Three Angels Of Fire

Three Angels Of Fire
dua


semua yang berada didalam ruangan Reno seketika terkejut dan menoleh ke arah pintu


"aku bilang, apa yang kalian sembunyikan?!" tanya nayya dengan suara rendah dan tak lupa wajah datar nya


"i-itu ki-kita ti-ti...." ucap Regan terbata bata karena gugup dan takut dengan tatapan membunuh nayya


"katakan!" ucap nayya dengan menatap tajam keempat lelaki yang ada disana


"udah kak, duduk dulu" ucap Lina seraya menarik pelan tangan sang KK untuk duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut


"kalian nyembunyiin sesuatu ya dari kita? hah? hah? jujur ayo jujur, kalian gak anggep kita sahabat? bahkan kita udah anggep kalian saudara loh, tega banget kalian nyembunyiin sesuatu dari kita" protes queen dengan wajah sedih yang dibuat buat


"kita gak sembunyiin apa apa" ucap Melvin yang sedari tadi diam


"gak perlu ditutup tutupin kita juga udah tau, kita cuma pengen kalian jujur dan ngomong sendiri Sama kita" ucap Lina dengan wajah yang sedikit kecewa dengan apa yang para lelaki itu sembunyikan dari mereka


"eh tapi gue mah kan gatau, gue kan sama kalian bertiga daritadi" ucap Reyhan karena tak mau ikut disalahkan


seketika ruangan tersebut hening tanpa ada yang mau bersuara, tak lama dari itu nayya beranjak dari tempat duduknya lalu keluar dari ruangan tersebut tanpa sepatah kata pun


Lina dan queen yang melihat kakak nya keluar hendak menyusul namun ditahan oleh ucapan Melvin


"kalian diem, biar gue aja" lalu beranjak pergi keluar ruangan menyusul nayya


...----------------...


Rooftof Rumah Sakit


angin sejuk menerpa rambut hitam lebat seorang gadis yang tengah duduk memikirkan sesuatu yang baru saja terjadi, ya gadis itu nayya


setelah ia keluar dari ruangan Reno tadi, ia pergi ke sini untuk mencari ketenangan, ia mengambil lolipop kecil yang ada pada saku celana nya lalu ia masukan kedalam mulut nya


tiba tiba terdengar tendangan kecil dari pintu rooftop


brak


dia Melvin, setelah berusaha mencari nayya kemana mana akhirnya ketemu juga disini, Melvin menghampiri nayya dengan cepat lalu duduk disampingnya


"masih suka lolipop ternyata" ucap Melvin terkekeh melihat orang sedingin nayya yang sangat suka dengan lolipop


"nay.." panggil Melvin, namun tak ada jawaban dari nayya membuatnya kesal


"nay!" panggilnya lagi dengan nada cukup dingin dan datar


nayya hanya menoleh dan betapa terkejutnya Melvin ketika melihat Mata nayya yang sudah merah berkaca kaca menahan tangis


Dengan sigap Melvin memeluk tubuh nayya yang bergetar itu seraya mengusap lembut rambut hitam legam milik nayya


beberapa menit berlalu kini nayya sudah tenang dan berhenti menangis, nayya melepas pelukan tersebut ia menatap mata coklat milik Melvin lalu tersenyum tulus


"makasih" ucap nayya lalu mendongak menatap langit


"hemm" dehem Melvin lalu mengikuti arah pandang nayya


hemmm ada apa yaa sama mereka....


...----------------...


sedangkan itu diruangan Reno semuanya seketika diam setelah kepergian nayya dan Melvin tadi, mereka tau nayya kecewa dan marah namun bukan pada mereka semua melainkan pada dirinya sendiri karena merasa tak berguna untuk yang lainnya


mereka tau bahwa nayya sudah menyayangi mereka dari dulu karena mereka sudah berteman dari lama


oleh karena itu seperti sekarang kejadian yang menimpa Reno dan ia tidak mengetahui sejak awal ia kecewa bukan hanya nayya tapi juga adiknya Lina dan queen


Lina bangkit dari duduknya menghampiri brankar Reno yang ada Regan dan reyhan di samping kanan dan kirinya


"no.. seharusnya Lo minta bantuan sama kita atau seenggaknya cerita" ucap Lina pada reno, Reno mendongak melihat wajah Lina yang sulit untuk diartikan olehnya


queen ikut bangkit menghampiri mereka


"seharusnya kita semua saling bantu satu sama lain, saling traktir satu sama la.." semua menatap tajam pada queen, sedang serius malah becanda sangat menyebalkan batin mereka semua


queen yang ditatap hanya cengegensan dengan tangan '✌️'


"dasar gak tau tempat" ucap Reyhan seraya mendelik sebal pada queen


"APAAN LO?" teriak queen tak terima,ya walaupun sebenarnya dia yang salah


"tau nih makin pusing pala gue" keluh Reno sembari memposisikan untuk berbaring


...----------------...


"yaudah kita pulang dulu ya, Reno cepet sembuh kalo ada apa apa kabarin kita oke" ucap queen penuh kekhawatiran


"iya Lo harus cepet sembuhnya biar kita bisa balapan lagi" ucap Reyhan yang langsung dapat tatapan tajam dari seluruh teman yang lain


"pisss broo becanda gua hehe" gugup Reyhan


...----------------...


langit malam yang penuh dengan Bintang serta bulan yang menyala indah bagaikan lampu besar bagi bumi malam, seorang gadis sedang berada di balkon kamar miliknya ditemani secangkir teh hangat


"kangen ayah mama deh" lirih gadis tersebut dengan pandangan yang tak lepas dari langit malam yang indah


...----------------...


sekarang jam sudah menunjukan pukul 07.20 dimana semua orang akan mulai dengan kegiatannya masing masing seperti ketiga gadis yang sedang sarapan ini


"libur masih lama ya" gumam queen yang masih terdengar oleh kedua kakaknya


"udah gak perlu sedih gitu cuman seminggu lagi ini" ucap Lina sambil memakan roti selai kacang nya


"kalian akan ikut denganku tidak?" tanya nayya, nayya memang seperti itu ia akan banyak bicara pada adik adiknya dan kedua orang tuanya dengan ekspresi dingin datarnya yang ia kurangi sedikit, hanya sedikit


"oh iya kakak mau pergi ke panti ya?" tanya Lina karena memang ini Adalah hari kakaknya (nayya) pergi berkunjung ke panti


"iya, kalian ingin ikut tidak?" tanya nayya kepada kedua adiknya


"ikut" serempak Lina dan queen


...----------------...


panti asuhan 'sayang anak'


kini mereka bertiga sedang mengobrol dengan ibu panti


'bu laras' sebenarnya hanya nayya,karena Lina dan queen tidak mendengarkan bahkan tidak ikut nimbrung mereka sedang sibuk membagikan makanan dan mainan kepada anak panti


"terima kasih ya.. nayya dan adik adik selalu ingat dan peduli pada anak anak panti disini" ucap Bu Laras dengan senyum tulus pada nayya


"sama sama Bu, saya sayang mereka seperti pada adik saya" balas nayya dengan senyum yang jarang ia tunjukan pada siapapun


Tak terasa beberapa jam sudah berlalu dan kini langit siang sudah berganti dengan langit sore yang sedikit mendung


"yaudah Bu kita pamit dulu ya" pamit Lina seraya menyalimi tangan Bu Laras lalu pergi kemobil mereka diikuti oleh queen dibelakangnya


"saya juga pamit pulang ya Bu" pamit nayya tak lupa menyalimi tangan ibu panti


"yasudah kalian hati hati ya, jangan ngebut bawa mobilnya" nasehat Bu Laras pada nayya sebelum akhirnya nayya pergi


...----------------...


"kak... ayah mama masih lama ya?" tanya Lina dengan wajah lesu karena rindu akan kedua orang tuanya


"iya kak aku juga udah kangen banget tau sama mamah ayah" ucap queen sembari menaruh ponselnya yang sedari tadi ia pegang


"gatau nanti kakak tanya, sekarang kalian tidur" balas nayya lalu melenggang pergi kelantai 3 mansion mereka untuk menuju kamar nya


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


BANTU SUPPORT YAA!!!


kalo ada TYPO tolong dikoreksi