Balas Dendam Azella

Balas Dendam Azella
Permainan Azella


Azella merasa kesakitan, saat nathan mengoleskan saleb dibagian tubuhnya yang sakit, dan ia juga merasa sedikit geli saat nathan meniup luka dibagian bahu azella.


" Kenapa om nathan menolong saya? Apa om cemburu ?"tanya azella memanggil nathan dengan panggilan lain lagi.


" diantara panggilan kamu kepada saya, entah kelihatannya yang ini lebih pas " jawab nathan sambil tersenyum.


" seharusnya ... Biarkan saya , tuan erel menikmati apa yang seharusnya di nikmati, dengan begitu ... Hutang saya pada anda akan lunas " kata azella membuat nathan tertawa.


" jadi kamu serius ... Mau melayani pria yang lebih pantas jadi ayah kamu itu?" tanya nathan membuat azella tersudut, ia tidak menemukan jawaban.


" Bagaimana kalau malam ini ... Kamu melayani saya saja dengan baik, seperti ... Saat kamu dan saya terjebak" bisik nathan.


Azella mendorong nathan hingga jatuh kelantai, ia berlari kebibir pintu untuk membuka pintu itu, akan tetapi nathan sudah menguncinya baik-baik.


" Saya jadi bertanya-tanya, sebebarnya hubungan apa yang sedang kita jalani sekarang ... Kamu dendam sama saya ! Dan ingun menghancurkan keluarga saya !!! Tapi kamu memberikan tubuh kamu untuk saya " kata nathan membuat azella melamun.


Sebenarnya ada apa dengan dirinya, dari awal setelah peristiwa pelecehan itu, azella melihat perubahan terhadap hasratnya.


Ia memang takut berdekatang dengan seorang pria, bahkan ia juga membatasi dirinya dengan netra, akan tetapi kenapa saat bertemu dengan nathan, meski awalnya adalah untuk membuat nathan berhenti mengejarnya, kini malah ia semakin tertantang untuk menjelajahi setiap sudut kegagahan tubuh nathan.


" Apa kamu ingin balas demdam, dengan punya anak dari saya?"tanya nathan seraya memeluk azella dari belakang.


" tapi jangan dulu ... Saya masih mau kita bermain azella, saya ingin tahu ... Saat kamu melihat keluarga kamu dipanti asuhan menderita, baru saya ingin kita punya anak " bisik nathan lagi, kemudian menyibak rambut azella, dan mencium punggung azella.


" Dasar brengsekkkk" azella mengubah posisinya dan langsung menampar nathan.


" Permainan yang sangat luar biasa ...saya suka" nathan memegangi pipinya yang terasa sangat panas.


***


Keesokan harinya azella melihat dirinya tengah kembali berada dikamarnya, ia melihat wella sudah berda disampingnya.


" Wellllaaaa" sapa azella.


" Kamu tadi malam mabuk, dan untung saja anggara melihat kamu dijalan, entahlah kenapa netra tega meninggalkan kamu dijalanan" kata wella.


Sementara itu tuan erel merasa kepalanya masih sangat sakit, ia mengecek seluruh rekaman cctvnya ,akan tetapi tidak menemukan apapun.


Akan tetapi ia masih berusaha untuk bisa mendapatkan kesempatan bersama dengan azella lagi.


" ngga ... Kamu disini?"tanya azella terkejut.


" iya ... Saya mau ajak kamu ... Jalan-jalan" jawab anggara yang sedang tidak bertugas.


" Saya mau ajak kamu ... nonton sepak bola " kata anggara membuat azella mengerutkan dahinya.


" kok sepak bola?" azella merasa heran.


" karena disana , kita bisa bebas dari kamera wartawan " bisik anggara membuat azella tersenyum.


Entah dari mana anggara mendaat keberanian untuk melakukan hal itu, azella yang menyadari akan adanya pengawasan nathan dari jendela rumah kosong didepannya, segera berusaha membuat nathan semakin marah, kali ini ia akan cukup terampil untuk bermain, karena selain anggara adalah pacarnya, ia juga sangat muda, tampan dan bagi azella tidak rugi jika memang anggara ingin mengajak azella berbuat diluar batas.


***


Setelah mandi dan berganti baju santainya, azella dan anggara pergi untuk menonton sepak bola , dan sekali lagi anggara membuat azella tertawa, bukannya menonton sepak bola yang sebenarnya, anggara malah mengajak azella menonton sepak bola anak tk.


" Lucu kan " kata anggara


" ini konyol " azella mencubit perut anggara.


Dan disini anggara seakan mengunci tatapan azella untuk tidak beralih dari tatapan wajahnya.


" Kenapa ?"tanya azella


" kamu cantik ... Dan apa saya bisa mendapatkan kamu seutuhnya" jawab anggara yang sudah dapat diprediski oleh azella.


Dengan erat azella memeluk anggara, ia sedikit mencium telinga anggara.


" sayaaaaa ... Siap memberi kamu apa saja " bisik azella membuat anggara tersenyum


" Saya tahu ... Paman nathan sedang mengikuti kita, dan saya juga tahu ... Kamu bisa jadi partner kerja saya" kata anggara membuat azella terkejut.


Saat azella akan melepaskan pelukannya, tiba-tiba anggara membisikkan kalimat lagi ,yang membuat azella tidak bisa menolak permintaan anggara.


" Saya bukan pria bodoh yang dapat kamu perdaya dengan tubuh kamu azella, dan saya tahu ... Kamu adalah maura, gadis yang dulu hampir dilecehkan paman saya, dan kamu tinggal di panti asuhan bersama ibu widya... " anggara membuat azella tidak bisa berbuat apapun.


" Jika memang bisa ... dari awal saya tidak akan mau bertemu dengan wanita murahan semacam kamu" anggara kembali menjebak azella dalam rencananya.