Sang Pemandu

Sang Pemandu
Seorang Reinkarnasi?


Tetua Kelima benar benar sangat ketakutan saat ini.Bagaimana tidak,saat ia ingin melesat ketempat Ricard.


Ricard ternyata sudah menghilang saat ia berada belakang bangku taman,dan saat ia sedang mencari keberadaan Ricard,ia malah sudah muncul dibelakangnya.


Menurut perkiraan kasarnya,ia mengira kalau Ricard telah berada ditingkat 8 atau 9.


"Siapa kau sebenarnya...Apa kita memiliki masalah sehingga kau menyerangku Tuan Muda"Tanya Tetua Kelima dengan sopan dan ketakutan.


Ia berfikir kalau dengan cara ini,ia bisa selamat dari Ricard.


Tapi Ricard hanya tersenyum bodoh mendengar ucapan Tetua Kelima.


"Ternyata orang orang dari Keluarga Thod hanya sekumpulan orang orang bodoh dan tak tau malu"Ucap Ricard dengan tersenyum mengejek.


Tentu saja Tetua Kelima sangat marah,tapi ia harus sebisanya menahan amarahnya.Ia masih belum mau mati cepat saat ini.


"Aku akan memberikanmu kesempatan untuk hidup.Asal kau menjawab Pertanyaan dariku dengan jujur"Ucap Ricard dengan santai.


"Apa itu Tuan Muda,aku akan memberikan mu jawaban yang memuaskan"Ucap Tetua Kelima dengan semangat.


"Nyawa lebih penting dari kesetiaan"ucap Tetua Kelima dalam hatinya.


Ia tau kalau Ricard ingin mengorek informasi dari dirinya.Karena itu adalah hal yang lumrah bagi musuh yang sudah ketangkap akan di intograsi.


"Siapa yang menyuruhmu untuk mengawasiku?...Lalu bagaimana kondisi Tuan Muda Bodohmu itu?...Dan dimana tempat tinggal Ken Thod beserta istri dan anaknya saat ini"Tanya Ricard dengan santai.


Sebenarnya Ricard bisa bertanya ke Merry soal tempat Tinggal Keluarga Thod,tapi ia yakin Merry tak akan memberitahunya.


Sedangkan Tetua Kelima,ia sangat bersemangat karena Ricard meminta pertanyaan yang mudah.


Ia berfikir kalau hari ini akan selamat,lalu ia akan membalaskan dendam terhadap Ricard suatu hari nanti.


Tapi Pemikiran Tetua kelima salah terhadap Ricard.Ricard tak akan membiarkan musuhnya hidup dengan tenang setelah menyinggungnya.


"Tuan Muda aku akan menjawabnya....."


"Yang menyuruhku untuk mengawasi Tuan adalah Kepala Keluarga Thod,Ken Thod.Sekaligus ayah dari Bravo Thod......"


"Untuk kondisi Bravo Thod,ia sangat menyedihkan karena harus terbaring selama 2 bulan penuh ditempat tidur.Tulang tangan dan kakinya retak cukup parah......"


"Dan untuk tempat tinggal Keluarga Thod,mereka tinggal disebuah Massion mewah dekat Gedung ambar jalan Kanciang Tuan Muda"Jawab Tetua kelima dengan semangat,ia tak sabar untuk pergi dari sini.


Ricard pun mengangguk sambil tersenyum mendengar jawaban dari Tetua Kelima.


"Baiklah,kau bisa pergi sekarang pak tua"ucap Ricard dengan santai.


"Hehehe......Sekarang aku memang seperti anjing yang ketakutan,tapi esok kau akan kubuat menjadi makanan anjing"ucap Tetua kelima dalam hatinya sambil terkekeh licik.


Tapi ia tidak tau siapa Ricard,saat telah berlari 10 langkah dari tempatnya.


Ricard langsung melempar sebuah ranting kearah punggung Tetua Kelima.


Jleb.....


Gedebuk....


Ranting itu pun langsung menembus kearah jantungnya,ia terbaring ditanah sambil melihat kearah Ricard yang sedang mendekat.


"Kau....sia..lan.."ucap Tetua kelima dengan terbata bata sambil menahan rasa sakit diarea jantungnya.


"Hahaha......Dasar bodoh.."ucap Ricard dengan tertawa.


Saat Tetua kelima telah mati.Ricard langsung mengeluarkan Skil Api Pelahapnya dan membakar tubuh Tetua Kelima.


Karena tak mungkin ia meninggalkan seorang mayat ditaman.


Setelah tubuh tetua kelima terkana Api Pelahap,seketika saja tubuhnya langsung menjadi abu dalam hitungan 1 menit.


Ricard pun bergegas kembali ketempat Merry saat ini.


Ternyata,saat Tetua Kelima akan menyerang mereka berdua.


Ia memindahkan Merry dengan Skil Langkah cahayanya kesebuah bangku taman lain.


Merry sempat terkejut dibuat Ricard,tapi Ricard langsung menenangkannya dan menyuruhnya untuk duduk saja disini karena ada sesuatu yang ia urus.


Merry pun mengangguk patuh dan menunggu Ricard kembali.


10 menit berlalu......


Saat ia melihat kesamping,ia pun melihat Ricard sedang berjalan pelan kearahnya,ia berdiri dan berlari kearah Ricard sambil memeluknya dengan erat.


"Ia adalah tetua kelima dari Keluarga Thod,hanya urusan kecil.Aku sudah membereskannya"Ucap Ricard dengan bangga.


Mata Merry pun langsung bebinar.


"Sayang apa aku juga bisa beladiri dan menjadi kuat"Ucap Merry dengan penuh tekat.


Ricard pun sedikit terkejut mendengarnya ucapan Merry,ia tak menyangka kalau gadis angkuh seperti dirinya akan meminta hal seperti itu.


Bersamaan dengan Ricard yang terkejut,Cang'yi yang berada didunia jiwa pun membuka matanya dari meditasi.


Ia tersenyum sambil melihat seorang gadis yang memeluk Ricard,ia tau siapa gadis itu karena ia sudah melihatnya tadi.


"Aku tak menyangka kalau aku akan melihat seorang Reinkarnasi......DEWI PEDANG"ucap cang'yi dengan tersenyum senang,lalu ia melanjutkan meditasinya.


~


Ricard pun menjawab Pertanyaan Merry.


"Tentu saja bisa,yang bisa berasal dari yang tidak bisa,sedangkan orang yang kuat berasal dari orang yang lemah......"


"Jika kau ingin berlatih untuk kuat,aku akan mengajarimu.Tapi sekarang belum saatnya,jika waktunya udah tepat aku akan mengajarimu"Ucap Ricard sambil mengelus kepala Merry.


Merry pun bahagia mendengar jawaban yang diberikan Ricard.


"Janji ya,tak boleh bohong"ucap Merry sambil mengandeng tangan Ricard.


"Tentu saja...."Jawab Ricard.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 03:00 sore hari.


Ia pun mengantar Merry pulang dan kembali kehotel tempat Sara dan Mei'er tinggal.


Awalnya Merry sangat cemberut mendengar Ricard mau pulang,tapi setelah mendapat hadiah dari Ricard yang berupa pembesar buah kenyal.


Ia pun menjadi malu dengan wajah yang memerah.


"Ingat,Pil itu harus kau komsumsi,aku ingin melihat perubahan mu besok"Ucap Ricard saat tiba didepan Massion Merry.


"Iya,aku akan memakannya nanti"Ucap Merry dengan malu malu,ia pun bergegas masuk kedalam massion dan meninggalkan Ricard,ia hanya tersenyum melihat tingkah Merry.


Ricard pun pulang menuju hotel dengan membawa mobil Merry bersamanya


Diperjalanan,tak ada yang istimewa yang didapat Ricard hingga tiba dihotel.


Ia masuk kedalam kamar hotel tempat Sara dan Mei'er tinggal.


Setibanya didalam kamar,ia pun menjadi bersemangat.Sara dan Mei'er hanya memakai biki.ni yang menutup area pribadi mereka saja sambil menonton Televisi.


Tongkat Ricard langsung mengeras dibalik celananya.Ia berjalan dan duduk ditengah tengah mereka berdua.


Kedua gadis itu sedikit terkejut dibuat Ricard karena muncul tiba tiba,tapi tak lama kemudian mereka menjadi semangat.


"Kenapa lama sekali Tuan perginya"ucap Sara sambil membelai paha Ricard dengan lembut.


Mei'er juga tak mau kalah,ia memajukan dadanya kearah Ricard sambil tersenyum nakal.


"Tuan,buah kenyalku sepertinya ingin dibelai olehmu"ucap Mei'er dengan lembut.


Rasa lelah dan bosan karena menemani Merry berjalan jalan pun seketika hilang.


"Ini adalah surganya para laki laki"ucap Ricard dalam hatinya sambil meremas salah satu buah kenyal Sara dan Mei'er.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘