
Thomas dan Ben sedang minum bir. Tiba-tiba, ponsel Thomas berdering. Emma menelponnya. Dia menjawab panggilan itu, dan suara cemas Emma datang dari ujung telepon yang lain.
"Thomas, apakah kau senggang sekarang? Apa kau bisa datang menjemputku?"
"Tentu, kau di mana? aku akan segera pergi sekarang."
"Taman Abyss Science dan Technology di Jalan Freedom 339."
Setelah Thomas menutup ponselnya, dia menegak semua bir di gelas. Dia berdiri dan berkata, "Ada urusan pribadi yang harus aku selesaikan. Paman Ben, lain kali kita akan minum lagi."
"Oke. Pergi dan lakukan pekerjaanmu."
Thomas buru-buru meninggalkan restoran sebelum dia memanggil taksi dan bergegas ke Taman Abyss Science and Technology.
Dari telepon, dia bisa mendengar kalau Emma sedikit gugup dan takut seolah-olah dia dalam bahaya khawatir. Tidak banyak orang yang Thomas khawatirkan di dunia ini. Dia kehilangan adiknya, Scott. Dia tidak bisa membiarkan, sesuatu terjadi pada istrinya.
"Tuan, tolong kemudikan lebih cepat."
"Lewati lampu merah. Saya akan memberi Tuan sepuluh kali lipat ongkosnya."
"Cepat!"
Dalam waktu 15 menit, Thomas sampai di Taman Abyss Science and Technology. Begitu dia turun dari taksi, dia berlari. Beberapa saat kemudian, dia melihat Emma berjalan di tepi jalan.
Emma hari ini mengenakan rok mini dan singlet ketat berwarna putih. Keseksian dan kemudaannya terlihat sempurna di tubuhnya.
Thomas berlari ke arah Emma. Ketika wanita ini melihat suaminya, dia segera berjalan ke depan untuk memegang lengannya. Kemudian, dia berbalik dan berkata kepada pria di BMW, "Suamiku datang untuk menjemputku. Kau tidak perlu mengantarku pulang sekarang."
Pria di BMW itu melotot dengan tatapan tajamnya ke Thomas. Dia merasa sangat tidak senang. Dia melihat sekeliling sebelum dia berkata dengan sinis, "Suamimu datang untuk menjemputmu, tetapi kenapa dia tidak membawa mobil? Apa dia akan membawamu naik bus umum? Bukankah pria seperti ini tidak berguna?"
Thomas menatap pria di BMW itu sinis. Ada keganasan dalam tatapannya.
"Kenapa? Apa yang kau lihat? Aku akan mencongkel matamu kalau kau terus melihatku!
Pria di BMW dengan arogan berkata, "Sungguh sia-sia wanita baik seperti Emma menikah dengan pria miskin sepertimu. Sayang sekali!"
Pria di dalam BMW itu berhenti sejenak sebelum melanjutkan perkataannya, 'Emma, aku sudah memesan kamar pribadi di Gorgeous Night Dining malam ini. Kau harus datang! Aku bahkan bertanya kepada staf dari departemen lain di perusahaan. Nanti, kita bisa membicarakan kerjasama investasi. Bagaimana?"
Emma tampak tidak senang. Dia menolaknya dengan mengatakan, "Jika kau ingin membicarakan pekerjaan, aku akan datang ke perusahaanmu untuk membicarakannya lagi. Aku tidak akan menghadiri makan malam ini." Setelah dia berbicara, dia menyeret Thomas dan segera pergi.
Pria di BMW itu sangat marah sehingga dia membanting setir. Dia menginjak pedal gas dan debu dijalan langsung mengepul. Debu itu menyapu Thomas dan Emma, dan membuat keduanya menutup hidung dan mulai batuk. Pria di BMW itu bahkan berbalik dan mengejek, "Maaf!"
Emma begitu murka sehingga dia marah-marah dengan suara rendah, "Brengsek!"
Bersambung........
Terima kasih