Wanita Tawanan Tuan Muda Sean

Wanita Tawanan Tuan Muda Sean
Ruangan Rahasia


Sky pun berjalan kearah sebuah lemari, dari tempat persembunyian Viona dapat melihat jika Sky berjalan ke arah lemari buku yang tersusun rapi, terlihat buku - buku yang cukup berharga dan terlihat sangat penting.


Sky memindahkan dua buku yang ada di lemari, lalu tiba-tiba lemari itu terbuka, membuat Viona terkejut. Viona bahkan dengan sangat jelas, dapat melihat Sky masuk ke dalam tempat itu.


'Untuk apa dia masuk ke sana?' Viona tidak melihat adanya Sky disana, karena pria itu sudah masuk ke dalam lemari.


Selang waktu sepuluh menit,Sky keluar lagi, dengan sebuah berkas yang ada di tangan nya. Lalu pria itu pergi, ia menutup kembali pintu gudang itu, hanya saja disaat Sky ingin menggembok nya, Ponsel Sky bergetar dan panggilan itu dari Sean, membuat Sky harus segera pergi dari sana.


Setelah memastikan Sky pergi, Viona keluar dari tempat persembunyian nya, lalu ia berdiri di depan lemari. Viona melakukan apa yang di lakukan oleh Sky. Setelah dua buku ia pindah 'kan, Sky mendapati sebuah tombol, Viona langsung menekan nya, lemari pun bergeser dan terbuka.


"Tempat apa ini?" gumam Viona yang syok melihat tempat itu, seperti sebuah tangga, jalur akses menuju ruangan bawah tanah.


Viona menuruni anak tangga itu, dia sendiri tidak tahu kemana arah anak tangga itu membawa Viona. Namun, dengan percaya diri dia tetap ingin tahu ruangan di bawah tanah ini.


Tiba di bawah, Viona melihat sebuah ruangan yang di penuhi dengan jerjak besi yang tidak bisa ia lewati.


Viona melihat seseorang yang duduk menunjukkan kepala nya. Pria itu, meringkuk di dekat dinding, Viona merasa tidak asing dengan orang itu, dan ia sangat familiar.


"Brian. . ." lirih Viona, Pria tersebut langsung mendongakkan kepala nya dan menatap ke arah Viona.


Betapa terkejut nya Viona dan Brian, mereka berusaha sudah lama tidak bertemu, tapi malah di pertemukan oleh keadaan begini.


"Viona, Viona!" panggil Brian, yang berjalan ke arah jerjak besi, dan mereka berdua saling berpegang tangan, meskipun tidak dapat memeluk satu sama lain.


"Bagaimana kabar mu Viona?" Brian menyentuh raut wajah Viona, wanita ini masih menangisi Brian, apalagi saat melihat kondisi Brian yang begitu prihatin.


"Tunggu, aku akan membantu kamu keluar dari tempat ini, tunggu aku akan mencari alat untuk membuka pintu nya" ujar Viona, yang berusaha untuk mencari kawat agar bisa membuka pintu itu.


"Disana, mereka menyimpan nya disana!"


Viona pun mengambil kunci di lemari kecil, ada gantungan kunci besar, dan Viona langsung membantu mengeluarkan Brian.


Setelah pintu terbuka, Viona langsung memeluk Brian dengan sangat erat.


"Maaf, ini semua karena aku, seandainya kau tidak membantu ku, ini tak 'kan terjadi" ucap Viona terbata- bata.


"Tidak, ini bukan salah mu. Aku bahagia bisa melihat mu disini, katakan kenapa kau bisa tahu aku di sini?" Brian memegang wajah Viona, gadis ini tidak berhenti menangis.


"Berhenti bertanya tentang aku, bagaimana Kau mendapatkan luka ini semua, dan ini juga!" Viona melihat wajah Brian, yang penuh luka. Serta Brian mendapatkan beberapa pukul di wajah nya.


"Ini terjadi tiga hari yang lalu. Aku tidak tahu apa salah ku, hanya saja Tuan Sean menghajar ku habis-habisan. Padahal sebelum nya sejak awal aku di bawa kemari aku tidak di perlakukan begitu buruk, hanya saja mereka meminta keterangan beberapa hal kepada ku. Viona, seperti nya ada yang salah dengan kasus ini, kita tidak bisa tinggal diam kita harus pergi dari sini" ujar Brian.


'Berarti malam pesta, Sean benar-benar melakukan apapun yang telah di katakan nya, pria itu tidak akan main-main dengan ucapan nya' Viona menatap wajah Brian yang penuh luka.


"Ayo kita pergi, kita tidak bisa disini, mereka adalah sekelompok mafia yang sangat berbahaya" Brian, terlihat begitu panik, dan takut sesuatu terjadi dengan Viona.


"Eeemmm, aku akan membantu kamu pergi dari sini" Viona membangun Brian jalan, karena kaki kanan nya sakit, dan baru saja mereka tiba di pintu gudang. Sean dan Sky teman tiba di sana, dan itu mengejutkan Viona.


"Bagus!"


Suara itu, pelan namun terdengar cukup mengerikan, apalagi netra Sean yang nampak tak berkedip berdiri di depan mereka.


"Tidak, jangan sakiti dia, aku yang salah, aku mengajak nya pergi, kalau kalian mau, kalian bisa membawa ku kembali ke gudang ini, dan biarkan Viona bebas!" Brian memohon kepada Sky, semakin membuat Sean marah.


"Siapa kau berani memberi perintah pada ku" Sean, menarik kerah baju Brian, dan menatap nya penuh amarah.


"Tuan Sean, ini aku yang salah, aku yang menyelinap kesini, lepaskan Brian, dia tidak salah, kalau kau mau kau bisa menahan ku disini"


Mendengar ucapan Viona, membuat Sean menoleh ke arah wanita itu, cengkraman nya di kerah baju Brian semakin kuat, dan itu membuat leher Brian tercekik.


"Ugh!"


Viona melihat Brian yang kesulitan bernafas,


"Tuan, Ku mohon, lepaskan dia!" Sean, baru kali ini melihat Viona menangisi seorang pria, dan itu membuat Sean, tidak suka.


Dugh!


Sean, melemparkan tubuh Brian ke lantai, dan itu membuat Viona terkejut, disaat Viona akan menolong Brian, Sean langsung menarik tangan nya.


"Jangan lupa, kau saat ini masih istri sah ku!" tegas Sean, menatap tajam ke arah Viona, Brian yang mendengar itu terkejut, lalu berusaha untuk bangkit.


"Apa maksud kamu Tuan Sean, kenapa kau mengatakan itu ?"


"Apa kau terkejut? wanita pujaan hati mu telah menikah ? kau kecewa?"


Brian terdiam, dia menatap lekat ke arah Viona, dan mencari jawaban disana.


"Maaf Brian, apa yang di katakan Tuan Sean benar, aku terpaksa menikahi nya, aku tidak pernah mencintai pria ini. Namun, dia memaksa ku, dan itu juga untuk melindungi kamu!" pungkas Viona, Sean semakin menekan tangan nya lebih kuat lagi di lengan Viona, membuat wanita itu merintih.


"Aaah, sakit Tuan" Viona berusaha melepaskan tangan Sean, namun itu sia- sia.


"Hajar dia, sampai dia sadar, jika Viona saat ini adalah istri ku" tekan Sean lagi, sehingga membuat Viona membulatkan mata nya.


"Tidak, tidak jangan. Tuan ku mohon jangan lakukan itu!"


Sky berjalan ke arah Brian, dan menghajar pria itu, dengan di bantu dua orang pengawal, sehingga membuat Brian, benar-benar tak berdaya.


"Tuan Sean, lepaskan Brian ku mohon. Aku janji aku akan menuruti keinginan mu, ku mohon lepaskan dia!"


Melihat keadaan Brian semakin luka parah, Viona pun semakin memberontak agar Sean mau melepaskan Brian, dari tangan mereka.


"Berhenti" teriak Sean, Sky dan dua orang pengawal pun berhenti.


"Kirim dia ke negar lain, jangan biarkan dia kembali ke sini lagi, aku membebaskan dia, tapi jangan sampai aku melihat dia di negara ini, jika tidak aku akan membunuh nya. Kau dengar Brian, jika aku melihat mu di negara ini Aku akan membunuh Viona"


Kata-kata Sean, membuat Viona terkejut, dan wanita ini memendam dendam cukup dalam kepada Sean, pria kejam yang tak punya perasaan.


Sky membawa Brian keluar dari gudang. Viona dan Sean juga ikut keluar.