Balas Dendam Azella

Balas Dendam Azella
Perasaan Cinta


" Kenapa tiba-tiba mati lampu ..." teriak tuan darmawan sembari merogoh ponselnya, dan saat orang-orang sibuk mengambil ponselnya, tiba-tiba azella merasa ada yang menarik tangannya.


Dan benar saja, kini ia sudah berada dilantai atas, dimana disebuah kamar yang sangat tidak asing baginya.


" Kenapa ?" tanya nathan membuat azella segera tersadar, bahwa seseorang yang membawanya ketempat itu adalah nathan.


" Tooooolonggg" teriak azella akan tetapi nathan segera membungkam mulut azella ,dan ia menelfon jodi untuk menyiapkan mobil untuknya.


Nathan berhasil menculik azella saat semua orang sedang lengah karena mati lampu, sementara jodi pura-pura memperbaiki kabel listrik yang tadinya sengaja dipotong.


Nathan mengikat tangan azella dengan dasi miliknya, dan sambil mengemudi nathan mengambil ponsel milik azella dan mengirim pesan untuk anggara, yang menunjukkan bahwa azella ada keerluan mendadak.


***


( Srrrrrrret ) Nathan mengerem mobilnya secara mendadak saat ia tepat berada di griya mami liza.


" Kenapa anda membawa saya kesini " pertanyaan yang dilontarkan azella membuat nathan tersenyum.


" bukankah ... Tadi kamu begitu menikmati saat berdansa dengan anggara, maka dari itu ... Karena kamu berhutang kepada saya ... Malam ini saya akan meminta kamu melayani tamu saya " sungguh jawaban nathan membuat azella terkejut, ja berusaha memberontak dan melepaskan ikatan ditangannya.


Akan tetapi apalah daya, azella bukanlah gadis yang kuat ,ia tidak mempunyai ilmu bela diri ataupun tenaga yang bisa digunakan untuk sedikit melawan Nathan.


***


" Tuan nathan " sapa mami liza


" Segera ganti baju gadis ini dengan yang lebih terbuka, dan setelah siap ... Antarkan pada tamu vip kita di kamar 305 " kata nathan murka.


Azella tidak langsung pasrah begitu saja, ia masih berusaha memberontak ,akan tetapi tetap saja gagal , sampai pada akhirnya ketika waktu menunjukkan pukul 22.00 azella telah siap dengan baju yang berbahan tipis dan sangat sexy.


" Tuan ... Gadisnya sudah siap " kata mami liza sambil membawa azella disampingnya.


Dalam kamar nomor 305 itu, suasana berubah menjadi sangat hening dan sangat panas.


" Wow ... Ini adalah nikmat " kata seorang pria paruh baya yang lebih pantas dipanggil bapak.


" silahkan menikmati hidangan anda tuan roy" nathan menarik tangan azella dan kemudian melempar azella keranjang.


Nathan pergi dengan perasaan campur aduk, ia senang karena akan menghancurkan azella , dan ia juga merasa diuntungkan apabila azella bisa melayani pria tua itu dengan baik.


Namun nathan juga mulai merasakan hatinya sedikit terluka, saat melihat air mata azella mengalir dari bilik matanya yang sangat sayu.


Tak lama kemudian saat nathan kembali kekmarnya dan melepas jasnya, ia mendengar mami liza dan tuan roy berteriak memanggil nama azella didepan kamarnya.


" berhenti azella ... Berhenti ..." teriak mami liza membuat nathan segera keluar dari kamarnya, dan ia melihat dengan jelas, azella berlari menuju lantai bawah.


" biar saya yang kejar" nathan meminta mami liza untuk menenangkan tamu vipnya.


Setelah itu nathan dibantu beberapa anak buahnya mengejar azella yang berlari dijalanan tanpa memakai alas kaki.


" berhentiiiiiii" teriak nathan kemudian melepaskan sebuah tembakan keangkasa.


( duuuuuuar) membuat azella terkejut dan mendadak berhenti didekat jurang.


" Mau kemana kamu ... Disana itu jurang, dan jika kamu masih ingin melihta keluarga kamu ... Maka kembalilah dan kerjakan apa yang saya perintahkan" kata nathan membuat azella tersenyum.


" lebih baik saya melompat kejurang ...dari pada saya harus menjual kehormatan saya pada pria tua" caci azella, dan nathan tertawa seraya mendekat kearah azella.


" kehormatan ... Bukankah kamu sudah ternoda ... Bahkan kamu sangat kotor" ledek nathan seraya mencoba menangkap azella.


" Bisa dibilang begitu, tapi asal anda tahu tuan nathan ... Saya tidak serendah yang anda bayangkan" azella memundurkan langkahnya, hingga ia hampir saja terperosok dan melihat hal itu nathan segera menangkap tangan azella, yang justru membuat mereka terjatuh bersama kedalam jurang.


" Aaaaaaaaaah ....." azella berteriak saat melihat ia melihat dahan kayu yang hendak mengenai tubuh nathan ,yang juga jatuh berguling bersamanya.


" Ahwwwwww ... Sakit" azella mengeluh kesakitan, dan setelah mereka sampai dibidang tanah yang landai.


Nathan terkejut saat melihaf azella yang masih berusaha untuk menyelamatkannya , bahkan kini punggung azella terluka.


Nathan melihat badan azella sangat kotor,bahkan dipundak azella keluar darah.


" Azella " nathan terlihat panik.


" punggung saya sakit" keluh azella pelan, wajahnya mulai sedikit pucat.


" betahanlah ... Saya akan mencabut patahan ranting itu " kata nathan seraya merogoh sapu tangannya disaku celananya, nathan meminta azella untuk menahan rasa sakitnya.


" kebetulan saya selalu membawa obat penawar luka" kata nathan seraya mengeluarkan serbuk ajaibnya.


" lakukan apapun yang anda bisa lakukan " azella terlihat pasrah.


" Kamu harus menahannya, ini sakit" kata nathan kemudian mencabut patahan ranting dipundak azella.


" ahwwwww ...." azella merasakan sakit yang luar biasa, ia tidak sadar bila tangannya sedang mencengkeram kasar lengan baju nathan.


" Kamu bisa mencengkeram bahu saya ,untuk sedikit mengalihkan rasa sakit kamu" kata nathan memberikan ijin untuk azella.


Dan setelah nathan berhasil mencabut patahan itu, ia segera menghentikan darah dipunggung azella dengan serbuk ajaibnya.


" Ahwwwww ....sakit" azella memekik kesakitan, akan tetapi kali ini deru nafasnya terlihat jelas ditelinga nathan, bahkan azella bukan berpegang pada bahu nathan, melainkan ia memeluk nathan dengan erat sambil mencakar punggung nathan, dimana perlakuan azella berhasil membangkitkan gairah nathan.


" Sedikit lagi " nathan menekan bulir-bulir serbuk ajaibnya diarea luka azella,dimana azella kini tengah terlihat lemas, akan tetapi bibir tipisnya tengah memyentuh leher nathan.


" Saya pusing " keluh azella kemudian pinsan.


Nathan segera melepas kemejanya dan ia kenakan untuk menutupi tubub azella.


Nathan segera bangkit dan berjalan kembali keatas, dimana ia berhasil bertemu dengan beberapa bodyguardnya yang sedang mencarinya, dan dengan cepat nathan membawa azella kembali kegriya miliknya.


***


" Ambilkan kotak obat, dan saya mohon ... Jangan bilang tuan roy, kalau azella sudah ditemukan " nathan memberikan intruksi untuk mami liza.


" siap tuan ... , tapi apa azella tidak dipindah kekamar yang lain saja ?"tanya mami liza.


" tidak perlu ... Biar saya yang merawatnya" jawab nathan.


Dan setelah mengompres kepala azella dan menyelimuti tubuh azella dengan selimut tebal miliknya, nathan segera masuk kekamar mandi dan ia mulai teringat bagaimana azella menyelamatkannya tanpa pamrih.


Setelah memakai piyamanya, dan pelayannya juga sudah mengganti azella dengan gaun tidur yang sangat imut, nathan menghampiri azella yang mulai demam.


" Ampun .... Ayaaaaaah .... Ampun " azella mulai mengigau dan berteriak memanggil - manggil nama ayahnya.


" Dddddddiiiinginnnn" gerutu azella, membuat nathan menghela nafas dalam-dalam, dan ia memberanikan diri untuk tidur disamping azella sambil memeluk azella dengan erat.


"kenapa ... Saya harus terjerat perasaan seperti ini" batin nathan sembati menatap wajah cantik azella.


" Jangaaaaan sakiti sayaaaaaa" azella kembali mengigau sambil memukuli dada nathan ,hingga membuat nathan kesakitan.


***


Dalam keadaan seperti ini nathan masih bisa kuat dalam pendiriannya, nafsunya yang sebelumnya selalu memicunya untuk melakukan hal negatif mendadak surut.


Apalagi sebagai pria normal ,ia hampir saja kelepasan untuk melakukan apapun kepada azell yang sedang berada dalam dekapannya, namun , nathan justru tidak melakukannya.