
"Beraninya dia?! Beraninya dia melakukan ini?!"
"Thomas hanya menantu yang bergantung pada istrinya. Siapa dia
sampai bertindak arogan di depanku? Dia konyol! Sialan!"
Harvard perlahan masuk dan berkata, "Kakek, jangan marah. Sebenarnya, masalah ini masih bisa diselesaikan."
"Bisakah itu diselesaikan? Bagaimana kita bisa menyelesaikan ini?"
Harvard kemudian berkata, "Kakek,
meskipun Kakek membiarkan Emma
memasukkan penawaran dengan anak perusahaannya, Kakek hanya menyetujuinya secara lisan. Kakek bahkan tidak menuliskannya di atas hitam dan putih. Jika Kakek tidak ingin menghormatinya, apa lagi yang bisa dia lakukan?
"Selain itu, bukankah Kakek juga yang mendirikan anak juga merupakan bagian dari perusahaannya? Perusahaan itu keluarga Hill! Bahkan jika Emma ingin mengambil alih proyek besar itu sendirian, keluarga kita tidak akan mengizinkannya!
"Dengan kata lain, apakah Emma mampu menangani proyek itu sendirian? Tanpa bantuan keluarga kita, apakah dia akan punya uang, tenaga, dan teknik? Dia tidak punya apa-apa! Bagaimana dia bisa menjalankan proyek itu?"
Ketika Richard mendengarkan kata kata Harvard, rasanya kata-kata itu masuk akal baginya.
"Lanjutkan."
Harvard menyeringai.
"Jadi, Kakek, aku pikir Kakek memang akan dapat mengambil kontrak itu darinya. Kita akan mengusir Emma dan keluarga kita akan dapat menyelesaikan proyek besar ini sendiri. Aku sudah membaca kontrak itu dengan jelas. Kontrak itu ditandatangani atas nama Hill Manufacturing Company, yang merupakan milik keluarga Hill, tetapi kontrak itu tidak merinci dan menyebutkan kalau perusahaan ini merupakan anak perusahaan Emma. Kakek adalah pemimpin keluarga Hill dan Kakeklah yang membuat keputusan."
Richard mengerutkan keningnya.
"Emma sudah menandatangani kontrak. Jika kita mengambilnya dan menendangnya keluar, itu akan sedikit tidak adil untuknya."
"Apanya yang tidak adil? Saat Emma mempermalukan Kakek di depan umum. Apakah dia berpikir untuk melindungi martabat Kakek sebelumnya?"
Richard mengangguk. Penghinaan
hari ini membuatnya merasa sangat tidak nyaman. Kontrak tersebut benar-benar telah ditandatangani oleh Hill Manufacturing. Jika Richard mau, tidak masalah baginya untuk mengambil alih kontraknya dengan paksa.
"Selain itu, ini adalah proyek besar yang bernilai ratusan juta dolar. Apa Kakek benar-benar mau memberikannya?"
Harvard menyeringai dan berkata, " Emma menjadi lebih mandiri sekarang dan kita tidak akan bisa mengendalikannya cepat atau lambat. Selain itu, Thomas sangat licik. Dia terus-menerus mengincar aset kita. Jika kita tidak mengambil inisiatif untuk menyerang mereka, keduanya akan merepotkan begitu mereka mengambil keuntungan dari kita."
"Kau benar. Aku tidak bisa membiarkan Emma mengambil alih!"
Tetapi.....
"Apakah Biro Konstruksi Perkotaan akan menyetujuinya?
"Mereka menandatangani kontrak dengan Emma. Jika mereka mengetahui bahwa si penanggung jawab diganti di tengah jalan, bukankah mereka akan ...?"
Harvard menepuk dadanya.
"Jangan khawatir, Kakek. Selama masih keluarga Hill yang bertanggung jawab atas proyek ini, aku yakin Biro Konstruksi Perkotaan tidak akan mengatakan apa-apa lagi."
"Um ... Siapa yang harus menggantikan Emma sebagai penanggung jawab proyek ini?" Richard melirik Harvard. "Kau? Tidak mungkin. Wakil direktur sudah menendangmu keluar ketika dia melihatmu. Jadi, bukan kau orangnya."
Harvard tersenyum canggung.
"Aku pasti tidak bisa, tapi Jade bisa. Selain Jade dan Emma sama-sama perempuan, Jade juga juga memiliki kualifikasi yang lebih baik. Ditambah lagi, Donald adalah wakil komandan di zona perang Eastland, jadi aku yakin Biro Konstruksi Perkotaan akan menunjukkan rasa hormat padanya."
"Ya, itu masuk akal. Sudah diputuskan, kalau begitu."
"Keluarga kita akan melaksanakan proyek konstruksi dan Jade akan menggantikan Emma sebagai penanggung jawab proyek. Ketika kita membahas detil proyek dengan Biro Konstruksi Perkotaan besok pagi, jangan biarkan Emma ikut. Beri dia cuti dua hari," saran Harvard.
"Oke, aku akan pergi dan menanganinya sekarang!"
Pintu kemudian ditutup.
Richard duduk di kursinya dan menghela napas panjang. Dia bergumam pada dirinya sendiri,
Emma, jangan salahkan aku karena bersikap kejam padamu. Kau benar benar terlalu sombong.
"Keluarga Hill tidak akan pernah membiarkan seorang wanita membuat keputusan.
"Aku, Richard Hill, juga tidak akan membiarkan orang luar melangkahiku!"
Bersambung.....
Terima kasih