
"Hei, aku harus kembali rapat....."
"Tunggu, kau tidak perlu balik. Lagipula, bukankah Kakek adalah orang yang membuat keputusan pada akhirnya ? Saran yang kau berikan tidak akan berguna. Lebih penting kau membantuku menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu!"
Setelah Harvard menarik Emma pergi, Emma pasrah masuk ke mobil.
Komplek Taman Metro 33.
Mobil itu berhenti.
Emma dan Harvard kemudian masuk ke dalam rumah dan mereka langsung terlihat oleh Felicia.
"Emma, kenapa kau pulang begitu cepat hari ini? Hei .... kau juga di sini, Harvard?"
Harvard dengan cemas bertanya, "Bibi Felicia, apakah Thomas ada di rumah?"
"Ya, dia belum bangun."
"Sudah sangat siang sekarang. Kenapa dia belum bangun ?" Harvard mendorong Emma. "Cepat, pergi dan bangunkan dia."
Emma menggelengkan kepalanya tak berdaya. Dia berjalan ke kamar tidurnya dan duduk di tempat tidur.
Kemudian, dia menyenggol Thomas. "Berhenti berpura pura. Bukankah kau bangun pagi tadi? Apa kau hanya pura pura tidur ketika kau melihat Harvard datang?"
Thomas menyeringai.
"Siapa yang berpura-pura?
"Aku mengantuk, jadi aku ingin tidur siang."
"Harvard menunggu di luar. Apa kau akan bangun?" tanya Emma.
"Tidak, aku tidak ingin menemuinya," kata Thomas acuh tak acuh.
"Hah?"
"Pergi dan katakan padanya kalau aku tahu kenapa dia ingin menemuiku. Akan tetapi, orang bilang kalau kau harus menanggung konsekuensi dari tindakanmu. Dia harus menyelesaikan masalah yang dia buat. Aku tidak membantunya membersihkan kekacauan yang dia buat."
Emma menghela napas. Dia berjalan keluar ruangan dan memberi tahu Harvard tentang apa yang dikatakan Thomas.
Thomas menguap. Dia menutup matanya dan berkata, " Emma, ada apa? Mengapa ada anjing yang menggonggong di pagi hari?"
Harvard sangat marah.
Dia benar-benar ingin bergegas maju dan memberi Thomas sebuah pukulan, tetapi ketika dia berpikir bahwa dia perlu memohon kepada Thomas, dia dengan terpaksa menerima penghinaan itu.
Harvard menahan amarahnya dan berkata, "Thomas, aku tahu kalau kau tidak senang dengan apa yang telah aku lakukan baru-baru ini sejak aku mengambil kehormatanmu. Aku tahu ini salahku, tetapi kau juga tidak bisa melihatku mati. Tidak apa-apa jika aku dipermalukan. Intinya adalah mereka ingin menurunkan plakat leluhur keluarga Hill! Plakat itu merupakan plakat turun temurun dari nenek moyang kita, itu kebanggaan kita. Jika plakat leluhur diturunkan, aku tidak akan menjadi satu-satunya orang yang merasa malu, seluruh keluarga Hill akan malu! Orang-orang juga tidak akan menghormati Emma!"
Emma mengangguk. "Benar, Thomas. Bantu saja Harvard karena ini menyangkut kehormatan keluarga Hill."
Harvard segera menambahkan, "Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkanmu membantu tanpa alasan. Bukankah mereka akan membayarku $10.000.000 untuk biaya undangan sekarang setelah aku menandatangani formulir persetujuan ? Aku tidak menginginkan satu sen pun. Aku akan memberikan semuanya padamu, oke?"
Bagi Harvard yang sangat rakus, itu adalah konsesi terbesar baginya.
Tetapi....
Thomas membalikkan badannya di tempat tidur dan dengan malas bertanya, "Jadi, kau tidak memintaku untuk membantu atas namamu sekarang. Sebaliknya, kau memohon padaku dengan mempertaruhkan kehormatan keluarga Hill?"
"Ya!"
"Baiklah, karena ini masalah kehormatan keluarga Hill, aku pikir kau tidak memenuhi syarat, kan?"
Harvard tertegun untuk sementara waktu. "Thomas, apa maksudmu?"
Thomas batuk-batuk sebelum mengatakan hal yang paling mengejutkan dengan suara rendah.
"Maksudku, karena kita sedang membicarakan kehormatan keluarga Hill, biarkan penguasa keluarga Hill yang datang kepadaku."
"Pergi dan minta kakekmu untuk datang."
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen
Sekian terima kasih.....