Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 541


Kamar mandinya dipasangi kaca transparan, sehingga. Adery merasa malu mandi di hadapan Thomas. Meski demikian, dia hanya menahan rasa malunya malam ini.


Dia berbaring di tempat tidur, berbalik, dan melihat punggung Thomas. Dia merasa makin tersentuh dan punya lebih banyak harapan.


Seandainya....


Seandainya dia bisa bertemu Thomas lebih awal, dia mungkin tidak akan melajang saat ini.


Dia bisa menjadi seorang ibu dengan dua anak sekarang, kan?


Hah! Mengapa pria luar biasa sudah ada yang punya?


Semakin Adery memikirkannya, semakin dia merasa suram.


Adery cemberut dan menggunakan selimut untuk menutupi kepalanya. Dia menutup matanya rapat-rapat. Dia tidak memfokuskan pikirannya pada hal antara dirinya dan Thomas karena itu tidak berguna tidak peduli bagaimana dia memikirkannya.


Thomas sudah menikah. Apa lagi yang bisa kau lakukan?


Malam terasa sunyi.


Keesokan harinya, Thomas menyiapkan makanan untuk Adery yang masih tidur sebelum mengambil kopernya dan meninggalkan hotel.


Dia menyewa mobil dan pergi ke lokasi yang ditentukan sendirian.


Dalam perjalanannya.


Thomas menelepon Leo dan memberinya misi sementara. Misinya sangat sederhana -lindungi Adery.


Thomas bisa pergi dan menyelamatkan William dengan tenang dengan adanya Leo yang diam-diam melindungi Adery.


Sebuah sedan putih kemudian melaju di jalan aspal. Thomas mengendarai mobilnya semakin cepat saat menuju ke sebuah area pedesaan. Setelah beberapa saat, bahkan tak dilihatnya mobil di jalanan.


Setelah berkendara selama lebih dari dua jam, dia akhirnya tiba di tempat tujuan.


Thomas tidak berani gegabah. Dia memarkirkan mobil ke rerumputan liar untuk menghindari perhatian pada mobilnya.


Kemudian, dia turun dari mobil, mendorong koper, dan berjalan ke pabrik yang sudah tidak dipakai.


Pabrik ini dibangun di tepi sungai. Pabrik ini dulunya pasti adalah sebuah galangan kapal, terlihat dari struktur perencanaan keseluruhan bangunan.


Thomas dengan mudah mendorong pintu utama dan terus berjalan ke dalam.


Ada 15 menit tersisa sampai waktu yang disepakati. Secara teoritis, para penculik mestinya sudah tiba. Lebih lanjut, itu tempat yang sempurna untuk menunggu mangsa mereka jatuh ke dalam perangkap. Para penculik seharusnya tiba dalam kelompok besar.


Namun, galangan kapal itu sangat besar sehingga Thomas benar-benar tidak tahu ke mana dia harus pergi untuk bertemu dengan mereka untuk sementara waktu.


Saat berjalan, dia samar-samar mendengar suara gonggongan anjing. Suara gonggongan itu cukup dalam, dan terdengar seolah tak hanya seekor anjing yang menggonggong. Mungkin ada sekitar lima anjing.


"Hah?"


Thomas mengerutkan kening. Apakah ada anjing liar di sekitar?


Saat dia memikirkan hal ini, dia melihat bahwa pintu baja pabrik dari depan sebelah kiri yang tidak jauh secara otomatis terangkat dan terbuka. Perlahan-lahan, situasi di dalam terlihat. Ada lima anjing pit bull yang kelaparan!


Anjing-anjing ini meneteskan air liur sambil menggertakkan gigi. Mereka semua menatap Thomas dan mereka tampak tidak sabar untuk memakan Thomas hidup-hidup.


Wush!


Pit bull itu bergegas maju. Mereka tampak seperti akan memakan Thomas.


Thomas tersenyum. Dugaannya memang benar. Para penculik ini benar-benar telah menyiapkan penyergapan. Akan tetapi, mereka mengatur anjing untuk melakukan penyergapan, bukannya manusia.


Jenis anjing ini sangat agresif dan sangat pandai berkelahi.


Orang biasa tidak akan bisa bertahan jika kelima anjing itu menyerang bersama-sama.


Sayangnya, mereka telah bertemu Thomas, jadi mereka ditakdirkan untuk menjadi ... anjing mati!


Anjing-anjing ini bergerak lebih cepat daripada manusia. Anjing pertama dengan cepat kilat bergerak menuju Thomas. la melompat dan berusaha menggigit leher Thomas.


Jika anjing itu menggigit leher Thomas dengan mulutnya yang besar, Thomas pasti akan mati!


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen


Sekian terima kasih.....