
Tatap wajah putra tertunduk menyesal telah menghina dan merendahkan orang salah. dia yakin bahwa ini karmanya.
Sementara itu Rizky.
Rizky belum menjauh dari TKP Karena ia lapar dan berakhir di salah satu Warteg terdekat tempat TKP.
"Mau makan apa. Mas?" Tanya sang Penjual
"Telur balado 1. tempe goreng 1. Dan esteh manis hangat 1. Makan disini" kata Rizky
Penjual itu tersenyum dan mempersilahkan Rizky untuk duduk. walaupun sederhana setidaknya menu makanan disini adalah komplit dan terjamin enak.
"ini mas makanan nya. Silahkan" kata penjual Warteg memberikan sebuah piring full dengan makanan yang diingkan oleh rizky.
Rizky tersenyum.
"Maaf Pak. boleh Minta sambel nya?" Tanya Rizky nada canggung
"Oh iya silahkan ambil aja. Itu emang sengaja saya taruh di depan agar dapat orang-orang ambil. silahkan aja pak" kata penjual dengan nada ramah dan tersenyum
Rizky hanya bisa mengangguk dan mulai menyendok sambel hingga 3 kali sendok teh.
"Tanpa Sambel Kurang lengkap ya. Mas. Hahaha" ujar Salah satu pengunjung warteg.
"Hahahaha. Ya pak. Kurang lengkap aja" kata Rizky menjawab.
"mari makan. mas" kata rizky dengan ramah.
"oh iya. silahkan mas" kata pria itu dengan ramah.
Rizky pun tersenyum dan memulai makan
5 menit kemudian
'Aaaghhaah' (anggap aja sound Sendawa selesai makan)
"Alhamdulilah Ya Allah. Nikmat Sekali" seru Rizky
Tiba-tiba ada seorang dua bocah pengamen datang dan mulai melakukan keahliannya
"Assalamu Alaikum. mohon maaf menganggu kenyamanan saat makan. berikan kami beberapa waktu untuk menemani makan anda dengan lagu kami" pengamen cilik itu melakukan opening
"Aku yang dulu bukan layang sekarang.
Dulu layangan sekarang manusia.
Dulu dulu dulu ku menderita sekarang tetap menderita.
Sekolah putus biaya terpaksa harus mencari nafkah" senandu lagu dari Dua pengamen cilik itu.
Rizky yang mendengar itu sedikit tertawa di pertama lagu karena ia tahu lagu itu berasal dari Tegar. Sebuah lagu yang pernah viral pada Tahun 2013 an tapi entah kenapa bocah cilik ini mengubah liriknya tapi itu juga membuat gelak tawa baginya.
Rizky pun membuka Dompet dan melihat apakah ada uang receh atau tidak. dannn ternyata Uang recehnya hanya 50 ribuan saja dari 7 Lembar Merah lainnya. Sungguh tragis!
Selesai Pengamen cilik itu selesai dengan lagunya. Salah satu bocah datang dengan sebuah bekas ciki yang sebagai wadah pemberian uang dari orang-orang.
"Terimakasih Pak!" kata Cilik itu setelah mendapatkan 2Rb dari pengunjung Warteg.
"Terimakasih Mas!" Kata Cilik itu Setelah mendapatkan 5Ribu dari Pengunjung warteg lainnya.
Bocah cilik itu tidak luput mendatangi rizky dan rizky memberikan uang yang sudah ia gulung lipat-lipat agar tidak diketahui oleh bocah cilik itu.
"Terimakasih Mas!" kata Bocah Cilik itu kepada rizky.
"Terimakasih kepada bapak-bapak yang telah memberikan kami waktu dan rejeki yang telah diberikan" kedua bocah cilik itu berkata
pengunjung Warteg hanya tersenyum dan rizky yang melihat itu sepertinya para pengunjung ini sudah biasa melihat mereka.
"darimana kedua pengamen itu berasal. Pak?" Tanya Rizky kepada sang penjual warteg.
"Tidak jauh dari sini sih biasanya ada pemberhentian angkot. Biasanya banyak preman-preman yang mengizinkan Para bocah itu untuk ngamen tapi bagi hasil. 2% persen buat si preman. Dan 3% buat sih bocah" jawab Penjual Warteg.
Rizky yang mendengar itu sedikit bersyukur dan mengingat sebelum kedatangan balqis. Dirinya bekerja serabutan setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Rizky bersyukur bahwa waktu itu masih ada yang lebih menderita daripadanya.
...----------------...
...BYE...
...---------------...