Balas Dendam Azella

Balas Dendam Azella
Pecah perawan


Hari ini azella terlihat sangat sedih, hingga ia memutuskan untuk mabuk di club malam yang belum ia datangi, ia terlihat sangat hancur bahkan ia mematikan ponselnya agar tidak ada yang mengganggunya malam itu.


Ditempat yang sama nathan sedang bertransaksi bisnis gelapnya dengan para petinggi yang ingin membeli senjata tajam.


Azella yang melihat nathan menukar sebuah senjata tajam dengan koper berisi uang segera menghampiri nathan yang sedang duduk sembari memangku seorang wanita muda dipahanya.


" Dasar bajingan ..." teriak azella sembari melempar air digelasnya hingga membuat baju nathan basah.


Untung saja lampu diclub itu sangat gelap, sehingga orang tidak tahu bahwa yang sedang berteriak itu adalah sang diva.


Dari cara bicaranya, nathan sudah mengetahui kalau itu adalah azella, ia segera bangkit dan menyeret azella keluar dari club itu menuju parkiran.


" lepas .... Lepas ...,kamu ingin menjebak saya ... iya " teriak azella sambil melepas sepatu kacanya, dan ia gunakan untuk memukul bahu kekar nathan, akan tetapi nathan tidak goyah sama sekali.


" kita selesaikan semuanya di rumah " kata nathan kemudian menggendong azella untuk masuk kedalam mobil jeep sprotnya.


***


(Cekleeeek) nathan membuka pintu rumah besar yang berada di tepi pantai.


Disini azella tidak menemukan satu orangpun yang menjaga rumah itu, ia hanya melihat rumah itu sangat cantik dekorasinya, bahkan kini ia bisa melihat dicermin yang berdiri kokoh diruang tamu, bahwa nathan sedang mencumbunya.


Ia juga tidak bisa menahan dirinya lagi, apalagi ia sedang terkena pengaruh alkohol.


" Aku pusing " keluh azella


" kita kemar ..." bisik nathan sembari merangkul azella menaiki anak tangga menuju kamar utama, dimana dikamar itu juga sangat besar dan mengarah kepantai.


" Jadi ... tuan yang menjebak saya ?"tanya azella lagi


" saya tidak menjebak kamu, saya hanya ingin kamu tahu ... Bahwa cinta anggara itu palsu buat kamu " jawab nathan membuat azella tersenyum.


" jadi menurut tuan, nafsu tuan yang benar ?" azella membuat nathan tersenyum, ia mengambil sebotol anggur dan meneguknya.


" Semua akan benar ... Jika kamu mengijinkan saya untuk memiliki kamu seutuhnya" nathan mulai mengeluarkan jurus rayuannya.


Ia melepas stelan jasnya, dan hanya memakai kemeja hitam.


" Meski usia kita beda jauh ... Saya rasa ... Kamu termasuk gadis kuat yang bisa mengimbangi saya " kata nathan seraya mendekatkan diri pada azella yang sudah sempoyongan.


" Tuan mau memanfaatkam kondisi saya ?"tanya azella lagi


" tidak ... Saya hanya ingin bermain ,jika sama-sama suka " bisik nathan membuat azella merasa terguncang.


" uuuuuueeeek " azella mulai muntah, dan sebelum ia berhasil memuntahkannya, nathan membawanya kekamar mandi yang memiliki dekorasi sangat cantik.


" Jadi bagaimana ? Sayang ? " bisik nathan sembari melingkarkan tangannya dipinggang azella.


" Apakah saya bisa memenangkan cinta kamu ?" tanya nathan seraya menciumi azella.


" Saaaaaya..." azella tidak bisa menghindar.


Ia justru terlihat menangis mengingat penghianatan yang dilakukan anggara, ia menatapa nathan yang tak lain adalah pria yang begitu dia benci, bahkan ia akan membalas dendam dengan wajah barunya itu.


" Apa aku ... Punya anak dari nathan saja ..." batin azella yang terlihat putus asa


" ah ... Jangan, jika nathan tahu saya adalah maura ... Sudah pasti dia akan meninggalkan saya ..." batin azella mencoba tetap sadar.


" Jika tadi anak buah saya terlambat 5 menit saja ... Maka saya yakin anggara sudah membawa kamu kepenjara " kata nathan sembari menatap kearah bibir azella yang sangat membuatnya kecanduan untuk selalu menciumi azella.


" Tapi ... " azella tidak bisa melanjutkan bicaranya, nathan tidak memberikan kesempatan azella untuk protes.


" Nikmatilah ... Sayang ... Saya janji ... Apapun motif kamu mendekati saya, malam ini ... Biarkan saya menyembuhkan sakit hati kamu " bisik nathan membuat azella merasa terpancing untuk membalas ciuman nathan.


Dan benar saja, azella kini justru menikmati ciuman yang dilakukan oleh nathan, ia mulai percaya diri untuk membuka beberap kancing baju milik nathan.


" Saya sudah menduda selama 10 tahun setelah bercerai dari maminya mely " kata nathan kemudian menuntun azella kembali keranjangnya.


" Lalu ..." azella mencoba bertanya.


" tapi bukankah ... tuan ..." azella mencoba menghirup nafas panjang-panjang.


" panggil saya ... Paman nathan azella, karena saya adalah paman dari calon suami kamu" bisik nathan seakan menggoda azella untuk mengikuti imajinasinya.


"Paman ... Bagaimana kalau om nathaaaaan " azeela mulai terpancing


" Bolehe juga sayang ..." nathan kembali memberikam sentuhan indah untuk azella ,dan kini azella juga mulai bersiap menyerahkan mahkotanya kepada pria yang paling dibencinya.


Ia merasa detak jantungnya berdebar kencang, dan aliran darahnya serasa begitu cepat.


" Saaaayang .... " nathan melihat azella memejamkan matanya.


" kamu kenapa?"tanya nathan.


" Sepertinyaaaa ... Saya sedang berhalangan " jawab azella mencoba untuk mencari alasan, karena ia sadar bahwa tindakannya adalah salah, ia tidak ingin semakin terjerumus dosa.


" Ya sudah tidur saja ..."nathan terlihat mulai luluh terhadap azella.


Ia menidurkan kepala azella di dadanya, dan mereka memejamkan mata sembari mengatur nafas yang terengah-engah.


***


Disisi lain anggara sangat cemas, ia mendapat kabar bahwa azella tidak ada didalam club yang dia datangi, wella meminta anggara untuk mencari azella.


Apalagi tadi seseorang melihat azella dibawa pergi pria asing saat azella mabuk.


" coba periksa kamera cctv pak " pinta anggara yang malam itu langsung ketempat azella menghilang.


" Sepertinya gambar ini tidak jelas, bahkan plat mobilnya juga tidak ada pak " keluh petugas cctv membuat anggara sedikit kerepotan.


Keesokan harinya, nathan tersenyum saat melihat azella tertidur pulas dalam dekapannya, ia menerima pesan dari jodi asisten pribadinya,yang membuat nathan mendadak pucat.


" Tuan ... Saya mendapat info dari anak-anak diluar negeri, bahwa azella itu tidak memakai wajah aslinya, melainkan netra mengoperasi wajah seorang gadis yang memiliki luka bakar di wajahnya, yang tidak lain adalah maura ... putri asuh dari wanita pemilik panti asuhan permata jingga " sesaat wajah nathan berubah menjadi pucat.


" Tuan nathan harus hati-hati, bisa jadi azella sedang berusaha mendekati tuan untuk membalas dendam pada keluarga tuan " sambung jodi lewat pesan singkatnya.


Nathan segera memindahkan kepala azella kebantal disampingnya dengan hati-hati.


Ia membuka ponsel azella yang memakai sebuah sandi.


Dan dengan cepat nathan menemukan kata kunci dari ponsel azella yang memakai nama panti asuhan " permata Jingga".


Nathan mencoba mencari tahu tentang azella, lewat ponsel pribadi azella , sampai pada akhirnya ia menemukan sebuah foto gadis buruk rupa yang dulu hampir ia nodai.


Namun kini gadis buruk itu, tengah tertidur pulas didalam kamarnya,dan berada dekat dengan dirinya.


" Hallo jodi ... Jangan biarkan orang lain tahu tentang masa lalu azella, termasuk papi ... " kata nathan kemudian pura-pura tidur, saat melihat azella bergerak.


Azella memeluk nathan sangat erat dan itu membuat nathan merasa hambar, ia yang biasanya begitu tidak bisa menahan hasratnya saat berada didekat azella,kini ia tampak canggung.


" Om ... Nathan sudah bangun ?"tanya azella sembari membuka kedua matanya,dan melihat nathan yang tersenyum kearahnya.


" Kamu istirahat disini saja ... Saya ada kerjaan dikantor " jawab nathan sembari bangkit dari tidurnya.


Melihat tingkah nathan yang mulai aneh, azella segera sadar, bahwa nathan pasti sudah mengetahui identitas azella yang sebenarnya.


Akan tetapi agar membuat nathan tidak curiga, azella melakukan triknya seperti biasa.


Ia memeluk nathan dengan sangat erat, dan menatap kedua bola mata nathan yang berubah menjadi dingin.


" Saya bilang ... Saya ada kerjaan " kata nathan menolak.


" jadi apa yang dibilang netra itu benar, bahwa om hanya memanfaatkan saya ...untuk menjadi budak birahi om saja ..." teriak azella sembari berdiri menjauh dari nathan.


" Saya menyesal,sudah berharaup lebih tentang om nathan " kata azella kemudian pura-pura berlari kekamar mandi.