Three Angels Of Fire

Three Angels Of Fire
sebelas


seminggu berlalu tanpa terasa dan selama itu pula Melvin dan tiga teman lainnya masih belum menemukan keberadaan nayya dan adik adiknya


mereka tak tau jika nayya memiliki mansion serta perusahaan sendiri, mereka hanya tau jika nayya adalah pemimpin dunia bawah saja


kini mereka berempat sedang berada di markas untuk mencari dimana nayya dan adik adiknya dengan cara melacak mereka karena selain queen, Reno juga seorang hackers.. walau masih di bawah queen tapi ia akan berusaha untuk menemukan mereka bertiga pikir nya


"ah kenapa sangat sulit" gumam Reno seraya fokus pada komputer didepannya yang masih dapat didengar oleh ketiga temannya


"ya pasti sulit queen pasti udah bikin pelindung supaya kita gak bisa lacak" ujar Reyhan


"iya tapi kita bisa terus coba,nanti juga bisa apalagi jika queen sedang tidak mengoperasikan sistemnya" saut Regan


"perlu aku bantu Reno?" tanya Melvin


"***.. NAH BERHASIL YEYY!!" teriak Reno seraya lompat lompat kegirangan karena berhasil melacak dimana ketiga temannya, sebab ia tau tak mudah meretas akses/sistem yang sudah dilindungi oleh queen


"yang bener? dimana sekarang mereka" tanya Regan


"di...emmm jalan xxx no 12 tapi... di tengah hutan!" ucap Reno


"HAH?!" kaget mereka bertiga saat mendengar ucapan Reno


"serius ren? masa di tengah utan mau apa mereka" tanya Reyhan


"beneran kok aku gak salah, lihat saja" ucap Reno seraya memperlihatkan layar komputer


"tapi tenang aja hutannya gak terlalu jauh dari pinggir kota dan nggak terlalu dalam" lanjutnya membuat mereka sedikit lega, ingat sedikit


"syukur deh yaudah ayo sekarang aja mumpung masih jam 10" ajak Regan, mereka pun lekas pergi untuk menghemat waktu


dan agar cepat bertemu dengan ketiga gadis itu


🔥🔥🔥


sementara di kediaman Nayya, mereka berlima sedang berkumpul di taman belakang mansion ini, hanya berkumpul dan tidak melakukan apa pun selain mengobrol santai


"queen kurangi penjagaan sistem keberadaan kita" titah nayya


"loh kenapa kak?" tanya queen dengan tatapan bingung begitupun dengan ketiga lainnya


"aku ingin melihat seperti apa mereka berusaha" ucap nayya, nayya jelas sudah tau apa saja yang keempat lelaki itu lakukan selama mereka tak bertemu karena nayya selalu memantau nya


"oke deh kalo gitu" jawab queen seraya mengotak atik laptop yang sedari tadi ia pegang


"siapa yang dimaksud kak nayya ?" tanya Aland penasaran


"kau akan tau nanti Aland" jawab nayya dengan senyuman nya


"a-apa? kak na-nayya senyum Sama a-aku?... huhuhuu akhirnya setelah sekian lama gak liat senyuman kakak sekarang senyum lagi dan cuman buat ALAND SEORANG " heboh Aland ketika melihat nayya tersenyum padanya


"gitu doang juga" ucap queen seraya mendelik


"hahah kak Aland lucu deh gitu doang juga" ucap Lina sembari tertawa


"lebay" ucap samudra


"kalian gak tau aja dulu kak nayya selalu senyum sama aku dan ntah kenapa selalu ketagihan, eh makin gede makin datar dan ini sekarang pertama kali nya setelah sekian lama aku gak disenyumin kak nayya" jelas Aland


🔥🔥🔥


sementara itu Melvin dan yang lain telah berhasil masuk hutan dan telah sampai di depan mansion Nayya, mereka yakin nayya dan adik adiknya di sini karena gak ada lagi bangunan di hutan ini lagian siapa yang mau diem di hutan pikir mereka


"WAHHH gede banget" ucap Reyhan kagum


"lebay lu mah, kaya gak pernah liat aja mansion gede" ucap Reno seraya menggelak punggung Reyhan


"duh paan sih sakit tau, lagian kan maksudnya udah gede di tengah utan warnanya item item pula kan keren" ucap Reyhan


"yaudah kita masuk aja" ucap Regan


"eh gak ada bel nya" ucap Reyhan


"bodo di pelihara, tuh liat ada satpam" ucap Reno seraya menunjuk satpam yang berada di dalam gerbang


"permisi pak ini mansion emmm siapa ya?" celetuk Reyhan


"eh lu mah nanya yang bener dah, udah deh diem aja" ucap Reno kesal dan Reyhan hanya menatapnya kesal


"emm maaf pak ini mansion keluarga Abraham bukan?" tanya Regan


"bukan den ini mansion non nayya" balas satpam tersebut


"HAH!?" kaget mereka kecuali Melvin yang hanya diam


"oh gitu, kita temen kak nayya kita mau ketemu dia pak...?"


ucap Regan


"saya Ahmad den" lanjut pak satpam saat tau Regan akan menyebut nama nya namun ia tak tau


"sebentar saya tanya dul.." belum selesai pak Ahmad bicara, ucapannya terpotong oleh suara seseorang


"biarin masuk aja pak gapapa, kak nayya udah izinin" saut lelaki itu yang tiba tiba muncul di belakang pak Ahmad


pak Ahmad mengangguk dan langsung membuka gerbang besar itu, setelahnya mereka menatap aneh pada lelaki tersebut dan bertanya tanya, siapa dia


"ayo masuk" ajak lelaki itu lalu berjalan mendahului mereka


setalah sampai di dalam lelaki itu mempersilahkan mereka untuk duduk di ruang tamu dengan minuman yang sudah di suguhkan oleh maid


"tunggu di sini" ucap lelaki itu dan di balas anggukan oleh mereka lalu pergi entah kemana


Ting


Tap


Tap


Tap


seketika mereka menoleh kearah suara langkah kaki tersebut, dan di sana mereka melihat Lina dan queen yang baru saja keluar dari arah lift dan menuju mereka


"ehh udah sampe aja, keren juga Reno bisa ngeretas pelindung aku, ya maklum sih soalnya penjagaan sistemnya di kurangin" ucap queen seraya duduk di sofa yang ada dan diikuti oleh Lina


"songong banget deh, btw kak nayya mana? mau protes nih, masa kita gak dikasih kabar sama kalian mana udah ampir sebulan lagi jahat banget kalian ih" sewot Reyhan dengan wajah kesalnya


"maaf ya kita di sini atas perintah kak nayya" ucap Lina


"gapapa Lin kita ngerti kok" balas Regan dengan senyuman manisnya


seketika mereka semua menatap Regan aneh, kenapa Regan senyum manis banget ketika sama Lina bukan hanya senyumnya tapi juga perilaku nya batin mereka


"kalian sudah datang ternyata" ucap nayya yang baru keluar dari lift dengan dua lelaki asing di belakangnya, mereka pun duduk dengan tenang


"maaf telah membuat kalian khawatir" ucap nayya


"gapapa selagi kalian baik baik aja" ucap Reno


"tapi lain kali harus bilang dulu kak, khawatir banget nih! pokoknya kak nayya kalo ada apa apa harus bilang dulu kita takut tau" sewot Reyhan dengan wajah khawatir


"haha iya" ucap nayya di sertai tawa membuat mereka diam seribu bahasa, sangat manis batin keempat lelaki itu


"udah yang penting kan sekarang kalian udah tau ya" ucap Lina


"Lin... emm mereka siapa?" tanya Regan


"oh iya mere.." belum sempat Lina menyelesaikan ucapannya, Aland lebih dulu memotongnya


"kita satu satu nya sepupu mereka"ucap Aland


"kenalin Aland Vin Abraham si paling tamvan dan disukai banyak wanita" ujar Aland seraya menjulurkan tangan nya pada ketiga lelaki itu


"aku Reno teman satu kelas queen"


"aku Regan kakak kelas Lina" tuhkan Lina lagi Lina lagi pikir mereka


"aku Reyhan bestie nya queen sama Reno"


"Melvin" cuek Melvin, dengan sorot pandangan yang terus memperhatikan nayya yang duduk dekat dengan lelaki tak dikenal nya


"Samudra Vin Abraham" ucap Sam, lelaki yang duduk di sebelah nayya


"kenapa?" ucap Sam pada Melvin yang berada didepannya yang terus memperhatikan nayya dan dirinya


"kenapa kalian terlihat sangat dekat?" tanya nya


"bukan urusan kamu" balas Sam seraya merangkul pundak nayya,


yang mampu membuat Melvin kesal, mereka yang di sana hanya memperhatikan saja tanpa ingin ikut campur


BRAK!!


mereka semua kaget seraya melihat Melvin yang menggebrak meja dan langsung berdiri, Reyhan yang sedang memakan camilan pun tersedak


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


BANTU SUPPORT YAA!!!


TYPO TOLONG KOREKSI !!!