Wanita Tawanan Tuan Muda Sean

Wanita Tawanan Tuan Muda Sean
Pertemuan Steven dan Sean


Sky datang kembali ke Villa, menjemput Sean dan Viona untuk bertemu dengan Steven.


"Kenapa aku harus ikut?" pertanyaan itu keluar dari mulut Viona, membuat Sean menoleh yang sedang memasang dasi di leher nya.


"Apa kau lebih senang tinggal di kamar ini, aku membawa mu ikut bersama, agar kau bisa menikmati suasana luar, dan kau akan lebih baik setelah itu"


"Eeemmm" Viona segera keluar kamar, dan di ikuti oleh Sean, dari belakang. Sky yang semula nya duduk kini segera berdiri saat melihat Viona yang sudah tiba di lantai dasar, dan begitu juga Sean, yang berdiri tepat di belakang Viona.


"Kita pergi sekarang" seru Sean, tangan nya melingkar di pinggang Viona, membuat wanita ini terkejut, Sky yang melihat juga membulatkan mata nya, namun ekspresi Sean membuat Sky tidak bisa bersuara, pria ini segera berbalik dan keluar dari tempat itu.


Viona, mencoba melepaskan tangan Sean di pinggang nya, namun hal itu tidak di biarkan terjadi oleh Sean.


"Tetap diam, atau aku akan patah 'kan pinggang mu ini" bisik Sean, Viona pun memilih untuk diam, dan membiarkan tangan Sean di pinggang nya.


Viona atau pun Sean, segera masuk ke dalam mobil, Sky sudah siap melajukan mobil untuk tiba di hotel yang telah di janjikan, hotel itu adalah milik Sean.


"Kita tiba, kamu segera turun dan tunggu kami di dalam, aku dan Sky masih ada urusan!"


"Bagaimana bisa? aku baru pertama kali datang ke hotel ini, dan aku tidak mengenal siapapun disini" Viona terlihat kesal, dengan keputusan Sean, barusan.


"Sampai kapan kau akan bergantung di bawah ketiak ku begini, kau harus pergi sendiri, dan harus mandiri, kau mengerti itu!" tegas Sean, Viona langsung menarik sudut bibirnya dan tersenyum mendengar ucapan Sean.


"Tuan, kau lupa kau yang membawa aku ikut bersama dengan mu, kau juga yang membuat aku harus mengandalkan kamu, jika kau mau, aku bisa pergi sendiri dan mengandalkan diri ku sendiri" tukas Viona, dan akhirnya ia segera turun dari mobil.


Dari dalam mobil, Sean melihat Viona yang melangkah masuk ke arah lift yanga ada di tempat parkir lantai bawah tanah.


"Apa yang salah dengan wanita itu" gumam Sean, lalu Sky memberikan permata yang di minat Steven kepada Sean dan akan di gantikan dengan berlian yang ada pada Steven.


"Kenapa kau menyuruh nya pergi lebih dulu? kau takut dia berkhianat?" Sky menoleh, sembari memberikan permata di tangan nya.


"Dunia kita penuh dengan bisnis, tidak akan ada cinta kau tahu itu!" tegas Sean, Sky mengerutkan dahi nya.


Sulit bagi mafia seperti Sean akan percaya soal cinta, salah satu nya mereka takut di khianati dan takut menjadi orang yang bodoh bila jatuh cinta.


"Aku tahu, dalam hidup mu tidak akan cinta, tapi Sean, hidup ku penuh dengan wanita, lantai atas masih aktif bukan?"


Sean menaikan satu alis nya, dan mengerti maksud Sky, pria ini pasti telah memesan seorang wanita untuk menemani malam nya.


"Masih, ingat jangan sampai kelakuan mu menghancurkan bisnis ku, kau harus ingat itu, jika tidak aku akan membakar mu dan Wanita mu"


Ceklek !


Sean, langsung turun dari mobil, dan dia tidak tahu, Viona sudah tiba di lantai lima atau belum.


Tiba di lantai tiga, Sean dan Sky, baru saja melewati lantai ke tiga hotel nya, memang tempat itu sepi, karena telah di sewa 'kan oleh Steven, selama dia di Inggris.


"Tunggu" Sky, menepuk bahu Sean, saat pria itu akan masuk ke dalam lift.


"Apa yang salah?"


"Aku melihat Istri mu, di lantai satu, kenapa dia sana?" Sky bertanya, dan Sean pun segera mengintip dari arah tangga yang memutar di tempat itu.


"Sudah ku katakan, hidup enggak akan tenang, bila ada wanita" ketus Sean, dengan kesal.


"Kau masuk saja, aku akan menjemput nya" ujar Sky,


"Baik lah"


Sky langsung pergi menemui Steven di lantai lima, sementara Sean, kembali turun ke lantai dasar, untuk menjemput Viona.


Melihat tidak ada seorang pun di lobi, Viona langsung keluar dari tempat itu, dan ingin kabur dari tempat itu.


Jalanan di penuhi dengan mobil yang lalu lalang di jalan aspal, dan Viona yang menggunakan gaun, membuat ia sedikit bersusah payah berjalan menelusuri tempat itu, apalagi sendal yang di gunakan nya lumayan tinggi.


"Pria itu cukup berbahaya, aku tidak bisa tinggal disini terlalu lama, aku tidak tahu kapan dia akan membunuh ku, sementara aku belum balas dendam kepada orang yang telah menjebak Papa ku masuk penjara!" gumam Viona, yang kini berjalan di tepi jalan.


Meskipun Viona terlihat tenang dan hanya diam saja, ternyata wanita ini menyimpan sejuta dendam kepada orang yang telah menjebak Papa nya hingga mati mengenaskan di rumah sakit, akibat penyiksaan yang di terima Mahendra.


Tit...Tit....


Suara klakson mobil, mengagetkan Viona yang hendak menyebrang, lalu ia segera mundur dan tidak jadi menyebrang, saat melihat jalan yang banyak dengan mobil yang lalu lalang.


Sean, tidak menemukan adanya Viona di lobi hotel, ia pun keluar dari tempat itu, dan mencari nya di luar hotel.


Sean sudah tiba di jalan aspal, namun tidak melihat ada nya Viona disana.


"Sialan, jangan sampai wanita ini kabur !" gumam Sean, yang masih mencoba mencari Viona di sepanjang jalan.


Viona masih di tempat semula, ia belum bergerak ke tempat lain. Namun, saat melihat Sean dari jauh berjalan ke arah nya, Viona langsung mempercepat langkah nya untuk pergi meninggalkan tempat itu.


"Viona!" teriak Sean, yang sudah melihat Viona di tempat depan mata nya, yang hendak menyebrang.


"Sean" gumam Viona, langsung menyebrang, dan sebuah mobil dari arah depan membuat Viona terkejut, dan ia pun seketika terpaku disana, apalagi dengan posisi Sean yang sudah mendekat.


Tit... Tit...


Tit... Tit...


Viona yang takut, semakin membuat ia tidak bisa bergerak di tengah - tengah jalan, dan mobil semakin banyak lalu lalang di tempat ia berdiri.


" Hiks ..Hiks .."


Viona yang panik, akhirnya memilih untuk berjongkok di tengah-tengah jalan, semakin membuat Sean panik dan segera berlari ke arah Viona.


Tit.................


Klakson panjang itu, membuat Sean, harus segera menarik Viona dari tempat itu, agar tidak tertabrak oleh mobil.


Bugh !


Viona dan Sean, berguling ke pinggir jalan, dan membuat tangan Sean terluka.


"Apa kau gila!" teriak Sean, mencengkram kuat ke dua bahu Viona, wanita ini masih gemetar karena takut, dan ia tidak berhenti menangis.


Dugh!


Viona langsung memeluk Sean, dan membuat pria ini terkejut, meskipun Sean tidak membalas pelukan Viona, namun ia tidak berusaha melepaskan tangan Viona yang memeluk nya. Dan akhirnya ia pingsan di dalam pelukan Sean.