Wanita Tawanan Tuan Muda Sean

Wanita Tawanan Tuan Muda Sean
Kembali pulang


Sean, membaringkan tubuh Viona di atas ranjang, dan melewati waktu untuk bertemu dengan Steven, padahal pertemuan itu sangat penting untuk Sean, dan Sky.


"Eeemmm" Viona menggeliat, saat ia sudah di baringkan di atas ranjang oleh Sean, pria itu berdiri di tepi ranjang, dan menatap sekilas ke arah Viona.


"Apa yang membuat ku peduli dengan gadis ini? masih ada misteri di balik keluarga Mahendra yang mungkin, aku tidak tahu" gumam Sean, lalu beranjak pergi menuju balkon.


Sean adalah mafia yang berhati batu, di banding dengan Steven, sifat nya mungkin lebih kejam, bahkan Sean, takut untuk jatuh cinta kepada Viona, karena orang seperti Sean, tidak mudah percaya akan cinta.


"Hallo?" Sean meletakkan ponsel di telinga nya, seseorang menghubungi Sean, seperti nya itu adalah informan yang di bayar oleh Sean.


[Tuan, aku sudah menemukan informasi penting mengenai, kerja sama yang di lakukan oleh Tuan Mahendra dengan seseorang yang berhubungan langsung dengan kematian adik perempuan anda]


"Baik, temui aku di jalan Mataram, kita akan membahasnya disana"


[Baik Tuan]


Panggilan terputus, Sean menyimpan kembali Ponsel di dalam saku nya, lalu meninggalkan Viona yang berbaring di atas ranjang.


Tiba di tempat yang telah di janjikan, disebuah gedung terbengkalai, yang tak pernah di gunakan lagi.


"Selamat malam Tuan"


"Malam"


Sean, langsung masuk, mengikuti informan itu, yang memakai topeng, dan selalu menyembunyikan wajah nya di balik topeng.


"Katakan, informasi apa yang kamu dapat "


"Tentu saja informasi tentang, siapa dalang di balik kematian Nona Angel" pungkas pria itu, Angel adalah adik perempuan Sean, yang berprofesi sebagai dokter muda, dan dia harus nya akan menjadi dokter tahun ini, tapi takdir tidak berpihak kepada nya.


Alasan rumah sakit Jixong di bangun adalah, karena Angel, selain ingin menjadi dokter, Sean berharap adik nya dapat memiliki rumah sakit sendiri.


Banyak musuh keluarga Sean, dari kalangan bisnis dan juga mafia, tidak heran jika keluarga nya adalah incaran orang jahat.


"Ini, ini dan ini" Pria informan itu, mengeluarkan beberapa foto lalu meletakkan nya di atas meja, ada foto Mahendra, foto Flaura dan foto Brian.


"Kenapa ada pria ini disini?" Sean mengambil foto Brian, salah satu pria yang tentu saja di kenal oleh Sean.


"Pria ini orang yang di sukai Nona Angel, dia adalah senior Nona Angel, dan di hari dimana Nona Angel hilang, dia sempat bertemu dengan Pria ini, dan saat itu pula jejak Nona Angel hilang, selama tiga bulan, dan tiga bulan kemudian, keluarga Jixong menemukan Nona Angel dalam keadaan tidak bernyawa, ini foto disaat Nona Angel di temukan"


Pria itu mengeluarkan foto terakhir milik Angel, dan ada banyak luka di sekujur tubuh Angel, dan itu membuat tim penyelidik curiga, kalau ini bukan kasus penculikan saja, tapi kasus pembunuhan juga.


"Apa hubungan Mahendra dengan kasus Angel ?"


"Tuan Mahendra memiliki bisnis gelap yang tidak di ketahui oleh keluarga nya, dia bekerja sama dengan Tuan Maros, kasus korupsi yang menimpa Tuan Mahendra, itu hanya lah jebakan dari Tuan Maros, untuk menghilangkan bukti, jika dia juga terlibat dalam kasus kematian Nona Angel" ungkap informan tersebut.


"Angel hilang di bar Asoka, dan pelaku nya telah di temukan, tapi ternyata ada dalang besar yang selama ini berkeliaran di sekitar kita, dan aku tidak tahu?" Sean menatap informan itu.


"Nona Flaura yang mengirim Nona Angel kepada Tuan Maros, dan menjadikan nya ladang uang!"


Mendengar penuturan informan itu, membuat wajah Sean memerah, rahang nya mengeras, serta tangan nya mengepal, meremas foto yang ada di atas meja.


"Ada sepuluh bekas luka di tubuh Nona Angel, dan dua bekas tusukan di bagian belakang tubuh Nona Angel, dan bagian ******** nya terdapat luka yang cukup parah, dan itu terbukti selama tiga bulan dia menjadi santapan para pria hidung belang"


Brak!


Sean, mengebrak meja yang ada di depan nya, emosi nya sudah meluap sejak tadi, dan Sean tidak bisa menahan diri.


"Aku ingin Flaura merasakan apa yang di rasakan Angel, jangan biar 'kan dia mati begitu sja!" tegas Sean, saat ini Flaura ada di tangan informan itu.


"Baik"


Sean, lalu memikirkan Brian, kenapa pria itu menolak Angel, bukan kah Keluarga Jixong cukup terkenal saat itu ? dan itu menjadi pertanyaan buat Sean.


"Katakan, apa yang terjadi di hari Angel pergi ke Bar ?"


"Hari dimana Nona Angel pergi ke Bar, ternyata dia baru saja di tolak cinta nya oleh Brian, dan hari itu Brian mengatakan jika dia mencintai anak dari Tuan Mahendra, tidak mencinta Nona Angel. Nona yang putus asa akhirnya pergi ke bar, dan tanpa di ketahui oleh Nona Angel, Nona Flaura telah menyusun rencana itu sejak awal, saat Nona Flaura tau, kalau Nyonya Jixong tidak menyukai Flaura, tapi hanya menyukai Fonna saja"


"Masuk akal, jadi awal mula terjadi penculikan itu ada kaitan nya dengan Brian dan Viona?" gumam Sean.


Kini kebencian Sean, terhadap Viona semakin dalam, padahal Viona tidak pernah tahu apa yang terjadi di antara mereka semua, saat itu Viona sendiri sering sakit- sakitan karena penyakit jantung yang ia derita.


Brian juga tidak pernah mengungkapkan perasaan nya terhadap Viona, dan disini Sean telah paham lagi terhadap Viona.


"Aku ingin semua informasi tentang bisnis gelap Keluarga Maros, aku juga ingin informasi tentang anak perempuan Tuan Maros, aku ingin wanita itu merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan oleh Angel, untuk Viona aku bisa mengatasi nya"


"Baik Tuan, aku akan mengirim semua informasi ini kepada Tuan Sky, besok sore"


"Baik"


Setelah mendapatkan semua informasi, bukan nya membuat Sean tenang, tapi malah membuat Sean, gelisah sepanjang perjalanan menuju villa.


Tiba di Villa, Sean segera masuk ke dalam kamar nya dan melihat Viona yang masih berbaring di atas ranjang, dalam posisi yang masih sama.


"Dari mana aku harus memulai nya? apa aku harus menyiksa mu, lalu membunuh mu? atau aku harus memperlakukan mu begitu baik, lalu menghempas mu ke jurang kematian?"


Sean, berbicara sendiri di samping ranjang dimana Viona tertidur. Lalu, Sean menerima pesan dari Sky, jika dia telah membereskan semua urusan mereka dengan Tuan Steven.