rambut azella yang sedang menyandarkan kepalanya di pangkuannya.
" Apakah kakek dan nenek tidak kedinginan?"atau kepanasan ?"tanya azella lagi.
" tidak , karena sudah sewajarnya manusia itu merasa dingin saat tidak memakai selimut di malam hati, dan merasa panas dibawah terik matahari, akan tetapi jika hati kita ikhlas ... Dan bersyukur ... Semua tidak ada bedanya nak" sahut pria tua itu membuat azella menangis.
Tak lama kemudian berdiri sosok nathan dan beberapa bodyguardnya.
" kamu bisa membawa mereka tinggal didekat kamu, kebetulan didepan rumah kamu ... Adalah rumah saya" kata nathan seakan menawarkan kebaikan.
Akan tetapi kedua orang tua itu menolak, mereka justru memberi hadiah sebuah tasbih untuk azella sebelum pamit pergi.
" percayalah ... Allah selalu ada untuk kita, dan saat kamu merasa buntu ... hanya pada Allah Lah kita berserah " wanita tua itu memberikan nasehatnya pada azella sebelum pergi.
***
Setelah kedua orang tua itu pergi azella masih tetap duduk didepan masjid.
Ia tiba-tiba rindu dengan ibu widya dan adik-adiknya di panti asuhan, ia ingin kembali menjadi gadis sederhana, yang taat terhadap perintah agama, dan tidak menghalalkan segala cara.
Akan tetapi semua sudah terlambat bagi azella, kini didepan matanya juga telah terlihat jelas ,bahwa ia juga berjumpa dengan wanita yang seharusnya mengasuhnya sedari kecil, akan tetapi apa ... Ibu sofia justru meninggalkan azella bersama ayahnya.
Hingga azella ikut dengan ibu tirinya setelah ayahnya meninggal.
Dan setelah ibu tiri azella menikah lagi, azella disiksa oleh ayah tirinya ,hingga ia dibawah ke panti asuhan oleh ibu tirinya.
***
" Sudah malam " nathan mengagetkan azella.
" Mas nathan pulang dulu ... Saya masih mau disini" azella meminta nathan untuk pergi.
" apa saya perlu menelfon pacar kamu, dan menjemput kamu?"tanya nathan menyelidik
" Tidak perlu " azella menggelengkan kepalanya.
" jodi ... Bawa anak buah kamu pulang dulu, saya masih ada perlu dengan azella"kata nathan memberi perintah pada asistennya.
Pukul 19.00 malam ,azella merasa kakinya keram saat akan berdiri, hingga ia tidak sengaja jatuh dalam pelukan nathan yang sedang sibuk menerima telfon dari tuan Ariel.
" Maksud tuan Ariel apa?"tanya nathan
" Tuan nathan ,jika tidak keberatan ... Kita bisa bertukar berlian, saya akan menukar putri saya untuk menjadi istri tuan nathan, dan sebagai imbalannya,berikan azella untuk saya" jawab Ariel yang tanpa disengaja terdengar oleh azella.
" Boleh ... Bisa kita atur,lagi pula azella itu tidak begitu menarik untuk saya ... Dan mungkin saya akan pikirkan tawaran tuan Ariel tentang menjadikan reina istri saya" kata nathan membuat azella kembali sadar bahwa ia harus tetap pada misi balas dendamnya.
***
Malam ini azella datang dengan memakai baju seksinya dan didampingi netra seorang.
Azella sangat terkejut, saat melihat wanita bernama ibu sofia itu tengah diciumi seorang laki-laki ditepi kolam renang.
" itu ...." azella tampak terkejut.
" Azella sayang !!! Jangan kaget ... Memang seharusnya ... Dia harus begitu" kata tuan Ariel yang seakan tidak cemburu sedikitpun.
" taaaapiiii " azella segera berhenti bicara karena netra memberikan isyarat untuk diam.
Ia juga melihat sosok reina yang terlihat cemberut atas kehadirannya, dan kini ia tampak berdiri disamping nathan dengan baju yang sama seksinya.
" Seperti kesepakatan kita" kata tuan Ariel.
Nathan hanya tersenyum, akan tetapi saat tuan Ariel hendak menarik tangan azella.
Nathan sedikit menggoda tuan Ariel dengan memberikan segelas birnya.
" Akan lebih seru kalau kita minum dulu" kata nathan pada pria yang umurnya sebanding dengan kakaknya.
" boleh juga " kata tuan Ariel.
Dan setelah musik mengalun sangat kencang, nathan terlihat mulai meninggalkan azella bersama tuan Ariel, netra pun tidak tahu kemana.
Azella kini tidak sengaja melihat ibu sofia yang sedang menangis, saat melihat dirinya dekat dengan tuan Ariel.
Dari seberang nathan juga terlihat menikmati berdansa dengan reina, yang awalnya terlihat malu-malu.
" Baiklah ..." batin azella kemudian ia tanpa ragu segera mendekatkan dirinya ,hingga kini azella tepat berada didepan tuan Ariel yang hampir mabuk berat.
" dengan sekali tepuk, ada dua nyamuk yang terperangkap" batin azella ,yang ingin melihat ibu kandungnya dan nathan menyaksikan adegan gilanya bersama ayah dari teman duetnya.
Azella membelai wajah tuan Ariel dengan lembut, pria dewasa itu hampir mencium azella,bahkan kini putrinya ataupun istrinya tidak bisa menghentikan tindakan tuan erel yang hampir menarik tali gaun malam azella.
" Azella ... kenapa kamu tidak menghindar " maki nathan dalam hati.
" lihat ... Dia itu gadis tidak waras, kalau saja ... Bisa saya akan menjambak rambutnya dan memukuli wajahnya" kata reina geram.
( brug ) tuan Ariel tampak mendorong azella keranjang kehormatannya, dan ia mulai melepas seluruh bajunya.
Dan (dug) tanpa disadari nathan sudah berdiri kokoh dibelakang tuan Ariel, dan nathan memukul bahu tuan Ariel tanpa membuat semua orang curiga.
" kaaaamu, dasar wanita murahan ,bukannya menghindar ... Malah mau langsung saja dilecehkan " kata nathan kemudian membawa azella pergi lewat pintu belakang.
Azella tersenyum sambil sedikit memperbaiki riasan wajahnya didalam mobil nathan.
" Apa kamu memang mantap menjadi wanita panggilan ? Haaaaah?"teriak nathan membuat azella terkejut.
" bukankah anda yang dulu mengawalinya, anda yang membuat saya seperti ini, anda yang membuaaaaat sayaaaaaa " azella membentak nathan.
" Turunkan saya" teriak azella
" tidaaaak " nathan menolak.
" baik ... Saya akan lompat" kata azella kemudian membuka pintu mobil nathan dan melompat keluar ,hingga ia jatuh kejalan, beruntung kepalanya tidak menabrak aspal, hanya lengannya dan bahunya terluka.
" Dasar wanita bodoh " teriak nathan kemudian menolong azella.
Nathan mendapat telfon kalau anggara sedang berada dirumah azella bersama dengan beberapa temannya, hingga membuat nathan memutuskan untuk membawa azella kerumahnya.
" Kamu bawa saya kemana ?"tanya azella seraya menahan kesakitan.
" malam ini juga ... Saya akan bawa kamu keranjang saya" jawab nathan terlihat serius.
Dan tidak lama kemudian azella melihat nathan memasukkan mobilnya di parkiran gedung tinggi.
" Griya Nathan " Azella membaca tulisan itu dengan jelas.
" Tuuuuan" jodi sudah menunggu nathan, dan jodi sangat terkejut saat melihat azella bersama dengan nathan.
" parkir mobil saya , dan siapapun yang mencari saya,bilang saya keluar kota" kata nathan kemudian membopong azella masuk kedalam rumahnya.