Wanita Tawanan Tuan Muda Sean

Wanita Tawanan Tuan Muda Sean
Satu minggu


Setelah satu Minggu berlalu,kondisi Viona membaik,tenaga nya sudah pulih kembali.Bukan,karena Sean menyiksa nya membuat ia sakit.Namun,jantung di tubuh Viona membuat wanita itu lemah dan tak berdaya sehingga harus di rawat dengan baik,untuk memulihkan kondisi nya yang lemah.


"Biar saya bantu"ucap Lusi membantu Viona untuk turun dari ranjang.


"Saya telah membaik,saya tidak apa-apa.Sebelumnya terimakasih telah merawat saya"


"Sama - sama.Saya di bayar untuk merawat anda,jadi ini sudah tugas saya"


Viona hanya diam saja,lalu meminta Lusi untuk melepaskan infus di tangan nya.


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,Viona melihat Sean yang berdiri di ambang pintu.Lusi segera berdiri,dan sedikit menunduk.


Sean berjalan ke arah ranjang Viona.


"Kamu sudah boleh pergi,seperti nya dia sudah membaik,ini gaji mu!"


"Terimakasih Tuan"setelah menerima gaji dari Sean,Lusi pun segera pergi meninggalkan kamar itu.


Pak!


Sean melemparkan buku nikah mereka ke atas nakas,dan Viona melirik ke arah benda yang baru saja di lempar oleh Sean.


"Ini buka nikah kita,setelah hari ini kau tidak di ijin 'kan untuk meninggalkan tempat ini!"tegas Sean,Viona menatap nya dengan lekat.


"Ugh!"


"Jangan tatap aku seperti itu,aku tidak ingin kau melihat ku dengan cara itu,hanya aku yang boleh melihat mu dengan dengan cara begitu!"Sean,kembali mencengkram kuat dagu Viona.Namun,wanita ini hanya diam saja,membiarkan Sean melakukan apapun kepada nya.Percuma melawan yang ada Viona tetap kalah dengan tenaga Sean.


"Dimana Brian?"


Sean mengepalkan tangan nya saat mendengar pertanyaan Viona.


"Heeh? kau masih ingin tahu keadaan nya?"


"Kalau kau mau,kau boleh menyiksa ku sesuka hati mu,aku tidak akan pernah melawan atau menyerah di hadapan mu.Tapi,jangan menyakiti Brian yang telah memberikan hidup nya untuk ku,kau tidak akan pernah tahu,pengorbanan orang lain untuk mu,karena kau tidak pernah dekat dengan siapapun!"cibir Viona,Sean menoleh menatap ke arah wanita yang duduk diatas ranjang.


"Aku melarang mu,untuk menyebut nama pria lain di depan ku, karena bagaimana pun kau tidak berhak memanggil nama pria lain saat sedang bersama ku!"


"Aagrhh"


Sean,kembali mencekik Viona.Namun, tidak terlihat dari raut wajah Viona kalau ia akan takut dengan ancaman Sean.


"Heeh,kau menyakiti ku,namun tidak akan membuat aku menyerah,kalau kau mau,kau bisa membunuh ku saat ini juga!"


Dugh!


Sean menghempaskan tubuh Viona ke atas ranjang,lalu ia mengarahkan senjata ke arah Viona.


Krak!


"Kau ingin sekali mati bukan? aku akan mengabulkan nya!"Sean telah menarik pelatuk senjata nya.Viona langsung memegang ujung senjata, lalu meletakkan nya di dahi.


"Tembak aku kalau kau berani,aku tidak pernah takut!"Viona malah menantang Sean,semakin membuat pria itu ingin menembak nya.


Semakin melihat netra Viona,semakin membuat Sean ingin melepaskan peluru yang ada di senjata nya,tepat mengenai dahi Viona.


Dor !


"Aggrrh!"


Prang!


Sean melihat wanita itu dengan tajam, wanita yang sudah menjadi istri paksa nya itu.Setelah melihat tangan Viona yang gemetar, juga jantung yang berdetak kencang, Sean pun pergi meninggalkan Viona di dalam kamar.


Di lantai dasar, Sky baru saja datang bersama dengan seorang pelayan baru untuk Sean dan Viona.


"Sean, ini Tea, dia akan menjadi pelayan disini, dan kau tidak perlu meminta wanita itu untuk memasak, kalau Kau tetap memaksa nya, tunggu saja dia akan membakar Villa mu ini!"pungkas Sky, yang berjalan ke arah sofa.


"Kau boleh langsung bekerja, ingat apapun yang bukan pekerjaan mu, dilarang untuk ikut campur. Tugas mu memaksa,dan membereskan rumah!"


"Baik Tuan"


"Kamar mu ada di dekat ruangan keluarga, nomer tiga dari sini!"


"Terimakasih Tuan, Saya permisi"


"Eeemm"


Tea pun pergi menuju kamar nya. Sementara, Sean berjalan ke arah sofa dimana Sky sedang bersantai.


"Kau sudah memindah 'kan pria itu ?"


"Brian?"


"Tidak perlu, kau menyebut nama nya!"


Sky langsung melirik ke arah Sean, duduk di samping nya.Sky pun heran apa yang membuat Sean marah saat mendengar nama Brian.


"Aku sudah memindahkan Brian, dan saat ini dia ada disini!"


"Apa kau menemukan sesuatu tentang kasus kematian Fonna?"


"Sudah,ternyata kematian Fonna ada hubungannya dengan kecelakaan Keluarga mu Sean. Katakan pada ku, apa Kau menyembunyikan sesuatu dari ku?"


Sky menatap Sean, penuh penyidik.Karena Sky curiga, Sean tidak akan duduk tenang saat mengetahui tentang kematian Fonna, jelas-jelas waktu itu wanita ini adalah calon istri nya.


"Eeemm!"


"Eeehm? hanya eemmhm saja?"Sky membulatkan mata nya.


"Sean, katakan dengan jelas, kemarin kau melelang lahan Kasino, hari ini aku tahu bahwa kecelakaan Fonna adalah pembunuhan berencana? dalam kasus ini apa kau mencurigakan seseorang ?"


"Iya!"sejak dari tadi Sean hanya menjawab singkat dari pertanyaan Sky.


"Jika ku katakan padamu ? apa kau percaya? atau sebalik nya? kau akan menyalahkan ku?"


"Heemm"Sky menghela nafas nya, jika Sean berkata seperti itu, sudah pasti Sean terlibat dalam kasus itu.Sky hanya mampu diam saja, bagaimana pun,Sean adalah orang yang harus ia hormati.


"Lupakan, Aku tidak akan bertanya!"


"Tapi, aku ingin mengatakan nya pada ku!"tegas Sean, yang saat ini menatap lekat ke arah Sky.


"Sean, ada apa dengan mu,.Kau sering bermain teka - teki dengan ku, katakan yang jelas apa maksud mu dari tadi"


"Rencana pernikahan ku dengan Fonna adalah untuk menjebak seseorang di balik kecelakaan keluarga ku.Namun, sial nya orang itu bertindak satu langkah lebih cepat dari aku.Orang itu menyabotase mobil yang di gunakan Fonna untuk bepergian, dan informasi yang orang itu tahu, tentu saja dari aku, karena aku membuat status wa, siapa saja dapat melihat jika Fonna hari itu akan pergi dengan menggunakan mobil tersebut, tanpa disadari orang itu aku telah menjebak nya"


"Boleh aku menebak siapa orang yang kau maksud?"


Sean menganggukkan kepala nya. Sky langsung terkejut, jika tebakan nya benar.


"Sungguh aku tidak menyangka, dia dapat melakukan itu!"Sky, terduduk lemas di sofa,lalu tak berselang beberapa menit mereka diam, terdengar suara seseorang yang turun dari tangga.


Sky menoleh melihat ke arah Viona, yang turun dari tangga dengan menggunakan pakaian milik Fonna, membuat Sky dan Sean terkejut.Karena, Viona sangat mirip dengan Fonna.