
Sejak saat itu azella seakan tidak berdaya, ia menjadi mata-mata anggara untuk mendapatkan bukti kejahatan nathan.
Tidak disangka anggara sudah dua kali mempermainkan azella hanya demi kemenangannya.
Kini azella juga sudah melihat bahwa sebenarnya anggara tidak akan pernah menjadikannya istri.
" Setelah ... Terbukti kejahatan paman nathan, anggara akan segera memutuskan hubungan ini pa" azella mendengar anggara berbicara dengan tuan antoni lewat telfon genggamnya.
***
Dan azella berhasil menemukan bukti kejahatan nathan, namun saat ia melihat ibu widya ,dan kedua adiknya berkunjung kerumahnya dijakarta ia sangat terkejut.
" Lhoooo ... ibu widya" azella menyapa ibu asuhnya yang masih belum mengenalinya.
" ini ada apa kok ibu kesini ?"tanya wella
" Tadi tuan nathan mengirim kami kesini, dan sebentar lagi adik-adik juga akan datang, karena panti asuhannya akan direnofasi, kata tuan nathan didepan rumah kakak adalah rumahnya ,jadi bisa ditempati sementara" jawab nindi sambil berbisik.
Azella segera tersadar ,bahwa kini nathan akan dalam bahaya, karena azella melihat anggara juga menuju kegriya nathan bersama timnya.
Azella segera masuk kedalam mobilnya, dan mengemudikannya dengan sangat kencang, sementara nathan yang sudah tahu akan kedatangan anggara lewat mesin perekam suara yang ia selipkan dibaju azella.
" Gawat tuan ... Nona azella datang kemari" nathan menerima laporan, bahwa azella sedang berada dirumahnya.
Dengan cepat nathan keluar dari persembunyiannya, dan kembali kerumahnya, sebenarnya jodi sudah melarang nathan agar tidak ceroboh, akan tetapi nathan tidak bisa melihat anggara melukai wanitanya.
***
(Bruuuuak) anggara datang dan mengepung rumah mewah nathan, dan ia menggeledah rumah itu bersama timnya, akan tetapi mereka telah menemukan nathan tidak ada dirumahnya, akan tetapi anggara tidak sengaja melihat sebuah pingu rahasia yang terbuka.
Dan saat anggara akan menaiki pintu yang berada dilantai rumah nathan, azella datang dan menghentikan anggara.
" kenapa kamu disini?"tanya anggara tegas.
" sayang ... Aku lupa ... Kalau informasi yang aku berikan itu salah " jawab azella membuat anggara mengerutkan dahinya.
" tidak ada yang salah, sekarang kamu pulang ... Ini sangat berbahaya " bentak anggara kemudian mendorong azella hingga hampir saja azella jatuh, akan tetapi nathan justru keluar dari pintu rahasia itu dan menangkap azella.
" Paman ..." anggara menodongkan pistolnya kearah nathan.
" Anggara jangan terburu ...buru ..." kata nathan sambil berdiri disamping azella.
Azella melihat nathan membawa sebuah segel di saku jasnya.
" Serahkan bukti segel senjata tajam ilegal itu pada kami" kata anggara sambil maju mendekati nathan.
Nathan mencoba mencari cara untuk terlihat tenang, sampai akhirnya azella mencoba untuk menenangkan anggara.
" dia paman kamu ngga" kata azella membuat anggara tertawa.
" tidak ada paman, ataupun hubungan saat melakukan tindak keadilan azella" kata anggara mengacuhkan permintaan azella.
" Angga ... Saya mohon" azella memeluk anggara untuk tidak memeriksa nathan, akan tetapi anggara justru menunjukkan arogansinya, ia mendorong azella hingga jatuh.
" Angkat tangan paman"bentak anggara seraya menempatkan pistol dikepala nathan.
" anggara ... Tidak saya sangka , kamu pura-pura menjadikan saya tunangan kamu hanya untuk menjadi mata-mata kamu, dimana hati nurani kamu" kata azella mengulur waktu.
" Bukankah saya sudah bilang, saya bukan pria yang mudah ditumbangkan hanya dengan tubuh azella" kata anggara seakan menyindir azella.
" baik ... Jika memang kamu tidak memiliki perasaan untuk saya, dan kamu juga menilai saya adalah gadis murahan, saya akan tunjukkan betapa murahnya saya ... " kata azella kemudian ia mendekati nathan dan langsung menyambar bibir nathan , ia tampak memejamkan kedua matanya dan merasakan kehancuran yang luar biasa.
Nathan yang mendapat perlakuan hangat dari azella , ia tidak tahu mengapa azella nekat menggodnya disaat situasi sedang genting.
Hingga nathan menyadari , saat azella menciumi dan memeluknya dalam-dalam, azella berhasil mengambil segel disaku baju nathan, dan memindahkan kedalam bajunya.
" Astaga ... Kenapa dia malah ingin melindungi saya" batin nathan saat melihat azella dengan jelas memasukkan segel bukti kejahatannya kedalam bajunya, karena posisi mereka sangat dekat, siapapun sulit melihat apa yang sedang dilakukan azella.
Anggara tidak menyangka bahwa azella akan membuat pikirannya goyah, hatinya mendadak terasa sakit saat melihat azella tengah berciuman dengan pamannya, dan setelah azella melepaskan bibir nathan , ia melihat anggara.
" Apa perlu saya membuka baju saya disini, dan membuktikan kalau saya masih perawan" azella akhirnya mengatakannya dengan gemetar.
" Meski saya mengobral tubuh saya, bukan berarti saya mudah untuk menjajakan harga diri saya ngga" teriak azella kemudian berlari pergi sambil membawa segel milik nathan bersamanya.
***
Malam itu azella menangis dalam pelukan wella, ia merasa terpukul dan betapa malangnya nasibnya.
" halllo ... Nindi " azella menjawab telfon dari adik asuhnya yang kini ada didepan rumahnya.
" saya nathan... , saya sengaja menyuruh adik kamu, memberikan ponselnya pada saya " kata nathan membuat azella bangkit dari rasa sedihnya.
" Untuk sementara waktu , saya akan pergi keluar negeri, terimakasih atas bantuan kamu ... Dan saya siap bahkan saya menyerahkan diri saya, kalau kamu mau balas dendam kepada saya , bila perlu saya akan berlurut pada ibu widya untuk meminta maaf" kata nathan membuat azella merasa tubuhnya tiba-tiba menjadi dingin.
" Andaaaa dimana sekarang?"tanya azella terdengar sngat lirih.
" Saya ... Dibandara ..." jawab nathan sembari meminta jodi menghentikan mobilnya.
" Tunggu sebentar ... Ada yang harus anda bawa " kata azella
" iya ... Saya tahu, kamu bisa mengantarnya ... Atau ... Saya yang akan mengambilnya" kata nathan, akan tetapi azella meminta nathan untuk tetap disana,wella mengantar azella kebandara dengan mobil milik wella.
Dan sekali lagi anggara yang masih belum puas, ia ingin mengikuti azella .
Dan beberapa saat kemudian , nathan melihat azella datang, ia berlari menghampirinya dan memeluknya.
" Ada apa ini? Mana segel saya " bisik nathan
" Saya tidak membawa segelnya sekarang, karena dibelakang ... Anggara masih mengawasi saya " jawab azella membuat nathan bergerak pelan untuk mengawasi anggara.
" Lalu ... Jika bukan segel saya, apa yang kamu bawa untuk saya?"pertanyaan nathan membuat azella menyentil hidung mancyng nathan.
" Saya rasa ... Saya tahu ... " nathan segera membawa azella masuk kedalam mobilnya, dan ia meminta jodi untuk memundurkan jadwal keberangkatannya.
Dengan cepat nathan melajukan mobilnya, dan kali ini nathan membawa azella kembali kerumah mewahnya.
Anggara yang tetap setia mengikuti mobil pamannya, dari belakang merasa terkejut saat melihat nathan membawa azella kembali kerumahnya, dan begitu pintu mobil nathan terbuka, anggara melihat pemandangan yang sebenarnya tidak pantas untuk dilihat, dimana ia melihat pamannya terlihat begitu brutal menciumi tunangannya, dan bahkan nathan tampak sengaja membuka tirai jendela kamarnya, agar anggara melihat dengan jelas, bagaimana azella memberikan kehormatannya ,pada pamannya sendiri.
Meski terlihat tegar, anggara merasa hatinya sakit, ia tidak menyangka bahwa ia memiliki perasaan terhadap azella yang sengaja ingin ia gunakan sebagai alat, untuk membongkar kejahatan pamannya.
" Kamu serius ...?" tanya nathan yang tampak ragu ,saat azella sudah berada dibalik selimut tanpa sehelai busanapun.
" kenapa ... anda tidak akan menolak saya kan?"pertanyaan azella membuat nathan tersenyum dan segera mengabulkan permintaan azella.
" Saya ... tidak tahu balas dendam apa yang akan kamu lakukan pada saya? kamu ... Malah memberikan saya surga " bisik nathan setelah mendapatkan kegadisan azella.
" Saya ingin om nathan ... menjadi gila karena saya" azella menggoda nathan.
" Saya bisa benar-benar gila ... Sekarang " kata nathan kemudian kembali mencumbu wanitanya, berkali-kali hingga ia tidak sadar bahwa jodi tengah menelfonnya beberapa kali.
Azella mengambil kunci brangkas milik nathan, dan setelah mengancingkan beberapa kancing bajunya, ia membuka brangkas milik nathan, dan mengambil seluruh tabungan, emas,uang dan berlian milik nathan.
Dan ia juga menemui jodi di bandara.
" Jika kamu membawa tuan nathan pergi dari negara ini, maka polisi akan mengejar kalian, bahkan akan langsung memeriksa tuan darmawan, apalagi anggara sangat murka ... Jadi berikan uang dan jual perhiasan ini, berikan pada ibu asuh saya, sebagai gantinya saya akan membawa segel itu dari negeri ini" kata azella membuat jodi berfikir keras.
" tidak ada waktu, sebelum majikan anda bangun ... Buatlah keputusan ... Saya hanya minta anda melakukan beberapa tindakan, agar tidak membuat orang lain curiga " sambung azella kemudian meminta jodi melakukan seperti yang sudah diintruksikannya.
" Gadis ini memamg benar-benar lincah " batin jodi kemudian segera melihat azella yang pergi keluar negeri bersama para anggota TKI lainnya.
Berkat bantuan jodi, azella berhasil memalsukan identitasnya, dan ia sangat yakin kalau jodi bisa dipercaya.
***
Keesokan harinya nathan terkejut, saat ia bangun dan melihat jodi di depannya.
" dimana azella?"tanya nathan.
" saya juga tidak tahu tuan" jodi melakukan persis seperti yang diintruksikan azella.
Nathan mulai bangun, dan mandi setelah itu ia sudah melihat bahwa polisi yang telah menemukan pemilik segel sesungguhnya ,yaitu tuan erel, sebenarnya ini sangat tidak mungkin, akan tetapi ia merasa keberuntungan berpihak padanya.
Diam-diam jodi merasa sangat iri pada cara kerja azella yang hanya dilakukan dalam sekejap mata.
" entah apa dendam azella pada tuan erel,akan tetapi semua ini bisa membuat tuan nathan bebas" kata jodi