Three Angels Of Fire

Three Angels Of Fire
sembilan


dua jam sudah berlalu dan dokter belum juga keluar dari ruangan Reno, membuat mereka yang menunggu khawatir


beberapa menit kemudian akhirnya dokter keluar


"bagaimana dok?" tanya Melvin seraya berdiri di ikuti oleh Regan dan Reyhan di belakangnya


"syukurlah pasien sudah sadar dari koma nya, dan kini tinggal menunggu ia bangun karena tadi saya berikan pasien bius agar ia dapat beristirahat" jelas dokter tersebut


"saya permisi" lanjut dokter itu pergi dengan para suster di belakang nya


Cklek


"Lo berhasil lewatin koma Lo no" ucap Regan ntah pada siapa


"ia dia hebat" saut Reyhan dengan wajah terharu


"kita harus kabarin Nayya dan adik adiknya" ucap Melvin pada kedua temannya itu


"yaudah biar cepet masing masing hubungin satu orang, gue Lina" ujar Regan seraya merogoh ponselnya untuk menghubungi Lina


"gue nayya" saut melvin lalu pergi keluar ruangan


"gu.. loh anjir gua harus hubungin si ratu babi? ah anjir males banget ntar dia malah ngamok kalo gua telpon" sewot Reyhan saat menyadari ia kebagian menghubungi queen


"udah deh cepetan ini gawat darurat gakusah banyak drama" Reyhan mendengus sebal dengan ucapan Regan namun, tak ayal ia merogoh ponselnya dan menghubungi queen


Tutt


Tutt


Tut~


"Halo! apaan!! kangen ya lu Ama gua? emang pesona azqueena itu gak bisa dilupain ya!! hahahah"


"eh babi dengerin gila"


"Weh KOLOR MINION Lo ngatain gua babi"


"udah deh sorry sorry gua minta maaf makannya dengerin dulu"


"bacot paan lu gua lag..."


"Reno sadar!"


"oh oke oke... APA?! RENO DADAR? EH SADAR?!"


"berisik cepetan kes.."


Tut.


dengan tak sopan nya queen mematikan panggilan secara sepihak membuat Reyhan kesal, belum juga selesai ngomong udah dimatiin batin nya


"udah?" tanya Melvin yang baru masuk kedalam ruangan


"udah lina bilang dia bakalan kesini tapi bakal lama sampe nya kayanya, soalnya dia lagi gak ada di sini" jelas Regan


"lah emang dimana dia?" saut Reyhan


"gatau yang jelas Lina pergi sama dua saudara nya atas perintah kak nayya" Reyhan hanya manggut manggut tak mau memperpanjang


"kalo kak nayya nya gimana ?" tanya Reyhan seraya menoleh ke arah Melvin


"gatau dia cuman jawab hm hm doang" Regan dan Reyhan yang mendengar itu hanya dapat menahan untuk tidak tertawa keras


jam sudah menunjukan pukul 20.15


Cklek


atensi seluruh orang yang ada dalam ruangan seketika tertuju pada seseorang yang sudah membuka pintu tersebut


"eh Lin, mana kak nayya sama queen?" tanya Regan saat hanya melihat Lina di sana


"mereka pergi ke kantin RS dulu buat beli makan, kita belum makan" jawab Lina lalu duduk di samping Regan


"Reyhan sama kak Melvin mana?"lanjut Lina bertanya


"mereka pulang dulu mau bersih bersih" Lina hanya manggut manggut mendengar jawaban Regan


Cklek


"kak, dek sini!" ajak Lina


queen duduk di sebelah kanan Lina dan nayya di sampingnya


...----------------...


jam sudah menunjukan pukul 08.00 pagi, langit pagi ini sangatlah cerah dan orang orang mulai melakukan kegiatan mereka masing masing dengan semangat


namun, berbeda dengan tujuh makhluk yang masih meringkuk di tempat tidur mereka masing masing tanpa mempedulikan cahaya pagi yang berusaha membangunkan mereka


siapalagi jika bukan A3 dan keempat lelaki yang merangkap menjadi sahabat mereka, untuk Reno ia sudah bangun dan berbincang sedikit dengan semua temannya tengah malam tadi sehingga mereka masih mengantuk sekarang


"Eunghh geser Napa sih, sempit nih" gumam Lina pada queen yang terus saja menendang nendang tubuh nya


mereka tidur diruangan Reno dengan menggunakan beberapa kasur


Lina dengan queen


Melvin dengan Regan


nayya sendiri


Brukk


seketika semua terlonjat kaget langsung terduduk dengan wajah linglung mereka saat mendengar suara jatuh sangat keras


"Awsss aduh sakittt bangettt" lirih Lina saat ia terjatuh dengan posisi terduduk


"yaampun dek" kaget nayya langsung membantu adiknya itu duduk di kasur


"sakit banget pantat aku kak, queen tidurnya gak mau diem" adu Lina seraya memeluk kakaknya, maklum bangun bobo mood nya belum stabil


"Hahahaha ngakak banget aduh kenapa bisa gitu sih" tawa Reyhan pecah saat nyawa nya sudah terkumpul


"hahahha sumpah perut gua sakit" tawa Regan dengan memegang perutnya


"heh kalian ini udah, liat tuh" mereka berdua mengikuti arah pandang Melvin, di sana nayya menatap mereka dengan datar dan tajam


"piss kak heheh" ucap mereka berdua bebarengan


"udah sekarang bersih bersih" titah nayya pada semua orang


...----------------...


setelah kejadian tadi pagi kini Lina ngambek kepada Reyhan, Regan dan tentu saja pada queen yang membuatnya terjatuh


"udah dong maafin kita, kita kan gak kuat nahan ngakak tadi" bujuk Regan


"iya kak aku gak sengaja sumpah aku gak sadar kak" saut queen


"ah lu si! kalo tidur itu jangan banyak tingkah" sewot Reyhan pada queen


"paan sih orang gua gak sadar mau gimana" bela queen


"udah deh kalian ini kaya anak anak aja" lerai Melvin


"udah dek, maafin aja mereka udah itu Kita makan makan Kakak traktir, lagian Reno juga nanti sore udah boleh pulang" lanjut nya seraya ikut membujuk Lina


"oke deh kalo gitu" jawab Lina lalu memainkan ponselnya


sementara nayya hanya diam tak minat untuk ikut berbincang dan begitu pun dengan Reno karena ia masih lemas


...----------------...


sesuai perkataan Melvin tadi, kini mereka sudah berada di sebuah cafe mewah yang berada di tengah kota


"ayok kalian pesen aja sepuasnya" titah Melvin seraya menyodorkan menu pada mereka, setelah selesai memesan dan makanan telah sampai mereka makan dengan nikmat


"makasih ya kalian selalu ada buat reno" ucap Reno tiba tiba membuat mereka menoleh ke arahnya seraya mengangguk dan tersenyum


"jangan sungkan, kita adalah keluarga" ucap nayya yang berada di sebelah nya sambil mengusap kepala Reno dengan lembut, mereka iri dengan Reno yang diperlakukan seperti itu oleh nayya namun mereka juga bahagia


Reno sudah di jelaskan oleh mereka kemana ayah tirinya, awalnya Reno terkejut namun ia sudah ikhlas dan berpikir mungkin itu lebih baik, tidak ada yang lebih baik daripada papa Raskal ucap nya


Reno juga sempat bertanya kemana pergi nya Leona namun mereka menjawab tidak tau karena memang mereka tak tau dimana gadis itu sekarang, yang mereka tau hanyalah satu bahwa gadis itu adalah gadis licik seperti ayahnya


untuk masalah Melvin pada nayya, ia sudah membicarakannya saat nayya tiba di rumah sakit dan nayya sudah memaafkannya namun, jika sekali lagi Melvin berlaku bodoh seperti waktu itu tanpa mencari tau kebenarannya maka nayya berjanji akan pergi jauh dari kehidupan Melvin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


setelah acara traktiran dadakan tadi, Reno diantar oleh mereka menuju mansion nya lalu mereka pulang ke mansion mereka masing masing


dan kini A3 baru sampai di mansion Nayya karena memang mereka akan tinggal di sini untuk sementara


"kakak keatas dulu" ucap nayya lalu pergi meninggalkan kedua adiknya


Lina dan queen hanya memainkan ponsel mereka masing masing tanpa minat untuk bersuara, karena mereka benar benar merasa sangat lelah untuk saat ini


Tap


Tap


Tap


langkah kaki terdengar dari arah tangga sehingga mereka menoleh, mereka kira itu adalah nayya kakak nya yang sudah selesai dengan kegiatannya


namun, mereka salah di sana terlihat dua lelaki dengan wajah yang sama namun raut yang berbeda, lelaki di depan terlihat ramah dan baik sedangkan lelaki di belakangnya terlihat dingin, datar tak tersentuh hampir sama dengan kakaknya pikir mereka


tanpa sadar kedua lelaki tersebut sudah duduk di sofa depan Lina dan queen


"Hai..." sapa lelaki dengan wajah ramah seraya melambaikan tangan kepada mereka


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


BANTU SUPPORT YAA!!!


TYPO TOLONG DIKOREKSI!!!