
Eva pun membukkan kaca mobil dengan memberikan kotak nasi uduk dengan senyum manisnya
"Terimakasih" singkat Eva
Mobil Eva melaju kencang tapi tidak sekencang wajah Tukang parkir tersebut yang menerima naskot tersebut
"waladalah. Mobil mewah ngasih sulit" protes Tukang parkir tersebut dengan geleng-geleng kepala.
Tukang parkir itu kembali tempat kawan-kawanya berkumpul dan lalu duduk
"dapat makanan darimana lu. Ri?" Tanya teman yang sesama tukang parkir dengan tertawa..
Tukang parkir lainnya melihat Ri Atau Ari Itu mendapatkan naskot dari mobil mewah
"gak usah ngeledek deh lu. Aldi. nih naskot buat lu aja. gue dah kenyang" kata Ari dengan wajah cemberut
"hahaha. Cemberut dia bro!" kata Aldi dengan tertawa renyah dan tidak lupa juga untuk mengambil naskot tersebut..
dengan antusias dan layaknya orang tidak makan selama 3 hari lamanya itu pun dilahap oleh Aldi
"Anjir Enak bet. wah lu nysel gak makan nih nasduk. Ri" kata Aldi dengan sedikit menggoda teman seprofesi nya tersebut
Ari yang masih dikalang kabut dengan pikiran dan apa yang dialaminya pada akhirnya pergi menuju wilayah parkirnya..
"hahaha dia cabut" kata aldi dengan sedikit tertawa..
"ngapa dia?" Tanya seorang pria yang berumur 40 tahun lebih tua dari aldi & Ari
"entah juga. Eh beh. Makan sini" tawar Aldi
pria tua yang disebut beh atau babeh itu pun melirik naskot yang hanya tersisa bungkusannya saja
"nawarin makan atau ngeledek lu? Dah sana lanjut kerja" kata Babeh dengan nada bercanda
Aldi pun berdiri sambil tertawa
-back to swedia
Rizky saat ini dirumah milik David
"nah gitu ceritanya. Aku ngajak kalian berdua ke dalam karena maksud ku seperti itu" kata Rizky yang terlihat menyelesaikan cerita kepada kedua temanya tersebut.
Barusan saja rizky menceritakan kejadian tentang mobil david yang terpasang sebuah bom oleh stefanos dan rizky menceritakan bagian intinya dengan diselimuti bumbu-bumbu..
"Puji Tuhan. Untung kau melihatnya sobat!" kata Gathan bersyukur terhindar menjadi ayam panggang di mobil David jika
"lalu bagaimana dengan stefanos? aku yakin dia akan menjadi bermasalah ketika ada rencana yang tidak sesuai dengannya" kata David yang dikhawatirkan itu menjadi bomerang untuk mereka bertiga
"Jangan perlu khawatir. Stefanos sudah ku laporkan ke pihak kepolisian dan ku harap mereka menangkapnya" kata Rizky dengan wajah santainya
Triiingg
Triiingg
"Guys. Bentar aku mengangkat telepon dulu. Kalian lanjutkan dulu mainnya" kata Rizky sambil menunjukkan handphonenya berdering
kedua temannya pun mengangguk dan rizky pun pergi.. Rizky keluar dari kamar menuju halaman depan
Rizky:
Halo. Katakan to the point..
^^^Rana:^^^
^^^Halo Tuan Rizky. Saya Rana. Saya telah menyelesaikan apa yang menjadi keinginan anda. Saya berharap anda menepati janji anda untuk sedikit memberi kami kebebasan dan membantu perusahaan kami.^^^
nomor itu berasal Rana. Orang Tua dari stefanos
Rizky:
aku telah mengetahui itu. suruh orang mu membawa mayat bodoh itu disebuah tempat yang telah ku sediakan. orang-orangku akan menjemputnya. Dan janji adalah janji. aku akan menepatinya
^^^Rana:^^^
^^^Baik Tuan Rizky. Terimakasih atas keringanan anda^^^
Rizky pun menutup telepon...
-sementara di rumah Rana..
"apa pria yang kita takuti itu menepati janjinya?" Tanya Vanda dengan tatapan khawatirnya
Rana pun mengangguk tersenyum dengan tenang melihat seorang perempuan perpakaian maid tersebut menusuk-nusuk setiap sudut badan mayat stefanos
"Tuan Rizky berkata untuk membawa mayat ini ke tempat disediakannya. aku akan menyuruh Stinne untuk membawakannya" kata Rana
Vanda yang mendengar itu pun tersenyum dan memeluk suaminya walaupun pakaian vanda yang masih noda darah tersebut..
-back to Rizky..
Rizky menelpon seseorang
...----------------...
...TAMAT...
...----------------...