
...Happy Reading...
PERHATIAN.. HARAP DIBACA PADA MALAM HARI ðŸ¤
Baru kali ini Ganesh melihat tingkah istrinya yang sangat berbeda dari biasanya, sedari awal mereka menikah Adelia tidak pernah menunjukkan sifat yang seperti ini, walau pernikahan mereka berdua tidak dalam perencanaan sekalipun Adelia tidak pernah menunjukkan kemarahannya secara langsung seperti ini.
Dengan perlahan Ganesh mengintip istrinya yang ternyata duduk bersandar di Gasebo disamping kolam renang rumah itu, sambil membetulkan kain sarungnya.
" Sayang." Sapa Ganesh dengan penuh kelembutan.
" Ngapain kesini?" Umpat Adelia yang langsung melengos tidak mau melihatnya.
" Kangen kamu." Jawab Ganesh dengan penuh kesabaran.
" Ciihh... kangen apanya, sama tante-tante itu kali, atau sama mantan kamu yang seksih-seksih itu." Adelia bahkan tidak mau didekati suaminya, dia terus menjauh saat Ganesh mendekatinya.
Wah... nggak beres ini, kalau dibiarin bisa puasa terus ini tiap malam.
Grep!
Ganesh langsung menarik lengannya istrinya dan memeluk tubuhnya dari belakang.
" Kamu kenapa sayang? kakak salah apa sama kamu, cerita dong?" Ganesh langsung menghujani kecvpan dikepala istrinya.
" Hiks.. hiks.."
Tiba-tiba terdengar suara isakan tangis Adelia perlahan.
" Loh... kok malah nangis? kakak minta maaf sayang kalau ada salah sama kamu? tapi jangan ngambek begini dong?" Ganesh langsung memutar tubuh istrinya dan menangkupkan kedua tangannya kewajah Adelia yang ternyata sudah banjir air mata.
" Apa aku sudah tidak menarik lagi dimata kamu kak?" Tanya Adelia dengan pilu, seolah dia menjadi wanita paling tersakiti kali ini.
" Astaga sayang, kamu ini ngomong apa?" Ganesh tidak menyangka istrinya bisa beranggapan seperti itu.
" Trus kenapa tadi malam kakak nggak itu... sama aku." Ucapnya sambil menunduk sedih.
Itu? itu apa maksudnya? apa benar kata Ray dan momny mertua?
" Itu kenapa sih yank? kakak salah apa? coba katakan yang jelas sayang, biar kakak bisa memperbaiki kalau ada kesalahan." Ganesh mencoba menelisik wajah istrinya.
" Yang kayak biasanya kalau tengah malam tuh, biasanya juga selalu minta nambah, trus kenapa tadi malam tidak mau menyentuhku sama sekali, kamu udah bosan ya sama aku, mau cari yang seger-seger gitu?" Adelia langsung memukul dadaa suaminya dengan kesal.
" Pffftthhh... astaga sayang, sini aku pelvk!" Ganesh langsung merengkuh tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat.
Astaga... ternyata memang tepat dugaan mereka, ya ampun sayang, apa dia benar-benar hamil ya?
" Kamu jahat kak, jangan pernah berfikir untuk selingkuh dibelakangku ya, walau mungkin aku tidak secantik dulu lagi, aku nggak rela pokoknya, titik!" Adelia seolah mencurahkan segala isi hatinya.
" Nggak bakalan dong sayang, cuma kamu yang ada dihatiku sekarang, dan sampai selamanya."
Bahagia? itulah yang Ganesh rasakan kali ini, dia bahkan sering berfikir kalau selama ini perasaan istrinya itu tidak seperti saat pertama kali mereka jadian, dan hanya bentuk rasa tanggung jawab sebagai istri saja, tapi sekarang Ganesh mulai yakin, kalau ternyata istrinya sudah benar-benar menerima bahkan menginginkan dirinya seutuhnya.
" Lain kali kalau kamu teringin, tinggal ngomong aja sayang, semua yang ada pada diriku itu milikmu, jadi jangan malu kalau mau minta ya." Ganesh mencoba untuk memasang tampang cool, walau sebenarnya dia sudah tidak tahan lagi ingin tertawa.
" Kakak itu yang nggak peka." Adelia mengusap air matanya yang masih menetes.
Sebenarnya Adelia pun bingung dengan apa yang dia rasakan, dan hanya marahlah yang dia bisa, untuk melampiaskan semua kekesalannya yang tiba-tiba muncul.
" Kan bisa pagi, kok malah asyik liatin tante-tante senam sambil ngopi, nyebelin banget!"
Allohu Akbar... sebegitu inginnya dia? sampai ngambek seperti ini? biasanya dia cuek saja, dia Adelia bukan sih?
" Ya sudah, pokoknya mulai malam ini hal itu nggak akan terlewatkan deh, kalau kakak lupa kamu ingetin, kalau enggak kamu naikin aja tubuh kakak, okey?" Ganesh semakin semangat menggoda istrinya.
" Ckk... malas." Umpat Adelia yang langsung menyembunyikan wajahnya di dadaa bidang suaminya.
" Kakak janji nggak akan lupa, pokoknya setiap hari, jadi jangan ngambek lagi dong, kakak nggak bisa kamu cuekin kayak begini sayang." Ganesh semakin mempererat pelukannya.
" Kak?"
Adelia memanggilnya dengan suara parau, dan entah mengapa hasr@tnya muncul kembali saat dia mencivm wangi keringat suaminya, padahal belum mandi.
" Astaga yank, kamu mau sekarang?"
Ganesh langsung mengempeskan perutnya saat tangan Adelia menyingk@p sarungnya dan mulai mengobrak-abrik isi didalamnya, apalagi Ganesh tidak menggunakan celana boxer, semakin mudah saja istrinya membangunkan nuklir miliknya.
" Kak?"
Adelia menatap sayu wajah Ganesh yang langsung belingsatan dan mulai mengeluarkan keringat dingin seketika, masalahnya hari sudah mulai siang dan mereka hanya di Gasebo disamping kolam renang, apalagi ada Ray juga kedua mertuanya, ditambah lagi dia tadi sengaja diam-diam mengirim pesan agar Hana datang.
" Jangan sekarang ya yank, ini bukan dirumah kita berdua, jadi nggak bisa bebas kek begituan disembarang tempat, kalau mereka lihat bagaimana?" Ganesh menengok ke kanan dan kiri, malu kalau ada yang lihat, sementara Adelia malah terlihat asyik dengan kegiatannya.
" Maunya sekarang kak." Dia bukan seperti sosok Adelia yang Ganesh kenal selama ini.
" Argh... yank, jangan disini please? kita ke kamar kamu yuk?" Ganesh pun sudah merem melek saat juniornya dibuat seperti mainan oleh istrinya.
" Aku maunya disini kak." Rengek Adelia yang semakin menjadi.
" Tapi kamu sering berisik yank kalau lagi begituan, nanti keluarga kamu mergokin kita disini gimana?" Ganesh tidak habis pikir istrinya jadi menggila seperti ini.
" Mereka jarang kesini, daddy dan mommy lebih suka minum teh ditaman depan rumah kalau pagi begini." Jawab Adelia yang tetep ngotot.
" Beneran? pengen banget sekarang yank, nggak mau nanti di kamar saja?" Ganesh menatap wajah istrinya yang memang terlihat mupeng banget.
" Hmm." Adelia menggangukkan kepalanya dengan cepat.
Bomatlah... malu pikir belakangan!
" Ya sudah... tapi sambil duduk aja ya, kamu nggak boleh teriak juga nanti, sekarang kamu masuk dalam sarung, pelan-pelan saja okey?"
Walau ragu Ganesh tetap melakukannya juga, daripada istrinya marah-marah lagi, lagian kan membahagiakan istri itu dapat pahala juga, gede lagi, apa salahnya?
" Yeee..."
Adelia bahkan bersorak seperti mendapatkan tas branded keluaran terbaru dan limited edition.
A few moment later..
Tanpa terasa tangan Hana mulai gemeteran, dia langsung mencengkeram lengan Raymond dengan kuat yang ternyata sedang menahan nafas dan menutup mulutnya sendiri, namun mata mereka berdua tetap melotot kearah Gazebo, yang terbuat dari kayu jati yang terukir dengan indahnya didepan sana.
..." Jika sudah waktunya, hujan akan turun, jika sudah masanya bunga akan bermekaran, dan jika sudah saatnya, doa-doa kita pasti akan dikabulkan oleh-NYA."...
JANGAN LUPA LIKE DAN HADIAHNYA YA BESTIE😊