
Malam hari ini sangat lah indah dengan banyak nya Kilauan bintang di langit membuat siapa pun yang memandangnya enggan untuk berpaling darinya
kini dirumah sakit tepatnya ruang inap nayya, ia hanya ditemani oleh Melvin, Fredick dan Anita dipaksa pulang oleh nayya agar mereka dapat beristirahat dengan nyaman begitu pun dengan Lina dan queen, sedangkan Regan dan Reyhan berada di ruang rawat Reno
nayya terbangun tengah malam ah atau pagi, karena jam sudah menunjukan pukul 02.45 dini hari
"eunghh" lenguhan nayya lalu terduduk untuk mengumpulkan nyawa nya yang belum stabil, ia haus sangat ingin minum namun, tak enak membangunkan Melvin yang terlihat sangat nyenyak dalam tidurnya di sofa ruangan tersebut jadi ia putuskan untuk mengambilnya sendiri
karena memang ruangan nayya memiliki dapur dan lainnya layaknya rumah sendiri (maklum ruangan pribadi keluarga Abraham) seharusnya ada setidaknya satu gelas dinakas samping brankar namun habis maka dari itu ia akan pergi kedapur
nayya pun beranjak dari brankar dengan tangan kanan membawa cairan infus nya, namun baru saja ia akan melangkah kakinya tersandung selimut dan jadilah ia terjatuh dengan dagu menghantam lantai dengan cukup keras
Brak
dug
karena suara yang cukup keras Melvin sampai terbangun dan mencari asal suara itu, ia melihat nayya jatuh tengkurap dengan darah diperut karena bekas luka yang kembali basah
"nay, astaga kalo mau apa apa bilang sama aku bangunin aku bukan malah sendiri jadi gini kan, mana yang sakit ??" cerocos Melvin karena khawatir dengan keadaan nayya seraya membantu nayya bangkit dan mendudukannya dibrankar
"euhh sakit.." keluh nayya seraya memegang dagunya yang memerah
"kamu mau apa Hem?" tanya Melvin seraya membenarkan posisi nayya dan membantu membersihkan darah dari luka yang membasah
"mau minum" jawab nayya dengan suara yang cukup kecil
"kenapa gak bilang aku? kenapa gak bangunin aku?"
"gak tega"
"tapi jadinya kamu kaya gini kan"
"lagian jauh takut gak kedenger" jawab nayya karena memang jarak brankarnya dan sofa tempat Melvin tidur cukup berjauhan
setelah luka nayya dibersihkan Melvin pun berjalan kearah dapur untuk mengambil air untuk nayya, nayya meminumnya dengan cepat karena memang ia sangat haus
"udah tidur lagi, aku disini gak bakal jauh jauh" ucap Melvin seraya mengusap lembut rambut hitam lebat milik nayya, membuat sang empu nyaman dan tertidur
karena ia tak ingin kejadian seperti tadi terjadi lagi Melvin pun memutuskan untuk tidur di brankar nayya, yaa karena memang brankar nayya besar cukup untuk mereka berdua bahkan lebih
tanpa sadar nayya memeluk Melvin dengan erat begitu pun sebaliknya
...----------------...
sedangkan di markas 'Fire Angels' Fredick datang keruangan khusus penyiksaan untuk menyiksa Dimas karena sudah membuat putri sulungnya harus menginap di rumah sakit serta membalas kan dendam yang akan putrinya lakukan
ia akan membalaskan dendam putri nya tersebut atas permohonan dari Lina dan queen yang ingin agar Dimas segera dieksekusi, selain membuat nayya masuk rumah sakit ia juga sudah membuat Reno koma.
brak
suara tendangan dari arah pintu mengalihkan atensi pria paruh baya yang sudah tak berdaya dengan rantai ditangan dan kakinya
"to-tolonghh a-akuhh" lirih Dimas Robertson yaa siapa lagi jika bukan dia
"Hahahaha tolong katamu? setelah membuat putriku masuk kedalam rumah sakit dan membuat putra mu sendiri koma ya.. walaupun putra tiri kau tetap lah manusia biadab" teriak Fredick seraya mengarahkan anak panah pada dada kanan Dimas lalu
flesshhh
"akhhh"
"aku mohon.. bu-bunuh sa-sajalah a-aku"
"tak semudah itu"
Dor
"akhh"
"aku mo-mohon"
Ctass
Ctass
Ctass
Ctass
Ctass
semua cara penyiksaan telah Fredick berikan pada Dimas dengan tidak ada rasa kasihan sedikit pun terpancar dari wajah nya
"bereskan dia, aku ingin dia mati sekarang juga dan hilangkan jejaknya" titah Fredick pada penjaga disana
"baik tuan" jawab penjaga tersebut seraya membungkukan tubuhnya untuk memberi hormat pada Fredick
...----------------...
sekarang Lina dan queen baru saja keluar dari sekolah mereka dan akan langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat sang Kakak dan juga sahabat mereka Reno
namun saat mereka baru saja akan menuju parkiran, Lina melihat seorang gadis yang menurutnya tak asing
"hey, itu cewe yang ada dirumah Reno kan?" tanya Lina seraya menepuk pundak queen, membuat queen yang sedari tadi fokus pada ponselnya mengalihkan pandangan ke arah yang kakak nya tunjuk
"ahh iya dia kakak tiri nya Reno, si Leona itu" jawab queen dengan mata yang terus memperhatikan Leona yang tak jauh dari tempat mereka berdiri
beberapa menit mereka memperhatikan Leona tiba tiba, yang diperhatikan sedari tadi melangkah menuju mereka membuat Lina dan queen heran namun tak ayal mereka tunggu
"hey kalian adik si datar kan?" tanya Leona setelah sampai didepan Lina dan queen
"itu loh kakak kalian siapa lagi cuman satu kan" ucap Leona, dan oh mereka paham yang ia maksud adalah nayya
"memangnya kenapa ya?" sekarang giliran Lina yang bertanya
"euhmm gue mau ketemu sama dia" jawab Leona sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"mau apa Lo? mau nyakitin kak nayya lagi kaya bokap Lo? hah?" sewot queen dengan wajah tak suka saat Leona mengatakan ingin bertemu dengan nayya
"gue ada perlu, cepatan Napa sih kasih tau ribet amat lu bocah" balas Leona yang tak kalah sewot
setelah beberapa menit mereka berdebat akhirnya Lina memperbolehkan Leona untuk menemui Kakaknya itu
...----------------...
"udah kenyang" ucap nayya seraya mendorong sendok bubur yang telah Melvin sodorkan kedepan mulutnya
"tiga suap lagi nay.." ucap Melvin sekaligus membujuk nayya
"Gak, mual" jawab nayya seraya memainkan ponselnya yang sedari tadi menganggur diatas nakas
"yaudah kalo gitu" ucap Melvin lalu beranjak pergi kearah dapur untuk menyimpan mangkuk bubur nayya dan piring sisa dia makan
Tring nanana~ Tringg nanana~ 📞
ponsel nayya bergetar layar menunjukan nama 'Mama' menandakan telpon masuk, tanpa ba-bi-bu nayya langsung mengangkat nya
"Hallo ma?"
"hallo sayang"
"ada apa ?"
"euhmm itu sayang mama dan ayah ada urusan yang harus diurus di perusahaan cabang Itali"
"lalu? kalian akan pergi lagi?"
"iya sayang gapapa?"
"hemm gapapa nanti aku kabarin sama Lina dan queen"
"maaf ya sayang mama gakbisa rawat kamu ketika kamu lagi sakit kaya begini"
"gapapa aku baik, hati hati"
"iya sayang nanti biar mama aja yang ngabarin adik adik kamu, kalo ada apa apa kamu harus hubungin mama atau ayah apapun yang terjadi oke"
"iya ma"
"janji okee"
"janji, yaudah aku tutup dah"
"iya sayang"
Tut
setelah sambungan telpon nayya putuskan secara sepihak ia langsung menaruh ponselnya di nakas, dan tak lama Melvin datang
"siapa tadi nay? aku denger kamu ngobrol?" tanya Melvin yang tak sengaja mendengar percakapan nayya dengan seseorang
"mama, pergi lagi" jawab nayya seadanya
"baru juga pulang kan dari Eropa Sekarang kemana lagi?" tanya Melvin seraya duduk di kursi samping brankar nayya
"Itali"
"yaudah gapapa kamu ada aku yang jaga"
"lebay"
Melvin hanya terkekeh geli dengan jawaban andalan nayya
setelah itu tak ada percakapan lain diantara mereka lalu beberapa menit kemudian
Cklek
"kak....kita datang..." ucap queen sedikit berteriak
"berisik tau dek ini rumah sakit bukan hutan" sewot Lina kesal
namun atensi nayya dan Melvin tertuju pada seseorang yang berada dibelakang Lina dan queen
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
BANTU SUPPORT YAA!!!!
KALO ADA TYPO TOLONG KOREKSII!!!!