Three Angels Of Fire

Three Angels Of Fire
lima


seketika semua yang berada dalam ruangan tersebut menoleh kearah pintu


"a-apa... re-reno koma? gak mungkin!" ujar queen tak percaya dengan apa yang didengarnya


"hiks.. hiks... tapi itu kenyataannya, g-gua takut, takut dia gak bakalan ba-bangun lagii" lirih Reyhan seraya meluruh terduduk dilantai, ia sudah menahan mati matian agar ia kuat sampai sini dan sekarang ia sudah sampai dan menyampaikan apa yang terjadi, ia sudah tak tahan lagi untuk menahan semua yang terjadi begitu cepat dan tak dapat dihindari


mereka semua terdiam, sakit rasanya dada mereka sesak bagai ada sesuatu kuat yang menghimpit dada nya, bahkan wajah datar dan dingin nayya tak terlihat, sekarang yang terlihat hanyalah Raut sedih dan kecewa, bukan hanya nayya namun semua yang berada dalam ruangan tersebut


"aku akan membalasnya!" gumam nayya seraya beranjak dari duduknya, mengambil syal kesayangannya lalu melenggang begitu saja tanpa sepatah kata pun


Melvin menghampiri Reyhan yang sedang menangis tersedu sedu lalu memeluknya seakan memberi kekuatan bahwa semua itu tak akan bertahan lama dan Reno akan baik baik saja


"hiks..a-aku mau k-kesana" ucap queen lalu berdiri hendak pergi untuk melihat keadaan Reno, namun cekalan tangan menghentikan langkahnya


"aku antar, setelah itu aku akan menyusul nayya.. kau juga ikut" ucap melvin karena khawatir dengan keadaan queen dan reyhan


mereka pun pergi untuk melihat Reno yang di sana sudah ada Lina dan Regan


...----------------...


sedangkan dimansion Abraham nayya sudah siap dengan setelan serba hitam dan peralatan yang biasa ia gunakan untuk memusnahkan lawan


ia mengambil lolipop lalu memakannya, setelah selesai nayya menuju pintu utama untuk pergi dengan motor sport miliknya


namun, langkahnya terhenti oleh suara seseorang dari arah ruang keluarga


"Baru pulang kau ingin pergi lagi?" tanya seseorang itu dengan wajah kesal karena anaknya tak menganggap nya ada sedari tadi


nayya berbalik lalu ia berjalan dengan cepat menuju seseorang tersebut dengan cepat ia memeluk tubuh tersebut dengan erat untuk mengobati rindu selama sebulan ini


"kau memang putriku, sedingin dan sedatar apapun dirimu, kau tetaplah gadis kecilku" ucap Fredick seraya membalas pelukan putri sulungnya itu


"ah kalian berpelukan tak mengajak aku? tega sekali" ujar seseorang lain dari belakang Fredick, nayya yang mendengar itu lantas melepas pelukan nya dengan ayahnya lalu berjalan untuk memeluk ibunya


"putriku, aku sangat merindukan mu sayang" ucap Anita dengan pelukan tak kalah erat pada nayya untuk mengobati rasa rindu nya


"kau ingin bermain putriku?" tanya Fredick seraya tersenyum smirk


"hmm, aku akan pergi" ucap nayya lalu melepas pelukan dengan ibunya, jangan heran mengapa Fredick mengetahuinya karena memang Fredick lah yang melatih ketiga anaknya untuk mengurus organisasi bawah tersebut, bukan hanya Fredick namun Anita juga mengetahui nya, sekarang Fredick dan Anita fokus mengurus perusahaan mereka jadi membiarkan anak anak mereka lah yang menjadi penerus dunia gelap tersebut


"hati hati, dan jagalah dirimu beserta adik adikmu, ibu mempercayaimu sayang" ucap Anita yang dibalas anggukan oleh nayya


"berhati hatilah, jika butuh bantuan kabari ayah, nanti ayah kirim kan pasukan terbaik untuk membantumu" ucap Fredick yang juga hanya dibalas anggukan oleh nayya


"iya aku paham, aku pamit dulu ayah.. ibu.." ucap nayya lalu melenggang pergi


Fredick dan Anita hanya memandang kepergian anak sulung mereka dari pintu utama, tak terasa putri putriku sudah besar serta menjadi gadis tangguh dan pemberani batin mereka


...----------------...


semua orang yang berada diruang serba putih hanya diam tak bersuara, mereka hanya memandang seseorang yang sedang terbaring lemah diatas brankar dengan banyaknya peralatan medis yang menempel di tubuhnya


"No... cepet bangun ya, kita nungguin di sini" gumam Lina yang masih dapat didengar oleh semua yang berada di sana karena keadaan yang sangat hening


"hiks.. kita yakin Lo kuat no" lirih Reyhan yang sedari tadi sulit untuk mengontrol tangis nya


"udah.. Reno pasti kuat, kita juga gak boleh lemah" ucap Regan seraya mengusap punggung Reyhan yang bergetar


"kita harus balas dia" kini queen yang bersuara dengan mata kosong ia ingin membalas apa yang sudah orang itu perbuat pada Reno


"gakusah, semua udah diurus kak nayya sama bang melvin, dan mereka nyuruh kita diem jaga Reno karena kak nayya takut kalo bakalan ada yang akan menyakiti Reno di sini" jelas Lina agar adik berserta teman teman nya itu sedikit tenang


...----------------...


sedangkan di markas utama 'Fire Angels' nayya sedang mengatur semua strategi yang akan ia lancarkan pada malam ini


Cklek


"aku ikut" ucap Melvin yang baru saja datang dengan membawa dessert eagle nya, dan nayya menatap penuh pertanyaan seakan bertanya bagaimana yang lain


"mereka udah ada di rumah sakit jaga Reno, dan aku udah nyuruh beberapa orang untuk menjaga mereka" jelas Melvin yang langsung diangguki oleh nayya


"aku akan mulai, aku tak ingin dia mati dengan mudah, dia harus memohon akan kematiannya sendiri" perintah nayya singkat namun dapat dipahami oleh Melvin dan ketiga orang di sana


"paham?" tanya nayya, "PAHAM!" jawab mereka serempak


"let's play" ucap nayya dengan nada rendahnya


...----------------...


disebuah perusahaan tepatnya didalam perusahaan diruangan Bos terdapat pria paruh baya sedang membaca sebuah proyek yang akan ia buat, tiba tiba...


dug


'akhh'


dug


terdengar suara orang sedang berkelahi diluar ruangan tersebut, pria paruh baya yang mendengar itu lantas pergi untuk melihat seraya membawa belati nya untuk berjaga jaga


Cklek


saat ia membuka pintu betapa terkejutnya ia melihat para bodyguard nya sudah tumbang dengan darah yang berceceran dimana mana bahkan ada satu bodyguard yang mati dengan keadaan mata yang kosong sebelah


"sial, siapa yang berani menyerang ku" gumam pria tersebut seraya merogoh ponsel nya untuk menghubungi bala bantuan lain namun, belum sempat menghubungi ucapan seseorang menghentikan kegiatannya


"Bukankah kau ingin bermain main dengan ku Dimas Robertson"


ucap nayya dengan suara dingin dan datarnya, ya seseorang yang telah membuat para bodyguard Dimas mati tak berdaya adalah nayya dan juga Melvin dibelakang nya


dengan gerakan cepat tak terbaca Dimas melayangkan belati nya kearah nayya dan tepat sasaran belati itu menancap sempurna diperut nayya


nayya hanya tersenyum smirk tanpa menunjukan sakit melainkan ia tetap terlihat sehat dengan darah yang mengalir dari perutnya, Melvin yang khawatir mendekat namun dihentikan oleh nayya


" aku tak apa" ucap nya


nayya maju perlahan menuju Dimas, membuat Dimas mundur perlahan karena saat ini ia tak memegang senjata apapun untuk melawan


setelah berada dihadapan Dimas, nayya tersenyum smirk lalu menghajar Dimas habis habisan dengan membabi buta tanpa memikirkan perut nya yang semakin banyak darah dan belati yang masih menancap


"hah... Bawa dia" titah nayya pada ketiga anak buah nya yang baru datang setelah menghabisi semua bodyguard yang menghalangi mereka


setelah Dimas dibawa oleh ketiga bodyguard nya, tubuh nayya meluruh dan langsung ditahan oleh Melvin


...----------------...


kini Nayya sudah ditangani oleh dokter dan belum sadar karena pengaruh bius, dan semua telah Melvin kabari tentang keadaan nayya sekarang


"aku curiga mengapa Dimas begitu mudah dikalahkan" ucap queen setelah Melvin menyelesaikan cerita saat dia dan nayya melawan Dimas tadi


"iya aku pun merasa ada yang aneh" sambung Lina yang memang juga curiga dengan kemudahan misi ini


"euhm apa mungkin ini jebakan? tapi siapa? Dan.. mengapa?" ucap Regan bertanya tanya


sedangkan Reyhan serta Fredick dan juga Anita hanya diam menyimak karena mereka pun merasa kan hal yang sama, namun suara seseorang membuyarkan lamunan mereka


"tidak ada yang aneh atau mencurigakan, karena memang ini sudah rencana nayya sedari awal sebelum kejadian Reno koma, nayya sudah mengincar Dimas Robertson karena ia sudah berani meneror nayya, oleh karena itu ia mencari kesempatan yang pas dan tidak menghabiskan banyak tenaga untuk menghabisi Dimas" jelas Melvin pada mereka semua, yang dibalas anggukan oleh mereka semua, beberapa menit kemudian terdengar suara lenguhan


"Eungh" suara lenguhan dari arah nayya pertanda ia sudah sadar, mereka semua yang mendengar pun segera menghampiri nayya, saat nayya hendak terduduk Melvin dengan segera memeluk tubuh nayya dengan erat


"jangan gitu lagi aku khawatir nay..." gumam Melvin diceruk leher nayya, tak lama nayya merasakan basah dipundaknya, ia pun melepas pelukan mereka


"gakusah nangis lebay" ucap nayya pada Melvin yang dibalas kekehan oleh semua orang yang berada disana


mereka tau dan tak mempermasalahkan Melvin yang bersikap seperti itu pada nayya karena mereka sudah bersahabat dari kecil


"sayang bagaimana keadaan kamu?" tanya Anita seraya mengusap puncak rambut nayya


"kau hebat nak, aku bangga padamu" ucap Fredick pada putri sulungnya itu sembari memberi senyum manis padanya


"hiks... kakak sedih banget hiks liat kakak kaya tadi jangan hiks.. jangan gitu lagi ya" ucap queen seraya mengusap matanya yang berair lalu dipeluk oleh Anita..


"sudah kakakmu baik baik saja" ucap Anita sambil mengusap punggung queen yang bergetar


"kau memang hebat kak" ucap Lina yang tenang karena kakaknya telah bangun dan baik baik saja


sedangkan Reyhan dan Regan hanya tersenyum bahagia melihat pemimpin sekaligus kakak bagi mereka telah bangun dengan sehat dan baik baik saja


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


BANTU SUPPORT YAA!!!


KALO ADA TYPO TOLONG DIKOREKSI!!!