Wanita Tawanan Tuan Muda Sean

Wanita Tawanan Tuan Muda Sean
Tidak tenang


Sean saat ini berada di ruang kerja yang ada di villa nya,.Sean sedang menunggu Sky untuk datang.


Ceklek !


"Ada apa kau menyuruh ku untuk datang? ada masalah?"Sky,melangkah masuk.Lalu berdiri tepat di belakang Sean yang sedang berdiri di jendela.


"Daftar 'kan pernikahan ku dengan wanita itu,jangan biarkan di ketahui banyak orang,tidak perlu membuat pesta"


"Kau yakin?"


Sean menoleh mendengar pertanyaan itu,Sean menatap tajam ke arah Sky.


"Apa aku pernah bercanda dengan mu?"


"Tapi ini soal pernikahan yang kau bicarakan Sean,apa kau sudah memikirkan nya,jangan hanya ingin menyiksa wanita itu,kau malah merusak karir mu sendiri!"ujar Sky,


"Merusak karir? apa aku mengatakan untuk menyuruh mu mengekspos berita pernikahan itu?"


Sky mengernyitkan dahi nya,ia masih berusaha mencerna ucapan Sean.


"Aku menyuruh mu mengurus pernikahan ku dengan wanita itu,dengan begitu tidak ada orang yang bisa membebaskan nya,atau menuduh serta membawa nya pergi dari sini,karena dia adalah istri Ku,itu alasan kenapa dia harus tinggal disini,selama aku belum puas dan rasa dendam belum hilang,Aku tidak akan membiarkan wanita itu pergi dari tempat ini!"pungkas Sean,dengan mantap.


Terlihat wajah sangar Sean yang sedang tersenyum smirk memikirkan rencana untuk menyiksa wanita yang ada di kamar nya saat ini.


'Membuat alasan seperti itu,apa itu bukan alasan konyol? jika dia ingin menyiksa wanita itu,kenapa dia tidak langsung menyiksa nya saja,atau pun Sean bisa langsung membunuh wanita itu.Siapa yang berani menuntut nya,bahkan hukum tidak berani menyentuh keluarga Jixong bukan? lelucon apa lagi yang ingin Sean main 'kan kali ini?'


Sky masih menatap Sean dengan penuh tanda arti,ia juga bergelut dengan hati nya,tatkala alasan yang di berikan Sean benar-benar di luar prediksi dia.


"Apa kau mengerti sekarang?"Sean kini berdiri di dekat Sky.


"Eeemm,akan aku urus segera pernikahan mu!"


"Kau boleh pergi!"


"Tunggu,kau tidak akan bertanya tentang sejauh mana penyelidikan kasus kematian Nana?"


"Aku sudah menyuruh mu untuk membereskan kasus itu,apa kau perlu menanyakan nya lagi sama aku?"


"Kalau begitu aku akan mengurus nya sendiri!"Sky,langsung pergi dari ruangan itu,dan meninggalkan Sean sendiri.


'Kematian Fonna membuat Sean hilang akal,namun kenapa dia tidak mau menyusut kasus itu sendiri,padahal jaringan Sean lebih kuat dari pihak kepolisian,jika Sean mau,Sean bisa saja menyelidiki nya sendiri,benar-benar aneh'


Sky menepis rasa curiga itu,lalu ia pergi meninggalkan villa keluarga Jixong.


Tepat di jam 22:30 malam,Sean kembali ke kamar nya.Dan melihat Viona yang belum bergerak sama sekali dari ranjang milik Sean.


"Bangun!"titah Sean,suara masih terdengar pelan,melihat Viona tidak bergerak,lalu Sean menarik nya hingga jatuh ke bawah.


Dugh!


"Benar-benar menyusahkan ku!"ketus Sean,lagi lalu melihat wajah Viona yang pucat,luka di tubuhnya juga ikut meradang oleh perbuatan Sean.


Cepat-cepat dia menyentuh hidup Viona,saat mengetahui wanita itu masih bernafas,membuat Sean lega.


"Kamu tidak boleh mati semudah itu,Aku belum cukup puas menyiksa mu!"


Sean mengangkat tubuh Viona ke atas ranjang,lalu mengeluarkan benda pipih dalam saku celana nya.


"Sky,panggil dokter Leon kemari,sekarang!"


Melihat raut wajah Viona yang pucat membuat Sky,merasa sakit,bahkan rasa ini sama dengan rasa saat ia kehilangan Adik perempuan nya dulu,lima tahun yang lalu.Sebuah kecelakaan membuat Sean kehilangan keluarga tercinta nya.


Sean menarik kembali tangan yang akan menyentuh raut wajah Viona.


Ceklek !


"Sean,dokter Leon disini.Aku menjemput nya"Sky langsung masuk dan diikuti dokter Leon.Sean beranjak dari tempat tidur nya,membiarkan dokter Leon memeriksa Viona.


Sean memperhatikan Leon,menyentuh tangan dan juga melihat sekujur tubuh Viona penuh dengan luka.


"Kerjaan mu?"


Sean menatap tajam ke arah Sky,saat pria itu berani bertanya kepada nya,mengenai luka yang ada di tubuh Viona.


"Kau bisa menyuruh dokter Leon pulang sendiri,aku sibuk.Aku pergi dulu"Sky pun berlalu dari kamar Sean.


"Bagaimana?"pria ini melipatkan ke dua tangan nya di dada,sembari bertanya pada Leon.


"Kondisi nya memburuk,ia belum sembuh total dari usai operasi,dan luka di tubuh nya membuat demam tinggi tiba-tiba menyerang tubuh nya yang lemah.Imun nya cukup buruk,dia tidak akan bisa bertahan lama jika kondisi nya terus-terusan begitu"ungkap dokter Leon.


"Tulis resep,aku akan menebus obat nya!"


"Kita harus membawa nya kerumah sakit,dia butuh perawatan yang intensif,serta harus memasang infus segera"


"Lakukan apa yang ku katakan! Kau bisa memasang infus disini pada nya.Aku akan meminta seorang perawat dari rumah sakit mu untuk mengurus dia!"


Leon pun hanya bisa mengalah,ia tidak ingin mati muda karena membantah ucapan Sean,pria kejam tanpa perasaan.


Setelah resep itu di berikan Leon kepada Sean,Leon pun berpamitan.


Blam!


Dalam keadaan tangan masih di dada,Sean memperhatikan tubuh lemah Viona yang belum siuman.Leon melakukan tugas nya sesuai perintah dari Sean,infus telah terpasang.


Sean menunggu hampir dua jam,baru lah perawat yang di minta Sean pada Leon tiba di villa nya.


Sean melihat kedatangan wanita itu di layar monitor yang ada di kamar nya,layar besar yang terpasang di dinding kamar Sean.Meskipun tanpa ada pengawal di luar,siapa pun yang datang ke villa Sean akan mengetahui nya.


Sean menekan tombol kontrol,dan pintu utama terbuka begitu saja.


"Kenapa pintu nya terbuka? apa villa ini berhantu?"gumam perawat itu berdiri di ambang pintu.


Tap...


Tap...


Tap...


Seseorang baru saja turun dari tangga,mata Perawat itu tertuju ke arah Sean,dan saat ia melihat sorotan netra Sean,perawat itu segera menunduk,bulu kuduk nya merinding,aura dalam diri Sean benar-benar membuat wanita ini takut.


"Nama mu?"


"Lusi Tuan"


"Pasien ada di kamar paling pertama,kau bisa langsung melihat nya,nanti aku akan membawa obat ke kamar itu.Tugas mu hanya merawat dia,selepas dari itu bukan tanggung jawab mu,gaji mu seratus juta perminggu.Satu lagi,aku tidak suka orang yang ikut campur dengan masalah ku,dan kamu tidak boleh bertanya apa yang terjadi pada wanita itu,jika kau melanggar,maka hanya nama mu saja yang akan keluar dari tempat ini!"pungkas Sean,yang kini sudah berdiri di depan Lusi.


Lusi mengangguk pelan,serta ke dua tangan dan kaki nya mendingin.