
Tringgg tringgg tringgg....
bel pulang berbunyi para murid 'SMA CAKRAWALA' berbondong bondong keluar dari kelas untuk pulang atau pun melakukan kegiatan lainnya
lain dengan queen yang sedang memasukan peralatan sekolahnya dengan sangat santai
"woii ayo ngapa lambat bener dah" ajak Reyhan seraya menepuk pundak queen membuat sang empu terkejut karena memang tak menyadari kehadiran Reyhan
"issshh iya iya ayo" jawab queen sembari berdiri Lalu berjalan keluar kelas mendahului Reyhan
mereka berjalan beriringan menuju kelas Lina lalu ke kelas Regan untuk pergi menuju parkiran bersama karena melvin sudah menunggu mereka di sana
"ouh iya Reno mana?" tanya Regan saat menyadari Reno tak ada bersama dengan mereka
"ah iya kemana dia?" timpal Lina yang juga baru menyadari ketidak hadiran Reno
"dia gak masuk" jawab queen sambil memainkan ponselnya tanpa menoleh kepada yang lain
"kemana? tumben biasanya dia paling rajin,sekalipun sakit selagi bisa jalan dia mah suka masuk gak kayak si itu tuh..."
tanya Regan yang aneh dengan ketidak hadiran Reno, seraya mendelik kearah Reyhan
"APAAN LOH? ngajak berantem lu? maju sini maju" teriak reyhan tak terima dengan apa yang Regan ucapkan
"udah ah apa sih kalian ini" lerai Lina seraya menepuk tangan Reyhan dan Regan
" euhm emng knp Reno?" lanjut Lina bertanya karena belum mendapatkan jawaban
"gatau dia gak ada ketarangan apapun" jawab queen setelah itu mereka semua diam tanpa ada yang bersuara sambil terus berjalan menuju parkiran
Mereka jadi khawatir pada Reno yang tidak sekolah tanpa ada kabar apapun
...----------------...
"ekhemm" dehem nayya saat sampai disamping Melvin yang sedang sibuk dengan ponselnya itu
"eh udah keluar ternyata" ujar Melvin seraya menoleh pada nayya dan menyimpan ponselnya pada kantong celana nya
"hemm, mereka mana?" tanya nayya yang belum melihat adik dan teman yang lain disana, karena seharusnya mereka dulu yang sudah sampai disini bersama Melvin
"belum kesini gat... ouhm itu mereka" ucap Melvin tak melanjutkan ucapannya karena melihat yang sedang dibicarakan berjalan menuju mereka
"eh kak nayya udah keluar? bukan seharusnya kita dulu yang sampe sini" tanya Lina heran dengan keberadaan kakaknya yang sudah disini
"kalian aja yang lama" bukan nayya yang menjawab melainkan melvin lah yang menjawab
"hehe sorry kita tadi ngobrolin dulu Reno yang gak masuk gatau kenapa" jawab Reyhan sembari cengengesan
"kemana?" tanya nayya yang memang tak melihat keberadaan Reno di sana
"gatau handphone nya gak aktif, terus juga gak ada kabar apa pun kak" jawab queen
"mungkin dia masih sakit orang baru kemarin keluar dari RS" ucap Regan yang diangguki oleh mereka semua
mereka pun naik kendaraan masing masing untuk pulang, dan mereka sudah berencana jika Reno besok tidak masuk juga mereka akan menengok Reno ke mansion giofano
...----------------...
sedangkan diruangan yang gelap tanpa pencahayaan sedikit pun seorang lelaki dengan kaki yang di rantai dan tubuh ringkih tak bertenaga
cklek
suara pintu ruangan itu terbuka menunjukan seorang pria paruh baya dengan cambuk ditangan kanannya menghampiri lelaki tersebut
"KAU ANAK SIALAN!!"
Ctass
"SEHARUSNYA AKU MEMBUNUHMU SAAT ITU!"
Ctass
"Sshhh a-ampun" mohon lelaki itu dengan suara lirih hampir tak terdengar
"KAU SAMA SAJA SEPERTI AYAHMU"
Ctass
Ctass
setelah puluhan kali mencambuk lelaki itu, pria paruh baya tersebut keluar dari ruangan tersebut tanpa merasa bersalah sedikitpun
"Tuhan.. a-aku mohon am-ambil saja lah aku.. a-aku tak k-kuat a-aku i-ingin be-ber-sama a-yah..." lirik lelaki itu sebelum kesadarannya terenggut oleh kegelapan
...----------------...
langit sore yang biasanya cerah namun berbeda dengan hari ini langit sore mendung seakan menunjukan bahwa ia sedang sedih dan dalam keadaan yang tidak baik baik saja
A3, Melvin, Regan dan reyhan sudah berada di depan gerbang mansion giofano karena hari ini Reno tidak masuk sekolah tanpa kabar apa pun
setelah dipersilahkan oleh penjaga didepan, mereka masuk kedalam mansion tersebut dan disambut oleh beberapa maid dan dijamu dengan baik didalam mansion tersebut
suara langkah kaki dari arah atas tangga menuju bawah terdengar begitu nyaring karena keadaan yang memang hening
memperlihatkan seorang gadis yang mereka perkirakan tak jauh berbeda dengan umur mereka menuju kearah mereka duduk sekarang, hingga gadis tersebut sampai didepan mereka lalu berucap
"kalian teman Reno?" tanya gadis tersebut kepada mereka dengan wajah tanpa ekspresi
"iya kita temannya, dimana Reno sekarang? dan.. anda, siapa?"
tanya reyhan yang penasaran akan sosok gadis didepannya tersebut
"dia di rumah sakit, dan aku saudara tiri nya" jawab gadis tersebut dengan santai lalu berjalan menuju pintu keluar namun ditahan oleh ucapan sesorang
"Tunggu" ucap nayya membuat langkah gadis tersebut terhenti lalu berbalik menatap nayya yang sudah berada tepat di hadapannya
suasana disana terasa mencekam dan mengerikan saat nayya dan gadis itu berhadapan ntah mengapa mereka merasa nayya mengeluarkan aura membunuhnya
"kenapa Reno?" tanya nayya pada gadis tersebut
"koma" balas gadis tersebut lalu melenggang pergi keluar tanpa sepatah kata pun
"Queen, cari tau" perintah nayya pada adik bungsunya itu
mereka jelas paham apa dan siapa yang dimaksud nayya, nayya menyuruh queen untuk mencari tau tentang gadis tadi
...----------------...
Kini Nayya, Melvin dan Queen sedang berada di markas mereka untuk mencari tau identitas gadis tersebut dan ada apa sebenarnya dengan Reno
sedangkan Lina, Regan dan Reyhan sedang mencari tau Reno dirawat di rumah sakit mana dan ingin memastikan apa yang dikatakan gadis tadi benar atau tidak
queen menghampiri nayya dan melvin yang sedang duduk di sofa ruangan nya tersebut sembari membawa berkas yang kakak nya minta
"nih kak" ucap queen sembari menyodorkan berkas tersebut pada nayya dan dia pun duduk disebelah kakaknya tersebut
Isi Map
Nama : Leona Robertson
Usia : 19 tahun
Status : kakak tiri Reno giofano
Orang tua : Dimas Robertson (ayah)
Dinda lendiana (alm ibu)
menyayangi RENO GIOFANO sebagai adiknya namun rasa sayang itu menjadi benci akibat dari hasutan ayahnya
Dimas Robertson membunuh 'Raskal Giofano' karena mencintai
...'Dewi Rematena' (istri Raskal/ibu Reno) dan menginginkan harta keluarga Giofano ...
...Dimas juga membenci Reno karena wajahnya yang mirip dengan Raskal dan berniat akan membunuhnya ...
...bahkan Dewi dihasut agar menjauhi Reno namun Dewi tak terpengaruh sedikitpun sehingga Dimas memilih pindah keluar kota agar Dewi dan Reno berjauhan ...
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"ah si brengsek itu" gumam nayya dengan aura dingin dan wajah datarnya
"kita harus bertindak kak, dia udah keterlaluan" ucap queen sembari menyodorkan map lain, map tersebut berisi bukti bukti bahwa yang telah meneror nayya dan melvin dengan bangkai anjing waktu itu adalah ulah Dimas Robertson
Dimas Robertson juga salah satu ketua organisasi dunia bawah yang sangat membenci 'Fire Angels' karena menganggap mereka adalah musuh yang paling berbahaya
Meskipun begitu Dimas hanya mengetahui nayya dan melvin sebagai pemimpin organisasi tersebut tanpa mengetahui bahwa mereka Adalah teman dekat dari anak tirinya Reno giofano.
Brakk
"Reno beneran koma..." teriak seseorang yang tadi menendang pintu dengan keras
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
BANTU SUPPORT YAA!!!!
JIKA ADA TYPO TOLONG KOREKSI!!!