
Selain Thomas dan Emma, ada banyak orang lain juga yang datang dalam acara penawaran kali ini. Perwakilan dari perusahaan manufaktur super besar nasional yang terkenal, serta pabrik kecil lokal yang kurang terkenal juga hadir.
Sebenarnya, keluarga Hill dianggap hanya sebagai keluarga sekunder di Shaol. Kini, ketiga distrik itu telah digabung menjadi distrik Southland. Pangkat keluarga Hill semakin turun. Pada dasarnya, mereka berada di peringkat terbawah di tingkat menengah.
Keluarga bergengsi yang ada di Southland City termasuk ikut dalam acara lelang tender kali ini. Keluarga Hill tidak berada di atas. Namun, semua orang dapat melihat bahwa proyek rekonstruksi setelah pembongkaran tentu akan menjadi proyek yang menguntungkan. Ini karena selain Shaol, bagian-bagian tertentu dari dua distrik Oceania Hail dan Desert Cele di sepanjang sungai juga akan menjadi bagian dari rencana konstruksi.
Oleh karena itu, ini adalah proyek besar yang mencakup tiga distrik lama. Ketika seseorang mendapatkan proyek ini, dia bisa menghidupi keluarganya selama sekitar sepuluh tahun. Karena alasan ini juga, Richard Hill sebagai kepala keluarga, datang sendiri ke lokasi untuk ambil bagian dalam rencana konstruksi.
Richard awalnya berencana untuk mencari bantuan dari Donald. Namun, Donald tidak ada hubungannya dengan Biro Konstruksi Perkotaan dan hampir tidak berkomunikasi dengan mereka. Jadi, Donald dengan sopan tidak ikut. Semua tinggal tergantung pada Richard jika dia bisa memenangkan penawaran.
Orang-orang itu duduk bergerombol. Sementara Richard terus menarik napas dalam-dalam. Harvard berkata dengan percaya diri, "Kakek, kau tidak perlu gugup. Kita telah menghabiskan banyak uang untuk menyewa tim desain kelas satu di kota ini untuk membuat proposal penawaran ini. Bagaimanapun keadaannya, kita akan tetap menjadi yang terbaik. Orang lain tentu tidak sebaik kita. Kita pasti akan menang kali ini!"
"Selain itu, keluarga Hill adalah veteran dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang konstruksi. Apa ada ada keluarga lain yang memiliki kelebihan seperti kita?"
Richard menggelengkan kepalanya, dan berkata, "Harvard, kau terlalu percaya diri dalam hal ini. Kau harus tahu kalau keluarga Hill hanya dianggap keluarga tingkat menengah dalam bidang konstruksi. Selain itu, kita tidak memiliki koneksi dengan Biro Konstruksi Perkotaan. Kita bahkan tidak memiliki satu kontak pun dengan orang-orang di biro. Oleh karena itu, sangat sulit untuk mendapatkan tender ini."
"Kakek, kau tidak perlu memuji semangat orang lain dan meremehkan semangat kita sendiri. Lihat saja penampilanku nanti."
Tak lama berselang, penyelenggara lelang naik ke panggung.
Cillian Wall, Wakil Direktur Biro Konstruksi Perkotaan berdeham. Dia mengangkat kacamatanya yang berbingkai emas dan tersenyum saat berbicara.
"Salam semuanya. Malam yang sangat indah untuk semua orang. Senang bisa berkumpul bersama Anda semua...."
Setelah dia selesai menyampaikan kalimat yang tidak relevan, inilah poin utamanya.
"Nanti, saya akan berada di kantor, di sebelah kiri. Siapa saja yang tertarik untuk mengikuti tender akan masuk satu per satu, dan memberitahu saya proposal Anda secara rinci. Saya akan membuat pilihan yang paling bijaksana sesuai dengan proposal Anda."
"Jadi, saya akan menunggu kabar baik di kantor. Kalian semua harus bekerja keras untuk memberi saya performa yang paling memuaskan!"
Setelah Cillian selesai berbicara, dia berjalan menuju kantor.
Semua orang mempersiapkan diri. Masing-masing dari mereka memeriksa ulang proposal sampai mereka merasa tidak ada masalah lagi. Baru kemudian mereka berjalan menuju kantor.
Orang pertama masuk dan setelah itu keluar dalam satu menit. Dia menggelengkan kepalanya dan tampak kecewa. Orang kedua, masuk,diikuti oleh orang ketiga, dan seterusnya. Lebih dari sepuluh orang masuk secara berurutan. Namun, mereka semua keluar dalam satu menit dan tampak kecewa. Emma menjadi semakin takut ketika dia melihat ini.
"Thomas, kurasa lebih baik kita pulang saja. Acara lelang kali ini sangat ketat. Selain itu, kita bahkan tidak punya proposal. Jika kita masuk, bagaimana kita akan mempresentasikannya nanti?"
Thomas berkata dengan tenang," Percayalah pada dirimu sendiri. Kau pasti akan memenangkan tender dengan kemampuanmu."
Emma bingung, dan bertanya, " Kenapa kau begitu percaya diri denganku? Aku bahkan tidak percaya dengan diriku sendiri."
Thomas tetap diam. Dia hanya menatap kantor kecil itu dengan tenang, seolah-olah semuanya berada di bawah kendalinya.
Bersambung.....
Terima kasih