
Sky menoleh melihat ke arah Viona, yang turun dari tangga dengan menggunakan pakaian milik Fonna, membuat Sky dan Sean terkejut.Karena, Viona sangat mirip dengan Fonna.
Sky melihat masih ada bekas luka di tangan Viona yang terlihat sudah mulai memudar.Bahkan, memar di leher Viona terlihat begitu jelas.
"Ada apa dengan leher mu?" Sky sembari menggerakkan tangan nya.
"Oh ini.Ini adalah bekas cinta dari suami ku"ujar Viona yang kini duduk di depan mereka berdua, di sofa single.
"Bekas cinta?"Sky melirik Sean, 'bagaimana bisa di katakan bekas cinta, itu adalah bekas cekikan dari tangan seseorang'.
Sky tahu pelaku nya adalah orang yang duduk di samping nya saat ini.
"Aku akan pergi ke kantor!" Sean langsung berdiri.Begitu juga dengan Sky.
"Suami ku, apa aku bisa ikut dengan mu?"
Sean langsung menoleh dan menatap wanita itu dengan tajam, panggilan yang sangat di benci oleh Sean.
"Kau tidak perlu menekan kata-kata itu, kita hanya menikah di atas kertas, jadi status mu tidak berarti apapun untuk ku!" tegas Sean,lalu ia pergi meninggalkan Viona di ruang tamu bersama dengan Sky.
"Nyonya muda, Kami pergi dulu.Oke"Sky menggerakkan tangan nya, sembari tersenyum, lalu pria itu segera menyusul Sean.
"Jika aku tidak bisa melawan mu, maka aku akan mengikuti permainan mu, kau tahu cara menyakiti orang lain, maka aku tahu cara mengobati nya"
Viona menatap kepergian Sean bersama dengan Sky.Mendengar suara di dapur, Viona segera pergi untuk melihat nya.
"Siapa disana? tanya Viona, pelayan itu segera menoleh dan memberi hormat kepada Viona.
"Kamu pelayan baru?"
"Benar, Saya Tea.Saya akan melayani Nyonya dan Tuan sebaik mungkin"
"Eeemm"
Setelah berbicara sekilas dengan Tea, Viona pun kembali ke kamar, dia ingin mencari sesuatu bukti yang menunjukkan keberadaan Brian.
Tiba di dalam kamar Sean, Viona langsung mencari sesuatu untuk menemukan keberadaan Brian.Namun, hasil nya tidak memuaskan, dia bahkan tidak menemukan apapun.
"Dimana aku bisa mencari keberadaan Brian, sementara pria itu tidak pernah bersikap ramah, saat bersama dengan ku!"Viona duduk di tepi ranjang.
Ceklek !
"Kak ipar!"seru seseorang, Viona langsung terperanjat dan bangun dari tempat duduk nya.
Wanita itu adalah Flaura, adik dari Fonna, calon istri Sean.Flaura melangkah masuk ke dalam kamar Sean, dan melihat ada wanita lain yang duduk di atas ranjang itu, tentu saja membuat Flaura naik darah.
"Siapa kamu? kenapa kamu di dalam Sean?" teriak Flaura, menarik tangan Viona, sehingga membuat wanita itu bangkit dari tempat duduk nya.
"Saya istri Sean!" jawab Viona, dengan apa ada nya.Namun, jawaban itu membuat Flaura tak percaya.
"Ha Ha Ha Ha.Istri ? Istri kata mu? yang benar saja!"Flaura melipatkan ke dua tangan nya di dada, sembari menatap Viona dengan tajam.
"Kalau kamu tidak percaya, kamu boleh tanya sama Tuan Sean langsung "ujar Viona, kembali duduk di atas kasur.
"Bangun, aku tidak ingin melihat mu ada di kamar ini" Flaura menendang kaki Viona, membaut Viona kesal, langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Aaakkhhh"pekik Flaura, saat rambut nya di jambak Viona.
"Lepas sialan ! kau menarik rambut ku, kau bisa membuat ku botak!"teriak Flaura berusaha melepaskan tangan Viona di rambut nya.
"Kamu pikir Aku peduli, aku tidak akan peduli!" Akhirnya Viona dan Flaura saling jambak satu sama lain, sehingga membuat ke dua rambut mereka berantakan, seperti singa yang baru siap berkelahi.
"Apa yang kalian lakukan!"teriak seseorang di ambang pintu kamar, mengagetkan ke dua nya.
Viona dan Flaura pun melepaskan tangan mereka, dan berdiri menoleh ke arah Sean, yang sudah menatap mereka dengan tajam.
"Kakak Ipar..."Flaura berlari ke arah Sean, langsung saja ekspresi Viona berubah, dia melihat pandangan yang tak biasa.
"Kakak ipar liat, sebentar lagi aku akan ada syuting, tapi wanita ini merusak rambut ku, padahal aku sudah berdandan dengan baik untuk film ku hari ini !"
"Bukan kah, ini kau juga sedang berakting?"ucap Viona santai, sembari membernarkan rambut nya yang berantakan.
Sean, langsung menoleh ke arah Viona, ingin sekali pria itu membungkam mulut Viona.
"Kak ipar, wanita ini bilang katanya dia istri mu apa itu benar?"
"Iya" Jawab Sean singkat, Viona membulatkan mata nya, melihat Sean tidak marah mengatakan itu kepada Flaura.
"Kenapa kak kenapa? bukan kah, Kak ipar mencintai Kak Nana, kalau begini sungguh malang nasib Kakak ku, sudah mati tapi calon suami nya malah menikahi wanita lain.Hiks..Hiks..Hiks" Flaura kembali berakting di depan Sean, untuk menarik perhatian pria itu.
Namun, apa yang di lakukan Sean, diluar keinginan Flaura.
"Aku menikahi wanita itu, karena jantung Fonna ada pada nya.Jika tidak mana mungkin aku menikahi wanita lain!"pungkas Sean, kini mulai berusaha menenangkan Flaura, dan memegang ke dua bahu wanita itu.
Disaat Flaura ingin memeluk Sean, pria itu menghindar nya.
"Kamu pergi lah dulu untuk mempersiapkan diri, bukan kah kamu harus syuting sebentar lagi?"
"Benar, kalau begitu Kak ipar aku pergi dulu"
"Eeemmm"
Sebelum pergi, Flaura menatap Viona dengan tatapan tajam, dan meninggalkan kesan kebencian yang teramat dalam kepada wanita itu.
Blam!
Pintu kamar tertutup.Sean, berjalan ke arah Viona.Sean, ingin menyentuh kepala Viona, namun Viona segera menghindar, dan membuat Sean memicingkan kepala nya.
"Bersiap-siap lah, nanti malam kita akan pergi ke pesta, malam ini kamu akan menjadi pasangan ku.Ingat, kau adalah istri dari Sean Gavin Jixong.Kalau kau, berani membuat ku malu, aku akan mematahkan leher mu!" ancam Sean, lalu berbalik pergi meninggalkan Viona.
"Mari kita membuat janji"ujar Viona yang kini bangun dari tempat duduk nya.Sean, menoleh.
"Janji? apa kau pantas membuat janji dengan ku? kau hanya mainan ku, apapun yang ku katakan itu yang harus kau dengar, bukan aku yang harus mendengar kata- kata mu!"tegas Sean, lalu pergi meninggalkan kamar nya.
Brak!
Sean, membanting pintu kamar, Viona menghela nafas nya.
"Pria ini terlalu sulit untuk diajak kompromi, aku harus mencari cara lain, agar aku tahu kondisi Brian.Bagaimana pun, aku harus menyelamatkan nya"gumam Viona, ia pun berbalik dan memilik baju yang telah di siapkan Sean, di dalam lemari.
Viona tidak melihat adanya baju yang sesuai dengan selera dia.Semua gaun di dalam lemari itu terlihat sangat terbuka, dan memiliki belahan dada yang rendah.