
Melihat bentuk tubuh sempurna yang dimiliki Ling'er,hasrat Ricard pun mendadak naik.
Ia sangat ingin memakan Ling'er secepat mungkin,tapi sebisanya ia tahan dulu.
Ia tak ingin terlalu memaksa Ling'er,walau sekarang dia tampak ingin melakukannya.
Ricard pun berjalan menghampiri Ling'er yang sedang duduk ditepi kasur sambil menyisir rambutnya.
"Salah satu kebiasaan wanita,merapikan rambutnya padahal sudah rapi"ucap Ricard dalam hatinya.
"Apa kau sudah siap untuk memijat ku Ling'er"Tanya Ricard dengan basa basi.
Ling'er pun berbalik sambil tersenyum.
"Sudah Tuan,mari berbaring biar saya memijat Tuan"ucap Ling'er sambil tersenyum.
Tapi Ricard malah keheranan dibuat senyuman Ling'er.
"Sejak kapan gadis datar ini belajar tersenyum"pikir Ricard,tapi ia tak terlalu memikirkan itu.
"Kau tampak cantik jika tersenyum cerah seperti ini"ucap Ricard dengan mengeluarkan gombalan buayanya.
Ling'er sedikit memerah dipipinya dan malu mali,tapi ia sebisa mungkin untuk menghilangkan senyum malu malunya itu.
"Apa sebelumnya saya tidak cantik Tuan"Tanya Ling'er.
Ricard tidak segera menjawab,ia menuju kasur sambil membuka seluruh bajunya hingga tersisa celana boxernya saja.
Ia pun langsung segera berbaring dikasur sambil membuat tanda untuk segera memijatnya.
"Bukan seperti,kau sekarang tampak banyak berubah.Biasanya kau akan selalu menunjukkan wajah datarmu,tapi sekarang kau sudah memulai tersenyum cerah"Jawab Ricard dengan berbaring.
"Huft...Tuan selalu menghabiskan waktu bersama beberapa gadis Tuan,sampai tak punya waktu untuk berbicara denganku atau pun mengajakku pergi sekedar jalan jalan"ucap Ling'er sambil memijat Ricard dengan minyak urut.
Ricard sedikit menyukai sensasi pijatan Ling'er.
"Lalu siapa yang mengajarimu memakai baju seperti itu,aku sangat yakin itu bukan inisiatif dirimu"Tanya Ricard.
Ling'er sedikit memerah saat mengingat Mei'er yang mengatakan untuk sedikit agresif dengan Ricard.
Waktu itu ia sedikit mengeluh terhadap Mei'er karena ia sangat jarang menghabiskan waktu bersama Ricard.
Jadi Ling'er bertanya dengan Mei'er bagaimana membuat Ricard untuk memperhatikannya.Dan Mei'er pun merekomendasikan pakaian seperti ini untuk bertemu Ricard nanti.
Sebenarnya Ricard bukannya tak mau untuk berjalan jalan dengan Ling'er,hanya saja Ling'er selalu menampilkan wajah datar dan tampak acuh.
Jadi Ricard pun mengira kalau Ling'er adalah gadis yang suka menyendiri.
"Aku memakai baju seperti ini karena rekomendasi dari Mei'er Tuan"Jawab Ling'er dengan malu malu.
"Apakah kau berniat untuk menjadi gadis nakal Ling'er"Tanya Ricard dengan terkekeh.
"Jika itu untuk Tuan,maka Ling'er akan mau menjadi gadis nakal Tuan"Jawab Ling'er dengan pipi yang sudah memerah.
Ricard langsung bahagia dengan jawaban Ling'er.
"Kau akan tau,kalau ada gadis yang ingin menggodaku aku akan segera memakannya"Ucap Ricard.
Lagi lagi Ling'er tersenyum dengan malu malu.Ia sudah dewasa,dan umurnya juga sudah 200 tahun.Tentu ia paham dari maksud perkataan Ricard.
"Kalau Tuan ingin memakanku,aku akan dengan senang hati memberikan tubuhku kepada Tuan"ucap Ling'er dengan malu malu,tapi ia masih sedikit gugup didalam hatinya.
"Aku sudah tidak sabar untuk mendengar suara desa.han merdu gadis datar dan psikopat ini"pikir Ricard.
Saat ia sedang merasakan pijatan lembut Ling'er,Ricard pun bangkit berdiri dan menatap keluar jendela.
Tidak hanya itu saja,Ling'er juga langsung mengubah posisinya menjadi serius kali ini.
Bahkan Mei'er yang sedang berbincang dengan kedua orang Tua Ricard dan beberapa kekasih Ricard pun langsung berdiri juga.
Mei'er menatap dengan tajam diluar halaman Mansion,satu arah dengan tatapan Ricard dan Ling'er.
Mary Card sedikit terkejut karena secara tiba tiba saja Mei'er berdiri dengan serius.
"Ada apa Mei'er...Apa ada sesuatu yang serius"Tanya Mary Card,atau ibu Ricard.
"Ya ada apa Mei'er"Tanya Rimark Stive atau ayah Ricard dengan menghampiri mereka.
Karena menurut Mary Card urusan wanita pria tak perlu tau.
Saat sedang menonton,ia sangat terkejut akan tindakan Mei'er yang tiba tiba saja berdiri.
Ia pun bergegas menghampirinya.
"Ibu tenang saja,ada 1 semut yang mencoba mengganggu ketenangan Mansion Tuan saat ini"Jawab Mei'er dengan lembut.
Semua yang ada diruangan tamu itu pun sedikit kaget,apa lagi kekasih Ricard yang ahli beladiri.
Mereka tidak merasakan adanya orang yang sedang mengawasi mereka.
"Apa itu benar saudari Mei'er"Tanya Siao May.
"Iya...apa itu benar saudari,jujur saja aku tak merasakan adanya orang yang mengawasi kita"Tanya Lala.
"Kalian percaya saja kepadaku,kita tunggu tindakan dari Tuan.....Lagi pula orang itu hanya mengawasi kita,ia belum bergerak sama sekali"Jawab Mei'er.
Semua kekasih Ricard pun mengangguk.
Sedangkan dikamar Ricard.......
"Siapa semut ini,berani sekali ia menatap kemansion Tuan......Aku akan membunuh bajingan busuk ini"Ucap Ling'er dengan dingin dan datar.Ia sudah kembali kemode seperti biasanya.
"Jangan gegabah dulu Ling'er,dibumi ini tidak ada yang namanya Qi....Tapi kenapa ia bisa menjadi seorang kultivator"Jawab Ricard dengan serius.
Ling'er pun langsung membenarkan ucapan Ricard itu,mungkin gara gara momen terindah didalam hidupnya diganggu.Ia pun menjadi sedikit marah,makanya ia tadi tak berfikir jernih.
Biasanya,Ling'er lah gadis yang paling tenang dan berfikir matang kalau bertindak.Tapi gara gara momen indahnya diganggu,ia pun hampir melakukan tindakan sembrono.
"Benar yang Tuan katakan,apa ia kemari dengan menggunakan portal dimensi atau Teleportasi dari dunia kultivator....."
"Tapi kenapa malah kesini yang menjadi tujuannya"Tanya Ling'er dengan bingung.
"Tak perlu kau pikirkan,aku akan kesana dan kau jaga Mansion ini bersama Mei'er dan larang semua orang untuk keluar......"
"Hanya kau dan Mei'er yang sekarang bisa aku andalkan"Ucap Ricard.
"Baik Tuan....."Jawab Ling'er dengan berat hati.
Ia sebenarnya ingin membantu Ricard,tapi ia sadar kalau dimansion Ricard juga ada orang biasa yang tidak memiliki kemampuan beladiri.
Jadi ia pun mematuhi ucapan Ricard dengan terpaksa.
Ricard pun melesat keluar dari jendela.
Sedangkan Ling'er langsung memakai baju yang sopan lalu keluar dari kamar Ricard.
Saat sudah turun dari kamar Ricard,ia melihat kalau semua orang sedang berdiri dengan serius.
Ling'er pun menghampiri mereka semua.
"Apa yang tuan perintahkan"Tanya Mei'er tanpa basa basi.
Ia tau kalau Ricard pasti sudah memberi perintah kepada Ling'er,itu terlihat dari wajah seriusnya.
"Tuan menyuruh kita berdua untuk tetap dimansion saja.Lalu jangan keluar dari mansion sampai Tuan kembali"Ucap Ling'er.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš