
"Tuan. bagaimana kampus anda?" Tanya Melisa
Sudah 1 minggu lamanya rizky di swedia dan sudah menjalani kehidupan kampus itu juga memulai dirinya melihat pandangan baru
"banyak pandangan baru yang tidak ku lihat dari dunia pendidikan" kata Rizky
"pandangan baru? apa yang anda maksud. Tuan?" Tanya Ode penasaran
"Jika anda pergi ke amerika. Tentunya kampus-kampus disana akan memusatkan politik dan bisnis tetapi di swedia dan sekitar eropa memusatkan lebih dari pendidikan masyarakat. Sosial dan lingkungan alam" kata Rizky..
Rizky mengambil kuliah bebas. Sebuah jurusan baru(author: fiktif) di swedia yang dimana jurusan itu mengambil lingkungan alam sebagai tempat mereka belajar tetapi ilmu pelajarannya tetap pada umumnya. Rizky merasakan relax saat belajar di alam terbuka
"Dosen pertama kali yang aku ingat bahwa Belajar itu tidak dengan diruangan tertutup dan dijaga ketat oleh sebuah jam dinding. Belajar itu ketika kalian mengetahui apa yang kalian ingin pelajari. Jika anda memaksa untuk belajar suatu hal yang tidak suka maka akan memunculkan emosional dalam hidup anda yang tidak stabil. aku perpikir bahwa Dosen itu ingin berkata banyak sekali anak-anak yang terkurung dalam lindungan Belajar tanpa memikirkan mental & kesehatan anak tersebut. Itulah pandangan baruku" kata Rizky
"dan jika kamu bertanya bahwa pandangan yang ku sebutkan itu adalah hal umum namun kalian salah. Orang yang mengucapkan seperti itu banyak tapi tidak banyak tulus. Seperti dosen pertama yang ku lihat dan orang paling tulus mengatakan hal tersebut" kata Rizky
Ode & Melisa pun memperhatikan rizky bahwa tuan barunya itu mungkin mulai mencintai pendidikan yang tuannya ambil
"Oh ya melisa. Aku telah mendengar bahwa kakak ku membeli gedung kosong di daerah senayan. Thamrin. Bagaimana kabarnya hari ini?" Tanya Rizky dengan minum esteh hangat nya
"Tuan. saya mendengar bahwa anda telah mengutus seseorang yang bernama Raphael dan utusan anda telah menyelesaikan hal tersebut. Kini nama balqis group. Perusahaan anda mulai dikenal orang banyak di dunia bisnis dan masyarakat indonesia" kata Melisa
"apa yang sekiranya dibutuhkan untuk sebuah perusahaan. Bagi mu?" Tanya Rizky kepada melisa
"jika anda bertanya apa yang dibutuhkan untuk ke publik adalah. Balqis Group belum memiliki Jubir(juru bicara) untuk mewakili ucapan nona eva dan anda kepada publik" kata Melisa
"Jubir ya? Soal itu tidak perlu khawatir. aku tahu seseorang yang telah ku utus itu adalah orang multi tasking" kata Rizky dengan santai
"Ode" kata Rizky panggil
"saya. Tuan" kata Ode membungkuk
"apa kamu memiliki koneksi orang yang bisa mengakses senjata?" Tanya Rizky
"apa ada sesuatu yang anda inginkan. Tuan?" Tanya Ode
"apa yang bisa ku lakukan. Menurut mu?" kata Rizky bertanya
"melakukan kudeta?" Tanya Ode dengan nada kebingungan
"Tidak! Aku membenci pertumbahan darah tapi aku mengingikan senjata untuk dipelajari dan juga dapat melindungi ku" kata Rizky
"mengapa anda meminta untuk diajari sedangkan kami berdua ada disini? apakah kami tidak berguna dan tak bisa melindungi anda?" tanya Melisa dengan nada sedihnya
Ode pun beranggapan hal yang sama dengan melisa. Adiknya tersebut.
"Tidak. Kalian berdua itu 4 tahun lebih tua dari pada ku. Aku yakin kalian akan pensiun pada waktunya. Maka dari itu aku harus bersiap dengan segala cara dan bagaimana caranya aku bisa selamat disetiap kemungkinan dalam hidup ini" kata Rizky
"dan aku juga merasa kasihan. Kalian 4 tahun lebih tua dari ku tapi kalian tidak menikah-nikah! apa kalian tidak mau mengkasiahani masa tua kalian berdua?" Tanya Rizky
Melisa & Ode pun sedikit menunduk karena mereka sudah merasa bahwa keduanya telah menikah dengan Pekerjaan nya sebagai Bodyguard untuk mengawal Mr Jonathan pada awalnya dan hingga sekarang
"Tuan.. saya tidak masalah untuk tidak menikah. Karena menikah hanya sedikit merepotkan untuk saya yang ingin bebas layaknya burung merpati" kata melisa
"saya sependapat dengan adik saya. Kalau saya juga sudah menikah dengan Pekerjaan saya ini. Saya belum ada niatan untuk hal itu. Tuan" kata Ode
PUK
Rizky pun menepuk jidatnya
...----------------...
...BYE...
...----------------...