Sang Pemandu

Sang Pemandu
Gadis Angkuh I


Dipagi yang cerah,Ricard mulai bangun dari tidur nyenyaknya.Ia juga melihat kalau Sara dan Mei'er masih tertidur dengan pulas.


Apa lagi posisi sara ditengah tengah mereka sambil dipeluk,ia seperti merasa ingin tidur terus sepanjang hari.


Ricard mulai turun dari tempat tidur bersiap untuk mandi.Tak lupa juga ia mencium keduanya secara bergantian.


Tapi ternyata Mei'er sudah bangun dari tadi,ia pun menjadi bahagia mendapat ciuman selamat pagi dari Ricard.


"Tuan romantis sekali....."Ucap Mei'er dalam hati sambil melihat Ricard pergi menuju kamar mandi,lalu lanjut tidur lagi.


"Pukul 07:30 pagi,lebih baik aku pesan sarapan dulu baru mandi"Pikir Ricard saat ia melihat jam didinding.


Ia pun berjalan kearah telepon hotel dan menghubunginya.


"Bawa 3 porsi sarapan kekamar vip no 20 lantai 4"ucap Ricard ditelepon.


"Baik Tuan,pesanan akan siap 10 menit"ucap Pelayan Hotel.


Setelah selesai menelepon pelayan hotel,Ricard langsung bergegas mandi karena pagi ini ia akan langsung pergi ke Perusahaan Gali Sumur.


Suara gemericik air pun mulai terdengar dari kamar mandi.


Setelah 10 menit berlalu,Ricard keluar dengan handuk yang menutupi area tongkatnya saja.


Saat baru keluar dari kamar mandi,Ricard mendengar suara ketukan dari balik pintu Hotel.


Tok....


Tok...


Ceklek......


Pintu terbuka dan menampilkan Pelayan Hotel sedang membawa troli yang berisi makanan enak.


Tapi pandangan Pelayan Hotel terus menatap tubuh Ricard dengan panas.Ia seperti harimau kelaparan yang ingin segera memangsa Ricard.


Ricard pun sedikit malu karena saat ini ia hanya memakai handuk saja.


"Ehmm Letakkan saja dimeja itu"ucap Ricard sambil menujuk kearah meja.


Pelayan hotel itu pun langsung tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Ricard.


"Bail Tuan...."ucap Pelayan itu dengan sedikit deg degan karena kesenangan saat masuk kedalam kamar Hotel.


Ia memikirkan kalau dirinya akan diperkaos oleh Ricard,sedangkan ia akan berpura pura menolak sambil mengerang lembut.


Tapi itu sepertinya hanya angan angan saja,saat sudah meletakkan makanan itu dimeja.Ia langsung disuruh keluar dari kamar dengan halus.


"Kupikir aku akan diperkaos seperti kebaya merah ternyata tidak.Padahal kalau ia mau,aku sih akan mende.sah saja"Gerutu Pelayan itu dalam hati sambil membawa Trolinya.


Disisi Ricard saat ini,ia dan kedua gadisnya sedang sarapan sambil menonton Tv disofa.


Mereka makan dengan tenang tanpa pembicaraan sama sekali.Setelah Ricard menyelesaikan sarapannya.


"Aku akan pergi dulu keperusahaan Gali Sumur dan kalian berdua disini saja"ucap Ricard.


"Tapi kami berdua pasti bosan Tuan hanya rebahan"Ucap Mai'er dengan pura pura lesu.


Sedangkan Sara,ia hanya diam sambil memakan makanannya dengan pelan.


"Kalian berdua bisa belanja dengan sesuka hati kalian"ucap Ricard dengan santai.


"Sara kau tak boleh bersedih lagi,kau bersama Mei'er jalan jalan saja.aku yakin kesedihanmu pasti hilang"ucap Ricard dengan lembut.


Ia juga tak tega membiarkan Sara hanya diam dikamar saja,makanya ia langsung menyetujui usul Mei'er untuk jalan jalan.


Sara pun mengangguk dengan lembut sambil tersenyum.


"Baiklah,aku akan berangkat sekarang,kalau ada yang berani mengganggu kalian atau bersikap lancang....."


"Jangan dibunuh,buat mereka menderita saja atau lumpuh"ucap Ricard,tapi ucapannya mengarah ke Mei'er untuk tidak sembarangan membunuh nanti.


Setelah itu,ia keluar dari hotel dan memesan sebuah taksi.Sedangkan mobil yang didapat Mei'er itu akan digunakanya bersama Sara.


Saat taksi telah tiba,Ricard langsung masuk dan memberikan alamat tujuannya.


"Antar aku Perusahaan Gali Sumur..."ucap Ricard dengan datar.


Supir taksi itu juga hanya mengangguk saja.Mobil mulai melaju dengan pelan dijalanan.


Tapi,saat taksi akan berbelok.Muncul sebuah mobil mewah dari belokan dan menyenggol bagian depan taksi.


Mobil mewah itu juga menepi dan turunlah gadis yang cantik dari mobil itu.


Ia berjalan kearah supir taksi dengan wajah angkuh dan kemarahan.


"Apa kau tak punya mata sialan,lihat mobil ku lecet karena ulah bodohmu itu"ucap Gadis itu dengan marah.


Ricard menjadi sedikit kesal dengan kesombongan gadis itu,padahal dirinya yang salah tapi malah menyalahkan orang lain.


"Nona apa anda tak punya mata?,jelas jelas anda yang menyenggol.Kenapa anda menyalahkan orang lain"Tanya Ricard saat ia baru turun dari mobil taksi.


Gadis cantik itu pun menoleh keasal suara.Namun ia langsung membeku dan terdiam saat melihat wajah Tampan Ricard.


Tapi saat ia melihat pakaian Ricard yang murah,ia pun sedikit mengkerutkan keningnya.


"Mungkin jadi pasangan pura pura cocok juga"pikir gadis angkuh itu.


Ia juga memiliki keyakinan kalau Ricard pasti terpana dengan wajah cantiknya.


Banyak Pria kaya yang terpana akan keanggunan dan kecantikan dirinya,pasti Ricard salah satunya.Itulah yang dipikiran gadis itu.


"Baiklah,aku akan melupakan masalah ini asal kau ikut denganku"ucap Gadis itu sambil menunjuk kearah Ricard.


Tentu saja Ricard bingung saat mendengar ucapan Gadis angkuh itu.


"Memangnya mau kemana?"Tanya Ricard dengan sedikit bingung.


"Ikut sajalah..."ucap Gadis itu sambil menarik tangan Ricard untuk masuk kedalam mobil,Ricard pun hanya pasrah saja akan tarikan gadis itu dan masuk kedalam mobil.


Didalam Mobil mewah itu,gadis angkuh itu yang menyetir sedangkan Ricard memejamkan matanya untuk tidur sebentar.


"Kenapa dia tak melirik atau memandang kearah ku sih"Pikir Gadis angkuh itu.


Tentu saja Ricard tak memandang dirinya.Selain kesombongannya,Ricard juga tak menyukai gadis dengan buah kenyal yang datar.


Ia memang mengakui kalau gadis angkuh ini sangat cantik.Tapi itu percuma kalau datar.


"Apa yang mau aku disedot nantinya"Pikir Ricard sambil memejamkan matanya.


Gadis angkuh itu pun semakin kesal karena Ricard dari tadi tak meliriknya.Ia sudah terbiasa disanjung dan diemaskan oleh banyak orang,tapi Ricard malah acuh kedirinya.


"Hey kau,kenapa kau tak melirikku,aku ini sangat cantik.Sudah seharusnya kau menyanjungku"ucap gadis itu dengan kesal.


Ricard pun membuka matanya dan hampir melongo.Ia sudah banyak bertemu dengan gadis yang lebih cantik dan montok dari dia.


Tapi ia tak pernah bertemu dengan gadis yang sesombong ini.


"Sangat sombong...."ucap Ricard sambil mengeleng gelengkan kepalanya.


Ucapan Ricard pun membuat gadis angkuh itu semakin marah.


"Kau....Aku ini cantik sialan,kau harus melirikku"ucapnya dengan marah.


"Ya...Ku akui kau sangat cantik,tapi kau tidak punya buah kenyal atau bisa disebut sangat datar"ucap Ricard sambil menunjuk kearah dadanya.


Tentu saja gadis angkuh itu terdiam,ia juga menyadari kalau ia tidak memiliki Buah kenyal.Ia pun sedikit malu akan ucapan Ricard itu.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan Kalian semangatku😘


...----------------...


"Lagi susah dapat ide,maaf telat update ya teman temanšŸ˜”**"