
Nathan meninggalkan azella di rumah itu sendirian, ia tidak tahu apa yang hatus dilakukan, karena ia tidak bisa berfikir dengan benar.
Azella membersihkan kamar itu sebelum pergi, dan ia menemukan foto pernikahan nathan dengan natasha, istri pertama nathan.
***
Anggara kembali ke parkiran club malam untuk mengambil mobilnya, dan ia melihat anggara yang tampak tidur pulas di mobil azella dan ia masih memakai baju dinasnya.
"Anggara ..." azella membangunkan anggara
" Azella ..." kata anggara langsung memeluk azella yang duduk disampingya.
" Sayaaa ... Salah ... Karena sudah salah menilai kamu ... Saya, minta maaf" sambung anggara membuat azella tidak bisa menghindar.
Azella mulai mencari cari, agar ia bisa mendapatkan perlindungan untuk ditinya saat ini, karena mengingat perubahan sikap nathan,bahkan azella juga telah mengetahui bahwa ada seseoramg berhasil membobol akun sosial medianya.
" Memang tidak papa kamu memeluk saya " kata azella membuat anggara segera melepaskan pelukannya.
" Kamu tidur disini semalaman?"tanya azella menyelidik
" iyaaaa ..." jawab anggara lirih.
" Saya akan antar kamu kekantor kamu" kata azella dengan wajah sinisnya.
" Saya mau mengenal kamu lebih dekat zella" pernyataan anggara membuat azella tersenyum.
" kali ini apa motif kamu ? Tanya azella sembari membung muka.
" Saya tidak ada motif apapun , saya hanya ingin kita saling mengenal " jawab anggara seraya menatap azella.
Azella mendekatkan wajahnya, tepat dihadapan anggara.
" Kamu harus tahu ... Saya ini bukan gadis baik-baik ngga, saya rasa ... Lebih baik kita harus segera memberi tahu ibu kamu yang sebenarnya " azella seakan mengancam anggara
" Azella ... Saya benar -benar minta maaf, tolong tetaplah menjadi tunangan saya " anggara terlihat cemas.
Azella sedikit membuka blazernya dan menunjukkan bekas kecupan dilehernya.
" Jika kamu ... Bisa memberikan seperti ini untuk saya, mungkin akan saya pikirkan untuk tetap menjadi tunangan kamu" azella mulai menggoda anggara, agar ia terlihat seperti wanita nakal dihadapan anggara.
" gilaaaa... Kamu " hardiks anggara
" ngga ... Jangan munafik ! , saya yakin kamu bisa kok membuat saya puas " bisik azella membuat anggara merasa sesak.
" Sebenarnya jika bisa saya mengatakan pada orang tua saya, bahwa kamu .... " anggara tidak melanjutkan bicaranya,karena ia mendapat telfon dari kantornya.
***
Siang ini nathan terlihat mematahi seluruh staf yang bekerja diperusahaan, ia seakan ingin menghukum dirinya sendiri karena telah menyentuh gadis yang berasal dari masa lalunya.
" Batalkan segala yang berhubungan dengan wanita itu" kata nathan membuat pegawainya terkejut.
" Cari gantinya " kata nathan seraya mengganti baju yang dibawah pegawainya.
" masalahnya ... Mbak azella sudah diruang pemotretan bersama asistennya" kata wanita itu membuat nathan madah besar.
Akhirnya azella yang sudah memakai gaun merah yang sudah disediakan panitia, terpaksa harus mengganti bajunya.
Akan tetapi saat azella menarik kalung berlian yang hendak diptomosikan, rambutnya tersangkut disela-sela kalung berlian yang dipadu dengan batu permata warna merah menyalah itu.
" Jangan rusak berlian itu " nathan datang dan kemudian membantu azella, ia seakan merasakan gejolak yang sangat luar biasa saat berdekatan dengan azella.
Apalagi semalam azella dan nathan sudah tidur dalam satu ranjang, bahkan mereka berdua hampir melakukan kesalahan.
" Sebenarnya ... Saya tidak bisa menahan diri, bila berada didepan gadis ini ... Tapi ..." nathan berteriak dalam hati.
"modelnya sudah sampai pak " kata staf nathan seraya memperkenalkan sosok gadis mungil yang usianya sebanding dengan azella.
" Saya tidak tahu ... Kenapa anda tiba-tiba membatalkan kontrak kerja saya, tapi ... Tidak masalah ... Jika demikian itu tandanya saya pemenang dari tantangan itu, karena sebelum tiga bulan anda sudah menyerah " azella sangat berbakat dalam hal memprovokasi orang lain.
Hingga membuat nathan marah dan menyeret azella kedalam ruangannya.
Dimana disana nathan mulai melempar azella kesofa diruang kerjanya.
( brrruuug ) azella merasa lengannya sakit.
nathan terlihat mengeluarkan sebuah pistol dari lacinya,dan ia mengarahkan pada kening azella.
" Kamu mau balas dendam dengan saya kan ?jangan harap saya bisa tertipu lagi dengan taktik kamu ... " ancam nathan membuat azella mulai panik.
" saya akui ... Wajah kamu berhasil memikat saya, bahkan saya sampai tidak mengenali sosok gadis buruk rupa ... Yang waktu itu jual mahal " nathan mulai mengutarakan seluruh isi hatinya.
Azella bangkit dari duduknya dan kemudian ia memajukan langkahnya hingga pistol yang berada dalam genggaman nathan, menyentuh kening azella.
" Silahkan ... Anda lakukan sekarang ... Bukankah ini lebih baik, dari pada saya harus berpura-pura menjadi gadis nakal " tutur azella.
Nathan tidak bisa mengendalikan dirinya, antara emosi dan gejolak batinnya.
" Dulu ... Bukannya anda ingin menikmati tubuh saya ... Dengan melecehkan saya, bagaimana kalau sekarang saya memberikan dengan suka rela ..." azella memainkan jari telunjuknya didada nathan, ia juga mulai mengarahkan kedua tangannya hingga melingkar dileher nathan.
Nathan mendorong azella hingga jatuh kelantai, akan tetapi saat azella merasa tubuhny sangat sakit, nathan terlihat menarik tangan azella hingga berdiri kembali.
seperti biasanya nathan langsung menyambar leher azella dan perlahan ia memasukkan pistolnya kedalam saku celananya.
nathan mencengkeram vas disamping meja kerjanya, sambil bibirnya terus menciumi leher jenjang azella, hingga beberapa menit kemudian.
( pyaaaar) vas yang berada ditangan nathan mendadak pecah, hingga membuat telapak tangannya berdarah.