Sistem Perintah

Sistem Perintah
Balqis's Sistem - Sifat & Emosional



Bandara Soekarno - Hatta Internasional.



"Anakku.. Ayah sungguh berat menahan rindu dan menunggu mu pulang tapi ayah tidak boleh terlalu egois yang melihat anaknya yang harus akan pengetahuan. Nak. Kejarlah ilmu pengetahuan itu dan gunakan ilmu pengetahuan itu menjadi hal berguna baik masyarakat dan dunia" kata Ayah Bima menasehati Rizky..


"Melisa. Ode. Saya meminta kamu menjaga Anakku. Aku yakin pria yang kalian layani adalah orang baik dan dapat merubah segala takdir yang ia temui" kata Ayah Bima dengan tegas


"Tentu Tuan Bima. Saya akan menjaga Tuan Rizky segenap jiwa & raga dan melayani selalu kepadaNya" kata Melisa & Ode membungkuk patuh..


Eva maju dengan memberikan sebuah cincin kepadanya


"Ini Adalah Cincin dari Kakek buyut ku. Dek. Cincin ini menyimbolkan bahwa menganggap mu keluarga. Keluarga yang selalu menunggu mu di rumah. Cincin ini adalah peninggalan dan harta keluarga Bima. Jaga lah seperti kamu menjaga Harta & Martabat keluarga Kita" kata Eva dengan tersenyum


Rizky terkejut mendengar itu lalu ia melirik ke ayah bima untuk bermaksud persetujuannya


'Ambil lah' dalam bentuk isyarat mengangguk


Rizky mengambil nya lalu memasangkannya di sebelah kanan jari nya


"Kakak. Ayah. Setinggi apapun aku belajar. aku berharap tidak lupa dengan kalian. Semoga Cinta & Kasih sayangKu bisa selalu ada untuk kalian" kata Rizky dengan tersenyum


Ayah Bima & Eva itu terharu mendengarlah.


BUK(peluk)


Ayah & Eva memeluk dengan air mata terharu


"berhati-hatilah di negara orang Nak. Kamu harus bisa menjadi dirimu dan banggakan orang tua kandung mu disurga sana" kata Ayah Bima dengan bangga menasehati rizky layaknya anak kandung


Rizky juga bertekad akan hal itu


"Maaf Menganggu acara sedih kalian. Tuan Rizky. Tuan Bima. Nona Eva. Tapi private jet yang akan membawa anda ke swedia telah siap untuk pergi" kata Melisa kembali mengingatkan Rizky akan waktu.


Rizky pun melepaskan pelukkan dengan senyuman


"Doakan aku. Ayah. Kaka!" kata Rizky dengan tersenyum.


Ayah & Bima pun mengangguk juga melambaikan tangan..


Rizky bergerak dengan lapang karena koper dan bawaannya itu sudah berada di bagasi pesawat..


'Tak sia-sia juga memiliki universitas pribadi. Karena itu aku jadi bisa dapat rekomendasi di salah satu universitas di swedia' gumam Rizky dengan bangga akan keputusannya yang tepat itu..


"berapa lama private jet akan bersiap?" Tanya Rizky


"15 menit lagi. Tuan" kata Ode menjawab


Rizky mengangguk. Dirinya pun memanggil Pelayan VIP Lounge


"Selamat Datang Di VIP Lounge Bandara Soekarno - Hatta Internasional. apa yang bisa saya bantu. Tuan?" Tanya Pelayan itu dan tidak lupa memberikan menu makanan yang mereka selalu siapkan untuk para tamu pesan.


Rizky membuka Menu dan terkejutnya Rizky melihat harga harga itu


'Esteh Hangat - 20k Ribu? Itu Esteh terbuat dari berlian? Mahal banget! Aku tak pernah menemukan harga yang semahal ini' gumam Rizky dengan mata melotot karena terkejut


(maaf visualnya gak ada. Jadi pikirkan sendiri bagaimana)..


"Aku pesan Satu Nasi Goreng dengan Esteh Hangat sebagai minumannya" kata Rizky


Pelayan itu mencatat pesanan milik rizky dan mengambil buku menu


"Baiklah Tuan. Saya harap anda bisa menunggu beberapa saat" kata Pelayan itu


"tunggu!" kata Rizky untuk menahan Pelayan yang hendak pergi


"Yah Tuan. Apakah ada hal yang lain?" Tanya Pelayan itu kembali menatap wajah dengan senyum professional


"Saya minta nasi goreng nya dipercepat karena saya akan terbang 15 menit lagi. Apakah bisa?" Tanya Rizky.


Pelayan itu membungkuk didepan Rizky


"Tentu Tuan. Saya akan berusaha bicara mengenai masalah anda dengan koki kami" kata Pelayan itu dengan keadaan masih menunduk.


pelayan itu pergi sementara rizky tersenyum getir melihat kedua paket yang ia pesan itu menghabiskan 50K Ribu.


'jika dulu aku yang miskin melihat 50k hanya untuk dua paket. aku akan menjerit sejeritnya. Tapi sekarang aku kaya. Aku tak sepanik yang dulu.. hmmm. Ternyata kaya raya membuat sifat & Emosional ku berubah ya' gumam Rizky dengan menghelas nafas kasar


"Apa ada masalah. Tuan?" Tanya Melisa yang melihat Tuannya menghelas nafas kasar tersebut.


"tak perlu dipikirkan. Melisa. Jika pesanan ku belum datang dalam kurun 5 menit. Aku perintahkan kamu untuk berbicara ke pilot untuk bersabar sementara karena aku akan makan" Titah Rizky


Melisa itu membungkuk patuh


"Baik Tuan!" Kata Melisa