Three Angels Of Fire

Three Angels Of Fire
limabelas


kejadian peneroran nayya kini sudah menyebar ke semua sahabat sahabatnya setelah Melvin mengetahuinya, dan sore ini mereka sedang membicarakan masalah itu di markas kecuali nayya yang tak bisa ikut karena ada masalah di kantor


"emm jadi gimana ?" tanya Reyhan memulai pembicaraan


"kita harus cari tau soal ini secepatnya, takutnya nanti orang itu membahayakan kak nayya ataupun yang lain" ujar Regan


"queen kamu udah coba lacak atau cari tentang nomor yang mengirim pesan ke kak nayya?" tanya Lina


"udah kak, data nya menghilang seperti nya orang itu juga punya kemampuan sama seperti aku" ucap queen


"memang sulit tapi akan diusahakan kak, demi kak nayya" lanjutnya


"kalo kita liat liat dari teror nya yang udah ngirim kotak itu, kayanya dia juga musuh dunia bawah kak nayya" ujar Reno


"kemungkinan memang seperti itu" saut melvin


"bang? gimana?" tanya Aland pada Sam yang sedari tadi diam


"aku sudah meminta bantuan pada Ben" ucap Sam


yaa Ben tangan kanan nayya yang juga mempunyai kemampuan untuk melacak dan Sam rasa Ben dapat di andalkan dalam masalah ini, karena ia sudah menganggap nayya sebagai adik sendiri


                🔥🔥🔥


Italia


Alex, Fredick dan Anita sekarang sedang mempersiapkan kepulangan mereka malam ini


"uhh aku sangat merindukan putri ku!" gumam Alex, yang masih dapat didengar oleh Fredick dan ia hanya mendelik tak suka pada kakaknya itu


"sepertinya kita akan sampai lebih cepat" ucap Anita bahagia


"iya sayang... kita akan segera bertemu dengan mereka" ucap Fredick kemudian memeluk istrinya itu penuh sayang


"jangan bermesraan di depanku bodoh!!" ucap Alex seraya menoyor kepala adiknya lalu melenggang pergi


"dasar pak tua itu!" gumam Fredick


"kau juga sama kalau kau lupa!" saut Anita, seraya melepas pelukan mereka lalu melanjutkan kegiatan nya merapihkan barang barang yang akan dibawa


                🔥🔥🔥


jam sudah menunjukan pukul 21.15 dan nayya baru saja sampai di mansion lima menit lalu


keadaan mansion sepi, kemana adik dan sepupunya pikir nya saat tiba


Tak lama kemudian suara pintu utama terbuka, nayya menoleh ia kira itu adik dan sepupu nya ternyata bukan, itu adalah kedua orang tua nya dan... Daddy nya mungkin.. (KK Fredick)


"ohhh sayangnya Daddy.. sini sayangg.." teriak Alex saat melihat nayya sendiri di ruang keluarga, ia langsung berlari sembari merentangkan tangan nya


"uh Daddy aku tidak bisa bernafas" gumam nayya dalam pelukan Alex


"hei kau pria tua!! anakku tak bisa bernafas bodoh!" ucap Fredick seraya melepaskan pelukan Alex


"maaf sayang Daddy sangat senang bertemu dengan mu lagi" ucap Alex


"kalian istirahat dulu aja ya, kalian pasti cape" ucap nayya


"baiklah sayang mama ke atas dulu ya" ucap Anita, namun sebelum pergi ke atas ia menyempatkan memeluk dan mencium putrinya itu karena rindu


"ayah dan daddy kalian istirahat lah dulu besok kita mengobrol lagi" ucap nayya


"ah iya baiklah putri ayah, ayah akan istirahat dulu besok kita mengobrol dengan adik adik mu juga, besok kan weekend" ucap Fredick lalu pergi menyusul sang istri ke atas namun sebelumnya ia telah mengelus Surai halus nayya


"Daddy juga ya sayang, jika mereka pulang langsung beristirahat" ucap Alex


"iya dad" jawab nayya


mereka pun pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat


skip


pagi telah tiba semua maid di mansion abraham sedang sibuk membuat makan untuk sarapan para tuannya


dimeja makan mereka sudah berkumpul kecuali Alex,Fredick dan Anita bahkan adik dan sepupu nayya belum mengetahui kepulangan mereka


saat maid menyajikan makanan terakhir nayya bangkit dari duduknya


"kak mau kemana?" tanya Aland saat melihat nayya bangkit dari duduknya


"mau panggil mereka untuk sarapan" ucap nayya lalu melengos pergi dari sana, mereka hanya menatap bingung atas kepergian nayya, mereka siapa? pikir mereka


beberapa menit berlalu, acara sarapan pun sudah selesai dan mereka semua sudah mengetahui keberadaan orng tua mereka, bahkan sekarang ini mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga


"sayang.. tidak boleh seperti itu dia juga Abang mu" ucap Anita dengan tangan yang tak berhenti mengelus punggung queen


"isshh tapi dia menyebalkan" dengus queen kesal


"aku menyebalkan hanya pada orang menyebalkan juga bocah!" saut aland


"sudahlah kalian ini sudah besar tau" ucap Lina


"Lina sudah besar sekarang kau sudah menjadi kakak yang baik untuk queen" ucap fredick


"oh jelas Lina putriku" saut Alex dengan tampang songongnga


"diam kau pak tua!" ucap Fredick yang hanya dibalas delikan oleh Alex


"kalian Sama sama tua!" ucap Sam yang sedari tadi diam


"hahahaha memang Daddy dan ayah memang tak sadar diri" tawa Aland


"hahahah itulah kak jika seseorang tak pernah berkaca" saut queen


"ma.. mari kita buat camilan" ajak Lina pada Anita


"ayo sayang, queen ingin ikut?" ucap Anita yang dibalas anggukan oleh queen, mereka bertiga pun pergi ke dapur untuk membuat camilan


"kau tak ikut kak?" tanya Aland pada nayya


"tidak" jawab nayya


"nayya kemari" panggil Alex, nayya pun menghampiri Alex dan duduk disampingnya


"kau sudah besar" gumam Alex lalu memeluk nayya dari samping


"aku tak suka denganmu yang selalu saja berusaha untuk mengambil putri putriku Alex!" ucap Fredick


"aku hanya ingin meminjam putrimu, karena aku tak memiliki putri" ucap Alex seraya melepaskan pelukannya


"sudah kalian ini berdebat saja terus" ucap Anita yang baru saja tiba dari dapur dengan Lina dan queen dibelakangnya


🔥🔥🔥


jam sudah menunjukan pukul 15.23 dan Lina baru saja bangun dari tidurnya, ia langsung bersih bersih dan pergi kebawah namun, dibawah tak ada siapa siapa lalu ia pergi mencari dia setiap penjuru mansion besar ini


"ma.. pada kemana kok sepi?" tanya Lina pada Anita yang berada di taman belakang sedang menyiram tanamannya


"oh sayang sudah bangun.." ucap Anita


"Daddy dan ayah serta Sam ada di ruang kerja, queen dan Aland sedang berada di kolam renang mereka gerah katanya, sedangkan nayya ia masih di dalam kamar" lanjutnya


"oh baiklah ma, aku membantu mama saja" ucap Lina lalu membantu Anita menyiram tanaman tanaman nya


🔥🔥🔥


"hah... hah.... kau ingin membunuhku ?!" ucap Aland dengan nafas memburu


"maaf bang, aku sama sekali tak sengaja hehe" ucap queen


baru saja beberapa menit lalu mereka akur sekarang mereka bertengkar lagi karena ketidak sengajaan


tadi saat mereka akan berenang Aland sudah lebih dulu mencebur, dan saat queen akan lompat ia tak melihat jika Aland berada di depannya dan.. ya queen menindih Aland didalam air membuat Aland sulit bernafas (tenggelam)


"ah sudahlah kau menyebalkan" ucap Aland lalu melanjutkan berenangnya


"ishh padahal kan aku tak sengaja" dengus queen sebal


sedangkan nayya yang melihat semua itu dari awal sampai akhir hanya tertawa pelan, lucu sekali mereka ini seperti tom and Jerry pikir nayya


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


BANTU SUPPORT YAA!!!


TYPO TOLONG DIKOREKSI!!!!