Sang Pemandu

Sang Pemandu
Tetua Kelima


Tak butuh waktu yang lama,Tetua kelima pun muncul dihadapan Ken Thod.


"Salam Tuan Besar....."Ucap Tetua Kelima dengan sedikit membungkuk,Ken Thod pun membalasnya dengan mengangguk.


"Aku akan memberikanmu tugas yaitu menyelidiki kekasih dari anaknya Wan Chai,Merry Chai.Ia sudah melukai Putraku hingga begini......"


"Jika kau memiliki kesempatan untuk membunuhnya,kau bisa langsung membunuhnya ditempat"ucap Ken Thod dengan dingin.


Tetua Kelima sebenarnya sedikit bingung dengan tugas yang didapatkan dari Ken Thod.Ia merasa tugas ini sedikit berlebihan untuk dirinya yang seorang Tetua.


Tapi ia tak mau memikirkannya terlalu jauh,ia pun langsung mengangguk saja dengan cepat.


"Baik Tuan Besar,saya akan berangkat sekarang"ucap Tetua Kelima yang langsung pergi setelah mendapat anggukan dari Ken Thod.


Setelah kepergian Ken Thod,Dokter yang memeriksa putranya pun telah selesai memeriksanya.


Ken Thod dan Istrinya,Tiara Lee bergegas kearah sang dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan Putraku"Tanya Ken Thod,sedangkan Tiara Lee langsung duduk disamping putranya sambil mengelus kepalanya.


Ia sangat sedih melihat keadaan putranya sekarang.


"Tuan,keadaan Putra anda cukup serius kali ini.Tulang tangan dan kakinya mengalami keretakan,itu akan memakan waktu 2 bulan untuk sembuh total Tuan dan berjalan seperti biasanya"Jawab sang dokter dengan prihatin.


Ken Thod pun sangat marah mendengar ucapan Sang dokter,tapi ia menahannya dulu dan berniat akan membalas dendam putranya nanti.


"Baiklah,kau bisa pergi sekarang"ucap Ken Thod dengan menahan kemarahan.


Dokter tersebut pun pergi dari keluarga Thod setelah mengambil bayarannya.


"Lebih baik kau tak perlu membalas dendam terhadap Kekasih Merry itu"ucap Tiara Lee dengan tiba tiba.


Sedangkan Ken Thod sedikit mengerutkan keningnya.


"Kenapa?"Tanya Ken Thod bingung.


"Aku merasa kalau ia bukan pemuda biasa,aku hanya tak mau keluarga kita salah mengambil langkah nantinya"ucap Tiara Lee dengan bohong.


Sebenarnya ia sedikit menyukai akan ketampanan Ricard,itulah kenapa ia melarang suaminya.


Tapi disisi lain ia juga sangat marah karena Ricard membuat putranya seperti ini.


"Aku tak peduli mau dia dari mana,siapa pun yang berani melawan Keluarga Thod ini,harus menanggung akibatnya"Ucap Ken Thod dengan penakanan.


Tiara Lee pun hanya bisa menghela nafas berat melihat suaminya yang keras kepala.


"Terserah dirimu saja"ucap Tiara Lee dengan lesu.


Ken Thod pun pergi meninggalkan kamar itu yang menyisakan Istrinya dan putranya.


~


Disisi Ricard saat ini,ia sedang bersama Merry disebuah taman yang cukup indah.


Ia menghabiskan waktu bersama Merry sambil menunggu seseuatu yang akan datang.


"Kenapa dia lama sekali keluar dari persembunyiannya"Pikir Ricard dengan sedikit bingung.


Ternyata Ricard sudah mengetahui kalau ia sedang diawasi oleh seseorang.Tapi ia tak mau menyerang duluan,ia ingin menunggu orang itu bergerak barulah ia bergerak.


"Dilihat dari sikapnya,ia sangat tenang tanpa takut sedikit pun...."


"Padahal ia telah menyinggung keluarga Thod,Keluarga yang sangat disegani di Shanghai ini"Pikir orang yang sedang mengawasi Ricard tersebut.


Ia sangat bingung melihat ketenagan Ricard itu,padahal kalau orang yang telah menyinggung salah satu keluarga besar akan sangat ketakutan.


Apa lagi Ricard bahkan masih sempat untuk bermesraan dengan Merry.


"Apa aku harus menyerangnya duluan saja....Tidak itu cukup berbahaya....."


"Dari Informasi ketiga bawahan Tuan Muda,kalau orang ini cukup memiliki Kemampuan yang hebat,jadi aku harus berhati hati......"


"Aku akan menunggunya sebentar lagi saja"Pikir orang itu sambil terus mengawasi Ricard.


Ia pun sedikit mendekati ketempat Ricard dan Merry duduk.


Tapi Ricard sedikit bosan menunggu orang itu menyerang.


"Kalau begini terus,aku akan mati kebosanan"Pikir Ricard dengan kesal.


Ricard pun langsung tersadar dari lamunannya.


"Hahaha......Apa yang perlu ditakutkan dari Keluarga Thod itu.Asal kau tau,aku sudah pernah melawan kelima tetua mereka itu,dan mereka semuanya kalah telak"Ucap Ricard dengan bohong.


Ia berbohong agar orang yang mengawasinya sedikit terpancing akan ucapannya.


Benar,orang yang mengawasi Ricard pun langsung marah mendengar bualan Ricard.


"Kapan kita pernah bertarung bocah sialan.....Rupanya kau hanya pemuda yang suka membual"Pikir orang itu dengan kesal.


"Benarkah sayang,berarti kau bisa dong menbunuh mereka semua"Tanya Merry dengan kagum,dan itu pun langsung dibalas anggukan oleh Ricard.


"Wahh....Aku tak menyangka kalau calon suamiku ini sangat hebat"Ucap Merry dengan bangga,bahkan ia sampai memeluk lengan Ricard dengan erat.


Tapi Ricard malah mengeluh karena Merry memeluk lengannya.


"Huft...Andai kau punya buah kenyal,pasti aku akan merasakan keempukan buah surgawi itu"Pikir Ricard dengan sedikit lesu,namun ia tetap tersenyum membalas ucapan Merry.


"Tentu saja,sebagai lelaki sejati aku harus bisa melindungi orang yang kucintai"Ucap Ricard sambil mencium pipi Merry.


Wajah Merry pun seketika memerah,ia sangat bahagia karena Ricard mencium pipinya.


Tapi orang yang mengawasi Ricard sudah tak tahan lagi melihat Ricard.


"Pertama,kau membual dengan mengatakan kalau aku dan keempat tetua lainnya dikalahkan oleh dirinya....."


"Kedua,ia malah enak enak saat ini dan ketiga kau malah mencium kekasih Tuan Muda disini....Ini sudah tak bisa dibiarkan lagi"ucap orang itu yang tak lain adalah Tetua Kelima.


ia pun bergegas melesat kebelakang Ricard dan berniat untuk menendang kepalanya.


Tapi tanpa disadari oleh Tetua Kelima,Ricard telah menghilang dari Bangku taman Itu.


Tetua Kelima pun berdiri dibelakang bangku itu dengan bingung.


"Kemana bocah itu dan Nona Merry pergi,bukankah mereka tadi masih berada disini"Pikir Tetua Kelima yang sangat kebingungan.


Namun,saat tetua Kelima sedang berfikir keras.Ricard muncul dibelakangnya sambil menepuk bahunya.


"Hallo Pak Tua..."Ucap Ricard.


Tetua Kelima pun sangat terkejut dengan kehadiran Ricard dibelakangnya.


"Bagaimana bisa kau sudah berada dibelakangku"Tanya Tetua Kelima dengan sedikit ketakutan.


Tapi Ricard tak menjawabnya,ia hanya tersenyum sambil melesat kearah Tetua Kelima.


Bukk.....


Uhuukkk.....


Ricard langsung memukul tepat diperut Tetua Kelima,darah segar pun keluar dari mulutnya.


Tetua kelima pun terbaring ditanah sambil mengerang kesakitan.Dihadapan Ricard,ia seperti sedang berjumpa dengan seorang malaikat maut yang siap mengambil nyawanya.


"Si....apa kau sebe..narnya"Tanya Tetua Kelima dengan gemetar ketakutan.


Ricard lagi lagi hanya terdenyum mendengar pertanyaan yang diberikan oleh Tetua Kelima.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘