
Sean, sudah selesai berpakaian begitu rapi, kemeja hitam di padukan dengan jas maroon, aura ketampanan Sean memang tidak main-main, meskipun pria ini terlihat sangar, setidaknya dia masih ada sisi manusia untuk memanusiakan seorang istri yang di nikahi nya, yaitu Viona.
Viona duduk di sofa memperhatikan Sean, sejak beberapa hari yang lalu, Viona memang sudah tidak banyak bicara. Dia juga sudah mengurangi perdebatan dengan Sean, semenjak ia rasa jika diri nya mulai jatuh hati kepada pria kejam yang dulu sering menyiksa nya, bahkan merebut kesucian nya.
Viona membuka hati nya untuk Sean, seandainya Sean mau menerima nya layak nya seorang istri pada umum nya, Viona akan mengabdi kepada Sean, dia akan lebih mencintai pria itu dengan segenap hati nya.
Namun, sampai saat ini Viona tidak dapat menebak isi hati Sean. Karena Sean, bukan orang yang banyak cerita dan juga banyak bicara, bahkan senyum nya saja sangat irit apalagi bicara nya.
"Apa yang kamu lihat?" tanya Sean, dan justru itu mengejutkan Viona.
"Ti-tidak!" jawab Viona dengan terbata, melihat netra Sean yang tajam, mata elang Sean, mampu membuat Viona diam seribu bahasa. Pria itu mendekat, dan memegang dagu Viona, sehingga Viona mau tidak mau kini harus menatap Sean dalam jarak yang begitu dekat.
Sean mengecup bibir Viona sekilas, membuat Viona membulatkan mata nya. Ciuman sekilas yang di berikan Sean, aneh nya membuat Viona tunduk, pada apa yang sedang di lakukan Sean kepada Viona.
Viona tidak memberontak, atau pun menolak, saat Sean mengecup kening Viona, sebagai tanda untuk berpisah.
"Jaga diri mu baik - baik, jangan pergi dari sini tanpa pengawasan dari Sky, aku mempercayai Sky, dan Kamu. Jangan mengkhianati kepercayaan ku!" tukas Sean, Viona mengangguk, memberi jawaban kepada Sean.
"Jawab aku, jangan hanya mengangguk saja, aku tidak akan cukup !" tegas Sean, netra nya membulat sempurna.
"Sa-saya mengerti" jawab Viona dengan suara yang begitu kecil, lalu Sean, memegang ke dua bahu Viona, dan mengangkat Viona untuk berdiri. Sean, memperhatikan postur tubuh istri nya dengan seksama, dari atas hingga bawah, dan dari bawah hingga atas.
"Heeh, kau sudah banyak berubah, berarti kau sudah mulai menikmati hidup mu. Kau terlihat sedikit berisi dari pada sebelumnya" ujar Sean, yang menampilkan senyuman miring di depan Viona. Wanita ini terlihat gugup di perhatikan oleh Sean.
Viona sadar, betapa kejam nya Sean saat menyiksa diri nya beberapa bulan yang lalu, bahkan Viona sempat mengakhiri hidup nya hanya karena seorang pria yang kejam seperti Sean.
Sean, merangkul pinggang Viona dan membawa nya turun bersama ke lantai dasar, disana sudah ada Sky yang menunggu Sean.
"Ku pikir kau akan menghabiskan dua ronde, dan baru turun untuk menemui ku" cibir Sky, langsung saja tatapan mematikan terpancar dari netra Sean, namun berbeda dengan Viona yang nampak malu-malu dengan ucapan Sky.
"Bagaimana ? apa mereka sudah siap?"
"Sudah, mereka ada di luar " tukas Sky, lalu berjalan ke arah pintu, Sky membuka pintu. Begitu pintu terbuka, sekitar dua puluh orang yang berbaris di sana memberi hormat kepada Sean.
'Kemana dia akan pergi?' batin Viona, kini melirik ke arah Sean mencari jawaban, hanya saja Viona belum cukup keberanian untuk mengetahui urusan Sean, karena pria itu belum memberi hak kepada nya.
"Kamu tidak perlu khawatir, aku punya tugas yang harus ku selesaikan. Tanpa ijin ku, kau tidak boleh meninggalkan tempat ini, apalagi pergi tanpa Sky, aku tidak akan mengijinkan nya!" tegas Sean, memegang ke dua bahu Viona.
"Aku, mengerti mas..." lirih Viona, Sean tertegun dengan panggilan Viona, pria itu tersenyum, meskipun senyuman tipis, bagaikan tisu.
Viona menutup mulut nya, dan menatap Sean dengan rasa yang panik, Viona takut Sean akan marah.
"Tidak apa-apa, aku menyukai nya, mulai sekarang kau boleh memanggil ku dengan sebutan itu!" Sean, mengusap kepala Viona dengan lembut, lalu ia mengecup dahi Viona sebelum Sean pergi.
"Hati - hati " ucap Viona, Sean hanya mengangguk, dan melirik Sky yang tersenyum sendiri, memperhatikan dua orang yang mulai merasa dekat walaupun hanya bisa di lihat sangat kecil kemungkinan nya.
Sky berjalan ke arah mobil Sean, dimana Sean sudah berada di dalam mobil.
"Sky, aku menitip Viona, ku pastikan kau akan menjaga nya dengan baik, aku tidak ingin sesuatu terjadi kepada nya "
"Aku mengerti Bos, Kau tidak perlu mengulangi kata-kata itu, bila perlu aku akan membawa kemana aku pergi, aku juga akan membawa nya ke kamar mandi saat aku mandi" ujar Sky dengan santai.
"Jangan coba - coba, kalau kau tidak ingin mati konyol" Sean menatap tajam ke arah Sky, memberi peringatan kepada bawahan nya, agar tidak melakukan apapun terhadap istri nya.
"Oho... Apa ini? tatapan apa ini? apa Aku tidak salah lihat ? kau menatap ku seperti penyusup, jangan salah kau yang menitip nya pada ku!" Sky tersenyum licik, Sean semakin di buat kesal oleh sahabat nya itu.
"Sudah -sudah, aku tidak akan menganggu istri mu, namun sebaliknya aku akan menjaga Viona dengan sangat baik" ujar Sky, Sean langsung memberikan senyuman kepada Sky.
"Aku pergi dulu"
"Eeemmm, hati - hati"
"Iya.."
Sky, melambaikan tangan ke arah mobil Sean, yang mulai hilang bayangan nya dari pandangan mereka berdua.
Begitu mobil Sean dan beberapa mobil pengawal meninggalkan tempat itu, Sky langsung menoleh ke arah Viona yang masih mematung di tempat itu.
"Oke, sekarang hanya ada kita berdua, jadi Viona apa yang ingin kamu makan?" tanya Sky,
"Kau menawarkan makanan untuk ku?" Viona berbalik bertanya, Sky langsung mengangguk dengan semangat.
"Eeemmm, Tuan Sky ak..."
"Panggil Aku Sky, biar kita terlihat lebih akrab!" Sky menyela ucapan Viona, sehingga ucapan Viona terpotong.
"Baik lah, Sky. Aku ingin makan mie rebus pedas, dengan jus guava, lalu aku ingin makan sate rusa!" ujar Viona, memperlihatkan raut wajah nya yang begitu senang, membayangkan makanan yang barusan di sebut nya.
"Apa kau yakin, ingin memakan itu semua?" Sky menaikan alis nya menatap Viona dengan raut wajah yang bingung.
"Tadi kamu bertanya, ya aku jawab, jika aku tidak ingin makan, aku tidak akan meminta nya" tukas Viona, yang kini merubah raut wajah nya menjadi cemberut, membuat Sky, akhir nya menuruti semua permintaan Viona.
"Oke baiklah, jangan cemberut oke. Kita akan pergi mencari kuliner yang ingin kamu makan, tapi kamu harus memakai mantel, udara malam sangat dingin di luar"
"Oke, aku akan mengambil nya" dengan senang hati, Viona kembali ke kamar, dan mengambil mantel bulu yang cukup tebal. Sky, mengirim pesan untuk Sean, memberitahu jika dia akan menemani Viona pergi mencari makanan.
Tak lama kemudian, Viona keluar lagi dengan mantel bulu di tangan nya, Sky menyimpan kembali ponsel di dalam saku jas nya. Dan mengajak Viona untuk segera masuk ke dalam mobil.
Jangan lupa vote ya, mumpung hari senin, terimakasih untuk kopi dan mawar, ada yang belum, di tunggu untuk penyemangat author ,❤️ see you...