Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 185


"Um..."


Thomas tercengang. Dia berpikir sejenak sebelum berkata, "Kau bisa menyiapkan hidangan di tempat."


Griffin tidak tahu apakah dia harus menangis atau tertawa. "Peringatan Scott merekrut seniman, bukan koki. Tidak peduli seberapa lezat makananku, aku tidak akan masuk, kan?"


"Percayalah, kau akan baik-baik saja."


"Yah... Baiklah, aku akan mendengarkanmu. Paling buruk, aku hanya akan merasa malu kali ini. Tidak apa-apa."


Wajah Griffin suram. Dia tampak tidak senang.


Memasak di Hiburan Seni Budaya Peringatan Scott?


Bah, hanya Thomas yang bisa punya ide seperti itu.


Griffin mungkin akan malu besok. Dia hanya berharap dia tidak akan diusir oleh perusahaan itu.


Matahari terbenam dan malam pun datang. Seperti inilah, hari berlalu.


Keesokan paginya, Griffin pergi ke pasar lebih awal untuk membeli bahan masakan yang dia butuhkan. Dia mempersiapkan semuanya dengan detil. Ketika dia kembali ke restoran, Maybach hitam terparkir di pinggir jalan. Jendela mobil diturunkan dan Thomas melambaikan tangan padanya.


"Masuk kedalam mobil."


"Ini...."


Griffin memandangi mobil mewah yang bernilai jutaan dolar itu. Dia tidak menyangka Thomas begitu kaya. Thomas biasanya naik taksi atau bus umum, dan dia terlihat sangat miskin. Griffin benar-benar tidak tahu kalau Thomas adalah orang kaya yang rendah hati. Namun, itu semua masuk akal. Status Thomas sangat mulia. Mana mungkin dia miskin?


Dalam perjalanan, Griffin melihat sekeliling dan tampak sangat bingung. Dia benar-benar berbeda dari karakternya yang biasanya tenang dan santai. Orang bisa tahu betapa gugupnya dia soal acara hari ini. Sementara itu, Thomas menunjukkan ekspresi datar seolah semuanya terkendali.


Mobil tiba di depan perusahaan dalam waktu singkat.


Jantung Griffin berdebar sangat kencang. Apakah mereka bisa masuk ke dalam? Dia berpikir bahwa si supir akan menghentikan mobil dan pergi keluar untuk meminta penjaga keamanan memberi mereka pengecualian. Akan tetapi, gerbang terbuka secara tak terduga dan mobil masuk ke bawah tanpa hambatan. Penjaga keamanan bahkan berdiri tegak dan memberi hormat.


"Ini.. " Griffin diam-diam memandang Thomas dan berpikir, 'Bos pasti menggunakan statusnya sebagai panglima untuk memberi tahu perusahaan terlebih dahulu demi kenyamanan mereka,"


Tak lama kemudian, mobil tiba di tempat tujuan dan diparkir di tempat parkir. Sopir tetap berada di dalam mobil.


Thomas membawa Griffin ke bagian film dan televisi. Mereka telah melewati beberapa pos pemeriksaan dalam perjalanan mereka menuju bagian ruang film dan televisi, tetapi perjalanan mereka begitu mulus tanpa hambatan. Mereka kemudian sampai di ruang audisi di lantai tiga dengan lift. Saat mereka berjalan masuk, Thomas dan Griffin melihat Flora dan Jude duduk di kursi lobi. Flora dan Griffin pun saling berpandangan.


"Hei, kalian benar-benar berani datang?


"Ck! Luar biasa! Kalian bisa datang ke sini. Berapa banyak uang yang telah kalian berikan kepada penjaga keamanan sebelum mereka membiarkan kalian masuk ke sini?"


Griffin mencibir. "Kami tidak melakukan hal semacam itu,"


"Benarkah? Tidak apa-apa meski kau tidak mengakuinya. Aku juga tidak peduli." Flora mengangkat kepalanya dan merendahkan Griffin. "Aku hanya peduli soal bakat apa yang akan kau tunjukkan kepada juri di audisi nanti."


Bersambung.....


Sekian terima kasih.....