
Pagi ini sebelum azella menyadari bahwa nathan tengah memeluknya dan ia juga takut kalau putrinya tiba-tiba bangun serta melihat keadaannya yang memeluk azella.
Nathan berniat menelfon jodi untuk mengirim beberapa makanan kepadanya, akan tetapi mely justru merampas ponsel ayahnya.
" Hari ini dedy ... Cuma buat mely sama kak azella" kata mely sembari mengambil ponsel nathan dan memasukkan kekantong bajunya.
" Hunny !!! Please ... dedy ...butuh ponsel dedy" nathan memohon, akan tetapi mely malah mengacuhkannya.
***
Pukul 08.00 pagi setelah nathan selesai mandi, dan memakai baju yang ada dimobilnya, ia kembali ketempat azella dan mely.
Dimana nathan juga sudah melihat azella sudah mandi, dan penampilan azella pagi ini berhasil membuat nathan terpesona.
Azella memakai celana kempolnya, dipadu dengan atasan lengan panjang berwarna hitam.
Azella juga mengikat rambut panjangnya ,agar tidak menyulitkannya saat beraktivitas pagi ini.
" bagaimana kalau kita berburu ..." ajak mely membuat azella mendongakkan kepalanya.
" Kan ada dedy kak , nanti sekalian dedy akan mengajari kita, memanah dan menembak " sambut mely membuat nathan menggelengkan kepalanya.
" Pliiiiise" mely merengek
" Bahaya sayang ... Lihat hutannya juga sepi begitu " kata nathan mencari alasan.
" kan yang berburu dedy sam kak azella" kata mely membuat azella langsung menolaknya.
" kak ... Plise ... Mely pengen makan daging ayam hutan" seru mely
" sayang ini musim hujan ... Tidak ada ayam dihutan, ayamnya masuk kampung semua" kata nathan merayu
" ya sudah ... Biar mely cari sendiri saja " kata mely kemudian berjalan menuju hutan.
Melihat tingkah putrinya yang sangat kekanak-kanakan, nathan terpaksa menyetujui permintaan putrinya.
Azella sebenarnya sangat takut berada didekat nathan, apalagi kini hanya berdua.
Azella melihat nathan selalu membawa pistolnya disaku jasnya.
" Fokus kedepan jangan sampai tersesat" kata nathan membuat azella tersentak.
Sementara mely menelfon anggara dan mengatakan kalau azella tengah menemani ayahnya berburu.
Anggara nampak serius mendengar cerita dari keponakannya, dan meski sedikit cemas dengan keadaan azella ,ia mencoba untuk percaya bahwa pamannya tidak akan mencelakai tunangannya.
Saat azella dan nathan sampai di belahan hutan yang dekat dengan perkebunan teh, dimana tempat mereka berkemah, nathan melihat ayam hutan yang melintas disana.
( duuuuuuuar) dalam sekali gerakan tangannya, peluru itu langsung menegani seekor ayam yang berada jauh dari mereka.
Dan tak lama kemudian, nathan melihat dua ekor kelinci yang melintas.
Ia segera membidik kearah tubuh kelinci itu, akan tetapi azella tiba-tiba membuyarkan konsentrasinya, dengan berdiri dihadapannya.
" Heeeey ... Kamu mau cari mati " teriak nathan membentak azella.
" saya mohon ... Jangan tempak kelinci itu ... Kasihan " azella membuat nathan marah.
Dan kemudian nathan mendorong azella hingga jatuh, nathan tidak menyadari bahwa azella jatuh kesebuah lubang.
" Azeeellaaaaaa" nathan segera melompat menyusul azella.
( bruuuuuak ) nathan jatuh disamping azella yang terlihat kesakitan.
" Kamu tidak papa, maaf saya tidak tahu kalau ada lubang " kata nathan sembari membantu azella bangkit.
" Lepaskan saya !!!" bentak azella kemudian mendorong nathan, mereka berdua terjebak di lubang tanah yang tingginya lebih dua meter.
" Ullllllllar " teriak azella saat melihat seekor ular melintas dihadapannya.
Nathanpun segera menembak ular itu, tanpa mereka sadari , dua ekor ular juga tengah datang untuk menyerang nathan dan azella.
" Saya takut !!!" azella mendekat kearah nathan.
" tenang ... Saya akan menembaknya" kata natan seraya mengarahkan pistolnya, akan tetapi pelurunya habis.
" apaaaaaa???" azella terlihat panik, dan saat azella hampir dipatok seekor ular cobra, nathan segera menolong azella dengan menggantikan tangannya.
" aaaaaahg " nathan berteriak kesakitan, dan keringatnya mendadak bercucuran.
" Maaaaas ...kamu tidak papa " azeella reflek
" kamu panggil saya apa ????" dalam keadaan seperti itu nathan masih sempat bertanya.
" Kamu sedang terluka !!! Azella kembali membuat nathan memanipulasi senyumnya dengan wajah sinisnya.
Ia begitu merindukan seseorang memanggilnya dengan paanggilan itu, meski amanda kerap memanggilnya " mas " akan tetapi rasanya tidak serenya azella ditelinga nathan.
( kreeeeeek) azella merobek bajunya,sehingga perutnya yang ramping terlihat , karena model baju yang dipakai azella adalah baju lengan panjang crop.
Azella segera mengikat lengan nathan, sembari memberanikan diri menyedot bisa yang ada dilengan nathan.
" gilllla ... Apa yang kamu lakukan " bentak nathan, dan lagi-lagi azella membuat nathan berutang nyawa dengannya.
Tiba-tiba saja wajah azella mendadak pucat, dan sepertinya ia tengah keracunan.
" Azeellla sadaaaar .... Sadar" nathan mencoba menggoyang-goyangkan kepala azella.
" saaaaayaaaaa "azella hampir pinsan.
Akan tetapi nathan segera membuka segel vitaman yang selalu dibawanya saat sedang berburu.
Ia segera meneguknya dan membatu azella meminumnya dengan cara mencium bibir azella.
Azella tidak sadar ia membalas ciuman nathan, bahkan kini azella tengah mencengkeram leher nathan ,karena reaksi obat yang sedang bekerja ,hingga membuatnya merasa tenggorokannya sakit.
" Tahaaaaan " kata nathan lirih.
" sakit masssss " azella kembali mengulangi kata itu,membuat nathan tidak tahan lagi untuk tidak menyambar bibir tipis azella,dan ia seakan lupa dengan sakit yang ada dilengannya, ia melepaskan jaznya dan kemudian ia gelar ditanah untuk menidurkan azella.
Sementara mely mulai merasa gelisah, karena sudah lebih dari setengah hari , apalagi kini amanda datang bersama jodi dan mulai menanyakan keberadaan ayahnya.
" Cepat kamu cari jo ... Takutnya mas nathan dalam bahaya " amanda meminta bantuan jodi yang langsung mengerahkan beberapa anak buahnya.
***
Nathan mulai menciumi leher azella , bahkan azella seakan menikmati perlakuan nathan, ia sengaja melakukan itu , agar ia bisa melupakan rasa sakit yang sedang dirasakannya.
" Azellla ...." nathan sedikit memastikan bahwa azella tidak pinsan.
" iyaaaa mas " azella kembali memancing gairah nathan.
" apa masih sakit?"tanya nathan menyelidik.
" sedikiiiiiit" azella berbohong.
" kalau sakit ... Kamu bisa menggigit leher saya " nathan membuat azella tersenyum.
" kamu kiraaa ... Saya vampir apa " azella bercanda, dan nathanpun tertawa.
rasanya baru kali ini azella melihat nathan tertawa, ia membelai wajah nathan.
" Untuk saat ini ... Saya mohon jangan menunjukkan kalau kamu memang penjahat " azelle tampak mulai berani menatap nathan.
Azella mulai melakukan apa yang diminta nathan, ia tanpa ragu membuat beberapa kecupan dileher milik nathan, bahkam ia hampir lupa kalau nathan adalah pria yang hampir merenggut kesuciannya.
Dan tak lama kemudian, nathan dan azella tersadar, saat mendengar teriakan jodi dan beberapa anak buah nathan.
Azella segera mengambil pisau yang tadinya dikeluarkan nathan dari dalam kantongnya.
(srrrret) azelle melukai lengan tangannya sendiri, kemudian ia mengambil darah segarnya dan mengoleskan keleher nathan yang terlihat merah karena bekas kecupannya.
Dan melihat tindakan azella, nathan tampak mantak untuk melukai telapak tangannya, dan ia juga mulai mengoleskan darahnya di leher azella.
***
Setelah berhasil keluar dari lubang tananh itu, nathan meminta jodi mengantar azella kembali keapartemennya, dimana disana netra sudah sangat marah dan menampar azella karena ia sudah berani pergi tanpa memberi tahu wella ataupun netra.
" Siapkan ... Azella cepat, sebentar lagi ... kita akan kembali ke jakarta " netra meminta wella menyiapkan seluruh barang-barang azella, sedangkan netra langsung membawa azella bersamanya.