
Beraninya dia menghina bos mereka? Ha ha! Apa dia mau mati?
Seorang anak buah mengayunkan tinjunya yang besar saat dia ingin memukul wajah Thomas.
Adery ketakutan saat melihatnya. Dia belum pernah melihat Thomas bertarung sebelumnya, jadi dia mengkhawatirkan keselamatan Thomas. Dia bahkan berpikir kalau ini adalah kesalahannya sampai Thomas akan dipukuli.
Jika dia tidak memaksa, Thomas tidak akan....
Hah?
Sebelum kekhawatiran Adery hilang, Thomas mengayunkan tangannya dan menjauh dari pukulan si anak buah. Kemudian, dia dengan lembut menepuk orang ini dan pria itu pun hanya bersandar di depan Thomas.
Adegan selanjutnya tak terlupakan.
Thomas membungkuk dan mengangkat kepalanya. Dia menggunakan seluruh kekuatannya dan menendang orang itu seperti pemain sepak bola yang sedang menembakkan bola. Dia menendang si anak buah Mandrill seolah-olah pria itu adalah bola sepak!
Pria itu meluncur di sepanjang lorong panjang tepat ke ujung gerbong sebelum dia menabrak pintu dengan keras.
Para anak buah lainnya tercengang ketika mereka melihatnya.
Apa bisa seorang manusia mengeluarkan tenaga sebesar itu?
Sebelum mereka menjawab, Thomas memegang mereka semua dan menjepit mereka di lantai. Kemudian, dia menendang semua anak buah Mandrill satu demi satu seolah-olah dia sedang melakukan tendangan penalti.
Terseok ....
Terseok .....
Setiap orang berguling ke ujung gerbong dan mereka saling bertabrakan. Badan mereka bertumpukan.
Orang-orang ini sebenarnya cukup berotot dan kuat. Mereka telah menjadi gangster selama bertahun-tahun dan mereka sangat berpengalaman dalam bertarung. Masing-masing dari mereka bisa bertarung dengan sepuluh musuh.
Namun, mereka tidak bisa melawan Thomas bahkan ketika mereka semua menyerang bersama-sama. Mereka dikalahkan dalam waktu kurang dari sepuluh detik.
Kemampuan kuat Thomas benar-benar menakutkan!
Pada akhirnya, Thomas menatap Mandrill.
Hari ini adalah hari pertama dan satu-satunya anak buahnya ditendang seperti bola karena dia telah merampok sebuah kursi.
Thomas memandangnya dan berkata dengan nada dingin, "Kau sangat menyukai kursi ini, kan? Maaf, kursi itu milik kami, jadi kami tidak bisa memberikannya kepadamu. Tapi, aku ini orang yang sangat murah hati. Aku tidak bisa memberimu tempat duduk, tapi aku bisa memberimu ruang koper di sini."
"Koper.... Ruang koper?"
Mandrill tampak tercengang. Dia tidak mengerti apa maksud Thomas. Mengapa dia memberinya ruang koper? Dia tidak membawa koper.
Namun, dia segera mengerti apa yang dimaksud Thomas.
Thomas meraih leher Mandrill dengan satu tangan dan mengangkatnya dari kursi. Dia tidak menggunakan kekuatan apa pun, jadi tindakan Thomas ini seperti orang dewasa yang mengangkat anak kecil.
Apa yang terjadi selanjutnya membuat semua penumpang di dalam gerbong tercengang.
Thomas meraih leher Mandrill dengan satu tangan dan memegang kakinya dengan tangan lainnya. Setelah itu, Thomas mengeluarkan sedikit kekuatannya dan mengangkat Mandrill. Kemudian, dia memasukkan Mandrill ke dalam ruang koper!
Mandrill mencoba sebisa mungkin untuk melawan, tetapi dia tidak bisa. Kekuatannya benar-benar tidak ada artinya bagi Thomas. Dia seperti semut di hadapan gajah.
Dalam waktu kurang dari lima detik, Mandrill benar-benar dimasukkan ke dalam ruang koper dan dia menggeram sambil tetap dalam kondisi terjepit.
"Keluarkan aku, Bocah! Keluarkan!"
"Beraninya kau tidak menghormatiku! Tunggu saja! Ketika aku keluar nanti, kau akan menjadi orang pertama yang aku bunuh!"
"Kau...."
Thomas merasa kesal saat mendengar semua ini. Dia meraih isolasi dan dengan cepat dia merekatkannya di mulut Mandrill. Terdengar suara robekan. Akibatnya, Mandrill tidak bisa lagi bergerak dan berteriak.
Mandrill akhirnya mengerti apa yang dimaksud Thomas dengan memberikannya ruang koper. Sayangnya, sudah terlambat baginya untuk mengerti sekarang!
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen
Sekian terima kasih.....