Sang Pemandu

Sang Pemandu
Mary Card Menghukum Sheila


Dipagi hari yang cerah pukul 7:30,Ricard terbangun dari tidur nyenyaknya.


Terlihat juga Sheila yang tertidur dilengan Ricard sambil memeluk tubuhnya.


Ia tidur dengan sangat pulas sampai mengeluarkan air liurnya,bahkan ia juga tak menyadari kalau Ricard sudah bangun dari tadi.


Mungkin efek kegiatan penasnya bersama Ricard,itu membuat tubuhnya sangat kelelahan.


Sementara Ricard,ia sudah berjalan menuju kamar mandi.Ia ingin bersiap siap untuk menghadiri kelas dikampusnya.


Setelah 10 menit mandi,Ricard keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap,ia juga masih melihat Sheila yang tertidur pulas.


Ia pun menyelimuti tubuh yang lagi telan.jang itu dan tak mau menganggu waktu tidurnya.


Setelah itu,Ricard keluar dari kamar untuk sarapan pagi bersama kekasihnya yang lain.


Dimeja makan juga sudah terlihat semua kekasih Ricard beserta ayah dan ibunya yang lagi makan sambil bercanda.


Ia pun berjalan kearah mereka dan duduk dengan santai.


"Pagi semuanya..."Sapa Ricard dengan tersenyum,dan mereka semua pun menyapa balik Ricard.


"Apa Tuan hari ini pergi Kuliah"Tanya Mei'er sambil menaruh sepotong roti kedalam kemulutnya.


"Ya itu benar"Jawab Ricard,dan Mei'er pun mengangguk.


"Tuan....Produk Pengeluaran Perusahaan Pencitra Skin sangat sukses besar,bahkan produknya menarik minat dari salah satu Perusahaan Besar yang ada di Amerika...."


"Mereka berniat untuk membeli produk kita dengan harga tinggi,menurut Tuan apa kita akan menjualnya atau mempertahankan saja"Tanya Bella.


Karena Pencintra Skin anak Perusahaan dari Hotela Com,jadi kalau ada yang ingin membeli Produk mereka,itu harus melalui Perusahaan Hotela Com yang diurus oleh Bella dan Mita.


Lain hal jika ingin bekerja sama dengan Perusahaan Pencitra Skin,mereka harus meminta izin dulu dari induk Perusahaan.


Sementara Ricard,ia pun memikirkan ucapan Bella sebentar.


"Jangan kau kirim dulu balasannya,aku nanti akan pergi dulu mengunjungi Perusahaan Pencitra Skin sekitar jam 1 siang"Jawab Ricard.


Bella dan Mita pun mengangguk bersama.


"Oh iya...dimana gadis kecilku itu"Tanya Ibu Ricard,ia sedikit heran karena tak melihat Sheila.Padahal semua kekasih Ricard telah berkumpul untuk sarapan bersama.


Diantara Semua kekasih Ricard,hanya Sheila yang mendapat panggilan Khusus dari Mary Card.


Ricard sedikit gugup mendengar Pertanyaan dari ibunya itu.


Sementara Mei'er dan Ling'er,mereka berdua tersenyum kecil melihat kegugupan Ricard.


"Mungkin Sheila lagi joging pagi ditaman sebelah bu"Jawab Ricard dengan bohong.


Sementara Mary Card sedikit mencurigai Ricard,ia merasa kalau putranya itu sedang menyembunyikan sesuatu.


"Apa kau lagi berbohong"Tanya Mary Card sambil menatap serius kearah Ricard.


Ricard pun lagi lagi panik,tapi kepanikan dirinya langsung berganti dengan rasa jengkel.Ia melihat Ayahnya sedang tertawa kecil seperti mengejek dirinya.


"Aku tak berbohong bu....Oh iya ini sudah jam 8,aku harus segera berangkat kekampus"ucap Ricard sambil menelan rotinya bulat bulat,dan meminum air susunya dengan sekali teguk.


Ia bergegas pergi menuju parkiran mobilnya tanpa mendengar ucapan semua orang.


Sementara Mary Card sedikit kesal karena Ricard menghindari pertanyaannya.


"Sudahlah...Mungkin Gadis kecilku memang lagi joging ditaman"gumam Mary Card dengan pelan.


Mereka semua pun melanjutkan sarapan mereka dengan tenang.


Tak berselang lama saat mereka semua hampir menyelesaikan sarapannya,tiba tiba saja Sheila muncul dan berjalan kearah meja makan.


Tapi Mary Card sedikit mengkerutkan keningnya saat melihat cara berjalan Sheila sedikit mengang.kang seperti menahan perih.


"Gadis kecil.....Kenapa dengan cara berjalanmu itu"Tanya Mary Card saat melihat Sheila telah duduk dikursi.


Qin Sheila pin sedikit panik,wajahnya juga memerah saat mendengar pertanyaan Mary Card,itu membuat kenangan semalam terlintas dipikirannya.


Tapi ia pun mencoba memikirkan jawaban untuk Pertanyaan dari Mary Card.


"I..tuu....Aku terpeleset saat dikamar mandi bu"Jawab Sheila dengan menunduk gugup.


Disisi Lain,Mei'er dan Ling'er sekuat tenaga menahan tawanya.


Mereka berdua tak menyangka kalau gadis polos ini sudah mulai berbohong sekarang,apa lagi jawaban yang diberikannya itu tampak konyol bagi mereka.


"Anjayy...Seorang Kuktivator terkuat terpeleset dikamar mandi"Pikir Mei'er dengan menahan tawanya.


Ia pun memikirkan kalau Ricard telah merusak gadis kecilnya.


Mary Card pun menjadi marah,tapi ia sangat marah dengan Ricard bukan dengan Sheila.


"Pertama dia membohongiku,kedua dia rupanya telah merusak gadis kecilku dan ketiga ia mengajarinya untuk berbohong denganku.Aku harus menghukummu dengan berat nanti siang"Ucap Mary Card dalam hatinya.


Mary Card juga berfikir kalau Ricard telah mengajari Sheila untuk berbohong dengannya,ia sangat yakin kalau Sheila bukan gadis yang suka berbohong.


Qin Sheila yang melihat wajah marah Mary Card pun menjadi merasa bersalah.


"Ibu......."Tapi Mary Card langsung memotong ucapan Sheila.


"Sudahlah....ibu yakin kalau putraku yang memaksamu kan"Ucap Mary Card dengan menyalahkan Ricard.


Sheila pun mencoba untuk menjelaskan kalau bukan Ricard yang memaksanya.


"Bu....."


"Kau selesaikan sarapanmu,lalu istirahat dikamar.Ibu akan menghukummu untuk tidak keluar selama beberapa hari"Ucap Mary Card yang lagi lagi memotong ucapan Sheila.


Sheila pun hanya mengangguk patuh,ia tak berani melawan ucapan Mary Card.


Sementara wanita Ricard yang lainnya.


"Kasian sekali kau Tuanku"Pikir Ling'er dengan terkekeh.


Biasanya ia akan menunjuklan wajah datar dan dingin,tapi karena melihat Ricard akan mendapat hukuman,ia pun sedikit tersenyum.


"Sepertinya Tuan tak akan mendapatkan hukuman,kan nanti siang dia pergi keperusahaan Pencitra Skin"Pikir Mei'er.


"Astaga....Ricard nanti akan dihukum hehee"pikir Bella dengan terkekeh,ntah kenapa semua gadis Ricard sedikit senang melihat Ricard dihukum oleh ibunya.


Sementara diparkiran kampus.


Ricard telah sampai dikampus dan segera memarkirkan mobil Lamborghininya.Tapi ia tak langsung masuk kekelas.


Ia berdiri disamping pintu mobilnya sambil melihat Dosen Nita yang telah putus dengan dirinya sedang berbicara dengan seorang pria.


"Baru putus 2 minggu yang lalu,sudah dapat pacar baru"Pikir Ricard sambil memandangi Dosen Milfnya itu.


Mereka bercanda sambil tertawa riang,itu pun membuat Ricard sedikit jengkel melihatnya.


Padahal Ricard telah banyak memiliki kekasih,tapi tetap saja ia tak rela melepaskan satu bunga ditangannya.


"Aku juga belum menikmati lembah sempitnya itu"Pikir Ricard lagi dengan cemberut.


Ia pun berjalan kearah kelas dan tak berniat lagi melihat kedua pasangan baru itu.


Sementara ditempat Dosen Nita.


"Jujur saja saya mengira anda sedang bercanda tadi,makanya saya tertawa keras"ucap Dosen Nita sambil berjalan dengan pelan.


"Aku serius Nita,aku memang sangat menyukaimu"Ucap Sang Pria dengan serius,ia pun mencoba untuk memegang tangan Dosen Nita.


Tapi itu sia sia,karena dosen nita langsung menepis tangannya,ia seakan menjaga jarak dari sang pria.


"Maaf,tapi aku benar benar tak bisa menerimamu.Aku memiliki Pria lain yang sangat aku cintai"Ucap Dosen Nita dengan serius.


Ia pun bergegas meninggalkan Sang Pria tanpa mendengarkan panggilan darinya.


Ia berjalan dengan cepat menuju kearah kelas.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘