
Setelah Thomas menutup telepon, dia berkata kepada Felicia dan Emma, "Aku sudah memesankan koki untukmu."
Felicia bertanya, "Apakah dia bisa diandalkan?"
Thomas tersenyum. "Apa ada hal sudah aku lakukan yang tidak dapat diandalkan?"
Felicia berpikir sejenak. Baru-baru ini, Thomas benar benar membuatnya mengubah perspektifnya. Meskipun dia masih tampak miskin dan menganggur, dia bisa menyelesaikan semuanya dengan lancar. Karena itu, Felicia pun perlahan memercayai Thomas.
"Baiklah, Tom, aku akan menyerahkan urusan ini padamu. Kau harus menemukan koki yang andal. Jangan membuatku malu."
Thomas mengangguk.
"Bu, jangan khawatir, kau tidak akan malu."
Felicia berdiri dan berkata, "Aku akan kembali ke kamar dan istirahat dulu. Kalian berdua juga harus istirahat lebih awal. Jika kalian punya waktu dua hari ini, kalian bisa menyiapkan hadiahnya. Ingatlah untuk membawanya ke pesta ulang tahun Nenek. Kita harus menjaga kesopanan kita."
"Kami mengerti, Bu."
Thomas kembali ke kamar bersama Emma.
Emma menekan Thomas ke tempat tidur sebelum dia menatapnya.
Thomas merasa sedikit takut karena dilihat seperti itu. Jadi, dia bertanya, "Apa... yang kau lakukan?"
"Aku ingin melihat apa ada alien di kulit Thomas Mayo. Apa alien ini sengaja berpura-pura menjadi Thomas dan mendekatiku."
Thomas tertawa terbahak-bahak. "Kenapa kau berkata begitu?"
"Karena kau baru saja sangat beruntung baru-baru ini. Lihat, dari mendapatkan investasi hingga membuat kepala keluarga Kennedy meminta maaf untuk mendapatkan kembali Shalom Technology dengan uang sebesar $1.200.000.000 dan melunasi semua hutangmu. Semua yang sudah kau lakukan sangat sukses. Kau ini tidak punya uang dan kemampuan, jadi sulit membayangkan bagaimana kau melakukan semua itu."
Tidak punya uang dan kemampuan?
Wow, itu pujian yang sangat "tepat".
Wajah Thomas menjadi gelap.
"Apakah itu komentarmu tentang priamu?"
"Baiklah, aku salah bicara. Tolong jangan marah padaku."
"Aku tidak marah!"
Sementara Emma tidak sadar, Thomas mengulurkan tangannya di bawah lengan Emma sebelum dia langsung memeluknya dan melemparkannya ke tempat tidur.
"M...."
Wajah Thomas memerah. Meski dia adalah Dewa Perang, dia tidak berbeda dari "pemula" di depan wanita kesayangannya. Dia berbalik dan turun dari tempat tidur sebelum dia berbaring di kasur di lantai. Jantungnya berdebar sangat cepat.
Emma sangat malu sehingga dia tersipu. Dia menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya. Beberapa saat kemudian, dia menjulurkan kepalanya dan berkata, "Kau bisa tidur di tempat tidur hari ini."
Jantung Thomas berdebar lebih cepat, dan dia sangat gugup sehingga dia terus menelan ludah. Dia naik ke tempat tidur dengan refleks kemudian mematikan lampu.
Dia memeluk Emma dari belakang dengan erat.
Mereka adalah pasangan yang sudah menikah, tetapi mereka baru saja bersama selama sekitar satu bulan. Selama periode ini, mereka bahkan tidur di ranjang yang berbeda. Ini adalah kali pertama mereka tidur sambil berpelukan. Keduanya sangat gugup.
Emma membayangkan segala macam kemungkinan. Dia memutuskan ... um ... dia seharusnya berpura-pura menolaknya untuk sementara waktu.
Tetapi....
Napas berat Thomas bisa terdengar dalam kegelapan.
Thomas tertidur.
"Bodoh!
"Thomas, kamu benar-benar idiot!"
Emma terus memarahinya diam-diam. Dia belum pernah melihat pria seperti ini yang bahkan bisa tertidur sambil menggendong wanita paling cantik di kota ini. Thomas mungkin satu-satunya orang aneh di dunia.
Bersambung......
Terima kasih