Sang Pemandu

Sang Pemandu
Perusahaan Pencitra Skin


Ricard yang sudah puas menggempur lembah Natalia pun beranjak untuk berbaring sebentar.


ia juga melihat kalau Natalia langsung tertidur akibat kelelahan,padahal mereka hanya melakukan kegiatan panas itu selama 1 jam 30 menit.


"Sepertinya ia sudah kelelahan"pikir Ricard yang melihat Natalia langsung tertidur pulas.


Ia pun langsung berbaring disofa sambil memeluk Natalia dari belakang.Tak lupa juga ia mengambil selimut dari lemari untuk menyelimuti Natalia bersama dirinya.


Diruangan Pribadi Ricard,sudah lengkap semua kebutuhan Ricard.Dari kasur sofa bir alkohol atau lainnya.


Ia menyiapkan itu untuk berjaga jaga mana tau ia berkunjung atau menginap digedung markas Bayisek.


Tapi saat ia berbaring sambil memeluk Natalia dari belakang.Tongkat Ricard mengeras lagi seakan ingin melahap lembah Natalia lagi.


"Sial tongkatku malah ingin melahap lembahnya lagi...."


"Apa aku masukin lagi ya diam diam...ah sial...sedikit sajalah aku masukin"gerutu Ricard dalam hatinya.


Tapi saat Ricard mengangkat sedikit kaki natalia keatas dan memasukkan tongkatnya kelembah Natalia.


Tiba tiba saja Natalia mengeluarkan suara yang begitu kecil.


"Eeemmssss......"Natalia pun bersuara seperti menahan sakit.


"Sial.....Padahal baru ujung tongkatku yang masuk"gerutu Ricard dalam hatinya.


"Seperti akibat pertempuran tadi,ia memang tidak bisa melanjutkannya lagi.."


"Sepertinya tongkatku yang perkasa ini harus puasa dulu"ucap Ricard dalam hatinya dengan sedih.


"Cihh....Dasar Tuan cabul"ucap Sistem yang tiba tiba saja muncul dipirannya.


"Hehehe kau mengagetkanku saja sayang"ucap Ricard pada pikirannya.


"Tuan jangan dulu melakukan yang tidak tidak dulu ke Natalia"ucap Sistem.


"Kenapa memangnya?"tanya Ricard bingung.


"Dia belum bisa menahan tongkat tebal Tuan karena lubangnya terlalu kecil.Kalau Tuan memaksa nanti dia bisa mengalami pembengkakkan bahkan lebih parahnya lagi dia bisa pendarahan hebat...."


"Apalagi Tuan memeilki ukuran tongkat yang panjang dan tebal"ucap Sistem dengan memperingati.


Meneengar itu,Ricard pun menghela nafas dengan berat.


"Kau benar juga sayang,lubangnya sangat kecil.......Tapi bukannya kau bisa mengobatinya nanti dengan pil pemulihan"ucap Ricard setelah berfikir sebentar.


"Memang Sistem bisa megobatinya,tapi ia pasti membenci Tuan karena sudah memaksa atau menyakitinya dengan kasar"ucap Sistem.


"Huft...memang harus puasa aku"ucap Ricard dengan lesu.


Melihat Ricard yang sedang lesu dan cemberut,Sistem pun langaung tertawa kecil dalam hatinya.


"Enak juga mengerjai Tuan hehehe......"


"Mengeluarkan bayi saja bisa,apalagi tongkat Tuan,kalaupun tongkat Tuan masuk lagi pastinya hanya memberinya kenikmatan......."


"Wanita yang sudah tidak per*wan lagi pasti lembahnya memiliki ke elastisan sendiri untuk menahan ketebalan tongkat seseorang....."


"Hanya saja mereka harus beristirahat sebentar karena menahan sakit setelah melepas keper*wanan mereka"ucap Sistem dalam hatinya dengan disertai tertawa riang.


"Oh iya Sistem.....coba kau tampilkan Status ku"ucap Ricard.


"STATUS"


( NAMA )


- Ricard Stive (19) - (10)


( KECERDASAN )


- 71 +


( KHARISMA )


- 70 +


( SKILL )


- Skil Beladiri


- Skil Bercinta


- Skil Mengemudi


- Skil Asassin Super


- Skil Bisnis Super


- Skil Mata Cahaya


- Skil Pengobatan Kuno


- Skil Langkah bayangan


- Skil Api Pelahap


( SALDO )


- 40 Triliun


( POINT SISTEM )


- ( -700 000 )


( PASANGAN )


- Mita(24)


- Bella Olivia(26)


- Dosen Nita(29) ( - )


- Amanda Lotus(26)


- Clara Bekil(19) ( - )


- Sara Mikela(26)


- Dinda Long(25)


- Natalia Wang(25)


( ASET )


- Villa Elit No 01 Dikawasan Gadingan


- Perusahaan Pele Company


- Perusahaan Pencintra Skin


- Mall Campony


( KENDARAAN )


- Motor Honda CBR 150R


- Audy A8 L


- Lamborghini Aventandor SVJ


- Dua buah Lamborghini Roaster Coaster


- Bugatti Chiron White


Melihat Statusnya,Ricard pun menjadi bingung dengan daftar nama nama pasangannya.


"Sistem bukannya 2 hari lalu aku telah putus dengan Dosen Nita dan Clara pun hubunganku dengannya sekarang agak renggang"Tanya Ricard dalam pikirannya.


"Memang benar Kalau Dosen Nita mengajak anda untuk putus,tapi sebenar nya ia masih mencintai Tuan,sama dengan Clara.Hanya saja mereka gengsi untuk memulai percakapan dengan Tuan"ucap Sistem panjang lebar.


"Ooo begitu rupanya"ucap Ricard dengan mengangguk paham.


"Lalu bukannya aku sudah mendapatkan Perusahaan Pencintra Skin,kenapa mereka belum menelepon ku"Tanya Ricard.


"Mungkin mereka memiliki kesibukan lainnya.Lagi pula Sistem baru 10 menit lalu membelinya"ucap Sistem.


"Jadi selama ini perusahaan yang kudapat dari kau,itu semua kau beli"Tanya Ricard.


"Jadi selama ini Tuan mengira kalau perusahaan itu semua Sistem minta"ucap Sistem dengan bingung.


"Bukan begitu.....aisss.....susah sekali mejelaskannya....."


"Maksudku darimana uangmu membeli perusahaan itu semua"Tanya Ricard.


"Hehehe....Rahasia weee"ucap Sistem dengan nada yang mengejek.


Ricard yang mendengar ucapan Sistem pun rasanya ia ingin segera memukul kepala Sistem.


"Tau gitu aku tak usah bertanya"ucap Ricard cemberut.


Tapi tiba tiba saja Ricard mendapat panggilan telepon.


Tring!


Tring!


Tring!


Ricard pun mengambil handphonenya dari samping meja.


"Hallo...."ucap Seberang telepon yang terdengar seperti suara pria paruh baya.


"Ya hallo"ucap Ricard.


"selamat sore Tuan Muda Ricard,saya Anton Lholo selaku pemilik perusahaan lama Pencitra Skin.Saya ingin mengucapkan selamat kepada anda karena telah membelinya dan jika anda punya waktu kapan kita bisa menandatangani surat penyerahan kepemilikan"ucap Anton Lholo.(40tahun)


"Nanti malam Jam 6 Diperusahaan saja kalau sekarang saya belum bisa"ucap Ricard.


"Baiklah kalau begitu Tuan Muda,sekali lagi saya ucapkan selamat.Mari"ucap Anton.


"Ya sama sama.Mari"ucap Ricard lalu mematikan teleponnya.


Tutt!


Setelah mematikan sambungan telepon Ricard pun menaruh handphonenya dimeja dan melirik jam didinding.


"Masih jam 3 sore....Tidur sebentar ahh"ucap Ricard lalu ia berbaring sambil memeluk Natalia dari belakang.


Tangan Ricard juga sedikit meremas Buah kenyal Natalia dengan lembut.


"Pantat mu ini sangat montok,mungkin lain kali aku akan menusuk lewat pantat montok mu ini"pikir Ricard dengan cabul sambil menggesekkan ujung tongkatnya dilubang pantat Natalia.


Ia juga mengaduk ngaduk tongkatnya dengan tangannya sendiri.


Setelah 10 menit mengaduk dengan tangannya,Ricard pun langsung menembakkan cairan hangat dan kentalnya didepan lubang pantat Natalia.


"ahhh aku ingin sekali menusuk pantatmu ini"ucap Ricard lalu ia menghentikan kegiatannya lalu tertidur.


~


Sedangkan Diperusahaan Pencitra Skin saat ini.


~


"Bagaimana?Apa ia setuju tetap membeli perusahaan ini"ucap seorang wanita dewasa dengan lembut.


"Dia setuju dan akan bertemu malam ini jam 6 diperusahaan ini untuk menandatangani berkas penyerahan tanda kepemilikan"ucap Anton.


Mendengar ucapan Anton,wanita itu pun menghela nafas lega.Tapi ia juga membenci seseorang.


"Andai saja kita tidak ditipu oleh para penjahat itu,mungkin kita tak perlu meminjam uang dengan Bank"ucap wanita itu dengan benci.


"Sudahlah,lagipula dia juga sudah masuk penjara"ucap Anton.


"Dia memang masuk penjara,tapi uangnya sudah ia habiskan.Coba saja ia tidak menghabis kan uangnya,mungkin kita tak perlu meminjam uang dengan Bank untuk menggaji karyawan.Uang yang kita pinjam itu sangat besar"ucap wanita itu dengan marah terhadap penipu itu.


"Aku tau istriku,nanti aku akan mencoba membujuk Tuan Muda Ricard untuk mempekerjakanku dan dirimu diperusahaannya"ucap Anton.


"Iya semoga saja diterimanya,aku sangat khawatir dengan nasib intan nanti kalau kita menganggur,dia masih berumur 8 tahun"ucap wanita itu yang tak lain adalah istri Anton.


"Sudahlah kita harus bersiap siap untuk menyambut kedatangan Tuan Muda Ricard nanti"ucap Anton.


Istri Anton pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya dan mulai pergi dari ruangan Perusahaan.


~


~


(bersambung)


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan like dan vote ya teman teman🄰