
-Malam hari
bumi telah mulai menunjukkan matahari turun berganti malam hari.
"kaka bagaimana tinggal disini?" Tanya Rizky
"Cukup nyaman. Kamu tahu dek? Tempat ini ada pemandian air hangat. Ahh sungguh nikmatnya" kata Eva dengan gembira
Rizky melirik noir dan noir paham lalu mendekati
"Mohon Maafkan saya. Tuan. Saya lupa mengingatkan anda tentang fasilitas itu" kata noir menunduk hormat.
"Tak apa. saya bisa memaklumi. Tapi saya mohon untuk memeriksa fasilitas apa saja yang ada Villa ini agar kamu beritahu saya" kata Rizky.
Noir pun mengangguk dan mulai mundur beberapa langkah untuk kembali ke posisinya.
"Kaka. Malam ini aku ada acara. Apakah mau ikut?" Tanya Rizky
"Acara ? Mau kemana kamu? Dek" Tanya Eva sambil mengunyah ayam krepsi campur saus sambel ijo
"Ingat aku pernah bercerita pak adam? Kini dia mengundang ku untuk makan malam bersama keluarganya" kata Rizky dengan jujur
"pantas saja kamu tidak makan. apakah kamu disanakan bertemu perempuan. Hmm?" Goda eva kepada rizky.
"Ahh kak jangan goda aku seperti itu. Haha. dan di keluarga pak adam memang ada perempuan tetapi itu anak kandung pak adam yang mana perempuan itu sudah aku anggap saudara kandung" kata Rizky
"Ahh kasihan perempuannya. kalau kakak jadi perempuan itu. Kakak sudah petis masa depan kamu biar cepat hilang" kata Eva dengan seringaian penyihir.
Rizky yang melihat itu reflek mempegang sang rizky junior miliknya
'Hahaha. sungguh wanita kalau marah itu menakutkan' gumam Rizky sambil menelan saliva
Drrrtt
Telepon berbunyi
Rizky melihat asal telepon tersebut siapa dan ternyata itu adalah ayah adam
"Kak. Aku angkat telepon dulu. Noir. Tolong jaga kaka saya dengan baik" kata Rizky kepada Eva lalu ke Noir.
"Baik. Tuan!" kata Noir menunduk patuh.
Rizky: Assalamu Alaikum. Ayah... Oh ya... Ya rizky akan datang. baiklah Ayah. Sampai jumpa
Sambungan telepon tertutup oleh Rizky.
Rizky menoleh dan ternyata eva disana
"bagaimana? Apakah berangkatnya sekarang?" Tanya Eva yang masi setia dengan jus Alpukat dengan campuran susu hitam.
"Rizky malam ini akan berangkat. Apa gapapa rizky tinggal. Kak?" Tanya Rizky khawatir.
"Apa yang membuat mu khawatir? Di Villa ini lengkap. ada 20 pelayan. Terdiri 10 wanita. 10 Pria. dan ada 5 koki yang siapkan kaka makanan. Di kamar kakak malah kamu sediakan PS5. PC spek gaming serta ada wifi unlimited dan netflix 3 Tahun. Apa hayo yang kamu khawatirkan? Justru menurut kakak. Kaka yang gak keluar-keluar dari rumah ini. Apalgi di kartu bank kaka memiliki 2.7 Triliun. jadi apa kamu yang khawatirkan?" kata Eva dengan bingung apa yang harus dikhawatirkan oleh adik angkatnya tersebut
Rizky yang mendengar pun hanya tersenyum
'sepertinya mengkhawatirkannya hanya sia-sia saja' gumam rizky sambil menghelas nafas.
Rizky pun mengklik tombol digantungan kuncinya.
Tin Tin! (suara khas sebelum mobil dibuka).
Rizky pun naik dan melajukan mobilnya sedikit melambat
Tin
Tin
(klason)
"Hati-hati Dek!" kata Eva sambil melambaikan tangan ke arah mobil.
Eva yang melihat kepergian rizky pun kembali masuk.
Eva melihat jam memunjukkan 19:07.
"apa anda butuh sesuatu? Nona?" Tanya Noir sambil menunduk patuh.
"entahlah. Noir. terkadang saya bingung apa yang harus dilakukan di villa ini. Semua fasilitas dari primer dan sandang sudah disediakan oleh adik angkat saya. Para pelayan mengurusi saya serta seisi rumah apabila rizky tiada disini. saya bingung harus ngpain" kata Eva sambil menghelas nafas.
"menurut mu. Noir. Apa yang harus saya lakukan untuk hilangkan bosan?" Tanya Eva.
"Apakah tidak masalah anda menerima saran dari pelayan tua seperti saya. Nona?" Tanya Noir ragu
"Tua? Kamu tidak tua. Noir. Tapi Tuhan memberi mu pengalaman hidup yang sudah banyak. Itu aja. Jadi apa kamu mau Memberikan saran?" Tanya Eva
Eva sebenarnya tidak menganggap kepala pelayan bernama noir itu adalah tua justru dirinya perpikir para orang tua bukanlah tua tapi Hanya Saja Pengalaman hidup yang diberikan oleh Tuhan sudah cukup banyak. Sudah saatnya mereka mencurahkan kepada generasi selanjutnya.
"mengapa anda tidak melakukan shopping. Nona?" kata noir menyarankan.
Eva perpikir sejenak
Shoppng? memang sudah lama Eva tidak pernah ke Mall karena semenjak tinggal disini bahkan tidak perpikir dan tidak tahu harus ngapain disana sementara disini lengkap.
"Noir. saya memang sudah lama tidak ke Mall tapi kamu lihat disini. Villa ini Bak Istana Kerajaan. Berlantai dua. Disetiap sudut pasti ada kemewahan. Misalnya. Di dekat tangga pasti ada Mini Bioskop yang film-filmnya selalu original(no Bajakan). Dan jika bosan aku pasti bisa berenang atau meredam di air panas. Jika hal tersebut juga membuat saya bosan maka saya dapat bermain game melalui Ps5 atau PC atau berselancar di dunia maya menggunakan handphone. Tapi Noir. Semua itu sudah saya lakukan. Saya jadi tidak tahu harus ngpain dirumah ini" kata eva sambil menghelas nafas.
noir mengangguk dan akibatnya noir terikut dalam kebingungan Eva
"Ah. Bagaimana Nona mengadakan Pesta? Di Villa ini ada taman belakang yang belum terpakai karena tuan pemilik sebelumnya memakai hanya untuk sebagai jogging saja. Mungkin itu lokasi ya g cocok untuk anda melalukan pesta" kata Noir
Pesta? Eva ingin mendirikan pesta tapi sadar diri karena villa ini bukanlah miliknya
"Tidak mungkin. Noir. Villa ini bukan milik saya tapi ini villa Punya adik angkat saya. Rizky Maulana" kata Eva menolak usulan Noir.
Noir pun menepuk wajahnya karena ia lupa tentang itu
"Anda bingung. Saya bingung. Yang baca juga ikut bingung. Di sana gunung, di sini gunung, di tengah-tengahnya Readers yang bingung. Authornya bingung, Readernya juga bingung, yang penting bisa ketawa" kata noir
...----------------...
...BYE...
...----------------...