
Aku tidak menghiraukan ejekan nya, aku hanya tidak ingin hari pertama ku masuk sekolah kacau.
Aku lebih baik diam dari pada harus melayani omong kosong nya itu, seperti nya dia sengaja hendak mencari masalah dengan ku.
"Hey! kau mengabaikan ku!" Kesal nya sembari memegang pergelangan tangan ku.
"Aku tidak ada waktu buat meladeni bocah seperti mu!" Tutur ku di depan wajah gadis itu
Apa mungkin Emily selalu mendapat kan perlakuan seperti ini oleh teman teman nya.
"Lepaskan tangan mu yang kotor itu dari ku" Tutur ku
Aku melihat dia mulai naik darah, untung saja tanduk nya tidak muncul.
"Dasar wanita kurang ajar!" Ucap nya sambil melayangkan tangan nya ke arah ku.
Untung saja aku menangkap tangan nya yang hendak menampar wajah ku, dan seperti nya dia kaget dengan apa aku lakukan.
Aku langsung memelintir tangan nya ke belakang lalu menghantam kan kepalanya ke atas meja.
"Arrrrrrrrgggghhhh!! Gila apa yang kau lakukan Mel" Teriak nya
"Menurutmu! Aku kan sudah bilang jangan menyentuh ku! Apa kau Tuli?" Tutur Ku
Aku memegang dengan erat tangan nya ke belakang dan menindis Kepala ke meja ku.
Siswa yang lain tak ada yang ikut campur dengan perkelahian kami atau menghentikan ku, dan salah satu siswa tengah asik merekam perkelahian kami.
"Emily! Erika ! Hey Kalian berdua! Apa yang kalian lakukan?" Tanya Guru yang masuk ke kelas ku itu.
Ternyata nama gadis ini Erika, nama yang cukup bagus tetapi tidak dengan prilakunya.
"Tolong saya Pak" Ucap Erika
"Emily Lepaskan!" Seru Pak Guru itu
Dengan terpaksa aku melepaskan gadis itu untuk sementara, tetapi jika dia mengganggu ku lagi ku bunuh saja dia sekalian.
"Sebagai hukumannya,kalian berdua berdiri di tengah lapangan sampai jam istirahat" Ucap Pak Guru
"Saya jangan di hukum ya Pak, dia saja" Rengek Erika sambil memegang tangan pak Guru
Dasar wanita genit emang harus ya memohon sampai segitu nya, aku berjalan menuju lapangan.
Saat baru keluar dari kelas aku melihat Raja yang keluar dari ruangan sambil berbincang kepada seorang guru.
Aku menuju lapangan dan berdiri di depan tiang bendera, tak lama gadis itu muncul dan berdiri di samping ku.
Mungkin dia sudah capek memohon ke pak guru itu untuk tidak di hukum,padahal dia yang sengaja cari masalah.
"Ini semua gara gara kamu!" Tuduh nya menunjuk ke arah ku.
Aku hanya memutar bola mata ku ke arah nya lalu memutar nya kembali ke arah lain.
Yang tadi nya dia menatap ku dengan kesal setelah aku menatapnya begitu, dia langsung tertunduk ntah apa yang merasuki nya.
Apa Mood nya bisa berubah berubah setiap menit nya ya.
"Mell! udah masuk aja sana, biar aku yang gantikan kamu" Tawar Raja
"Gak usah, kamu masuk aja sana masuk" Tutur ku
"Enak banget yah jadi kamu! Ada yang siap gantikan kalau di hukum" Potong nya
"Ada masalah apa kamu sama Emily?" Tanya Raja
Erika menunduk dan tak menjawab pertanyaan Raja, ternyata nyali nya hanya segitu doang.
Baru aja di tanya begitu sudah ketakutan, mana sok jago lagi di depan ku.
"Kamu tidak perlu memohon ke guru agar aku tidak di hukum" Pinta ku
"Sudah masuk kelas aja sana, toh aku juga gak akan seharian disini" Perintah ku
"Tapi! Kalau kamu kenapa Napa pasti saya akan di marahi Non" Ucap Raja
"Tidak akan terjadi apa apa kepada ku" Ujar ku meyakinkan dia.
Dengan wajah yang ragu ragu akhirnya ia pergi meninggalkan ku, aku melihat ia memasuki kelas dan sesekali berbalik ke arah ku.
Hari pertama ku masuk sekolah malah di hukum bukannya mendapat teman.
Makin lama matahari semakin tinggi dan sangat panas,aku melihat Erika yang sudah sangat kelelahan.
"Mereka bilang kamu hilang ingatan, apa itu betul?" Tanya nya.
Sejak kapan dia berbicara dengan santai kepada ku, toh dari tadi bicara nya ngegas terus tumben banget sekarang santai.
"Iya,bahkan aku juga tidak mengenal kamu" Jawab Ku
Aku agak sedikit heran dengan anak ini, dia bertanya tapi setelah di jawab malah bengong.
Apa itu sudah kebiasaan nya yah, wah bahaya banget kebiasaan begitu kalau tidak di rubah bisa bisa saat bengong langsung kesurupan.
Sebentar lagi jam istirahat, artinya hukumannya sudah hampir selesai kan.
Keringat membasahi wajah serta badan ku, bahkan aku merasakan seragam ku basah seperti habis kehujanan.
Aku masih bisa menahan ini walau seharian, tetapi masalah nya tubuh Emily yang aku takutkan akan merasa kan efek nya.
Apa yang harus aku lakukan, harus kah aku sudahi hukumannya toh aku juga harus menjaga tubuh Emily kan.
Aku tidak boleh seenaknya saja dengan tubuh ini, tetapi aku akan mencoba berubah sedikit demi sedikit kepribadian Emily dan tubuhnya yang lemah ini.
Aku terkejut saat Erika terbaring di tengah tengah lapangan itu, seperti nya dia pingsan akibat kelelahan.
Haruskah ku tolong dia atau aku biarkan saja dia di situ sampai hukuman nya selesay.
Tetapi disisi lain aku tidak tega, walaupun dia sangat kasar kepadaku tadi.
Aku menggendong tubuh Erika yang ringan itu, seperti nya dia tidak pernah makan.
Aku berlari mencari ruangan UKS dan aku menemukan nya, aku membawa masuk Erika dan membaringkan nya di ranjang.
"Erika kenapa Mell?" Tanya salah satu guru
"Pingsan, kemungkinan kelelahan akibat berdiri di tengah lapangan tadi" Jawab ku
Setelah aku menjelaskan semua, aku di suruh masuk ke kelas dan hukuman nya di sudah kan.
Aku masuk ke kelas bersama seorang guru yang berbicara dengan ku tadi, dia yang mengantarkan ku ke kelas.
Aku masuk dan langsung duduk di kursi ku, tepat nya di samping Raja.
"Sudah selesai?" Tanya nya
"Sudah,Berkat perempuan tadi pingsan" Jawab ku
"Dia pingsan?" Tanya nya lagi
" Iya" Singkat ku
Aku melihat ke arah papan tulis, seperti nya itu pelajaran yang sedang di laksanakan.
Raja memberikan buku ku dan menyuruhku mencatat semua yang ada di papan tulis, katanya sebelum pak guru ke toilet ia menyuruh mereka mengisi semua jawaban soal yang ada di papan tulis.
Aku mengambil buku yang di berikan Raja, lalu mulai menulis dan mengisi semua yang ada di papan tulis.
Rumus matematika, aku tahu semua jawabannya jadi aku tidak perlu berpikir terlalu lama.
Di sekolah ku yang dulu juga aku pernah mendapat kan persoalan seperti ini, dan saat aku masih sekolah dulu aku mendapat kan Rangking Satu berturut-turut.
"Biasa nya aku Ranking berapa?" Tanya ku ke Raja sambil menulis
"Ranking 19 dari 25 siswa" Ucap nya agak ragu ragu
"Segitu bodoh nya yah aku" Keluh Ku
"Kamu tidak bodoh, hanya saja susah untuk mengerti apa yang di jelaskan" Tutur nya
"Sama aja" Kata ku memukul kan pulpen yang ku pegang ke kepala nya.
Aku gagal fokus mengisi Soal matematika ini, masalah nya dia terus memandangi ku.
Aku menjadi salah tingkah kan di buat nya, tolong lah singkirkan pandangan mu dari ku.
Beberapa menit pun aku sudah selesai mengisi semua, tetapi seperti nya tulisan tangan Emily dan aku berbeda.
Bagaimana yah bahkan aku tidak bisa menulis mengikuti tulisan Emily yang seperti ceker ayam.
Sangat berantakan dan juga tulisannya sangat besar besar memenuhi setiap satu baris buku itu.
Emang jika orang amnesia tulisannya akan berubah juga yah, semoga saja tidak ada yang berpikir aneh atau curiga.
"Sudah? Tumben tidak meminta bantuan ku, biasanya jika ada soal apa pun pasti aku yang isikan" Ujar nya lalu mengambil buku ku dan meletakkan nya di meja guru
"Masa sih?" Tanya Ku
"Iya" Singkat nya
"Yah, kali ini aku ingin mengerjakan nya sendiri" Ucap Ku
Beberapa menit kemudian pak Guru memasuki kelas, lalu ia memeriksa semua tugas yang ia berikan dan menilai nya.
Aku melihat buku ku yang paling atas di singkirkan oleh nya, ia menilai yang paling bawah bawah terlebih dahulu.
"Semoga aku dapat nilai tinggi" Ujar salah satu siswa yang ada di kursi jaluran tengah
Aku sudah yakin dengan nilai ku yang akan memuaskan dan membuat Semua siswa terkejut pastinya terutama Raja.
"Buku siapa ini??" Tanya pak guru mengangkat sebuah buku berwarna biru laut yang ternyata buku ku
Apa ada kesalahan dari jawaban jawaban ku yah?
"Saya Pak" Jawab ku mengangkat tangan ku.
"Kamu gak nyontek kan? Atau di bantu sama teman mu?" Tanya lagi pak guru
"Gak pak, tadi dia mengisinya sendiri" Sambung Raja
"Emang nama kamu Emily yah?" Ucap pak guru ke pada Raja
"Bukan pak,Maaf" Jawab Raja
Semua siswa menertawakan Raja, tetapi tidak dengan ku.
"Nilai kalian ini akan bapak masukan ke nilai semester pertama yah" Ucap Pak guru
Aku memutar mutar pulpen yang berada di tangan ku.
Bel istirahat pun mulai berbunyi siswa siswa di kelas ku sudah bersiap untuk ke kantin.
Raja mengajak ku ke kantin, kami menuju kantin yang agak jauh dari kelas kami.
Kami melewati kelas lain satu persatu untuk sampai ke kantin.
Tiba nya di kantin Raja mencari kursi kosong untuk kami duduk, lalu dia memesankan makanan.
Ntah kenapa semua mata siswa yang berada di kantin itu tertuju padaku.
Apa aku punya masalah sama mereka, tatapan mereka seperti tidak menyukai ku.
Saat kembali Raja membawa dua piring Nasi goreng,dan seperti nya nasi goreng nya di campur telur.
Bagaimana ini padahal kan aku alergi telur, tapi kan aku di tubuh Emily bukan di tubuhku.
Tapi aku juga tetap takut, bagaimana kalau seperti yang lalu terulang kembali.
Dulu aku pernah makan nasi goreng tetapi aku tidak tau bahwa nasi goreng nya di kasih telur, belum sempat saat itu aku menghabiskan makanan ku rasanya kepalaku sakit.
Dan dadaku sesak serta aku merasakan gatal gatal di seluruh tubuhku, maka dari itu aku tidak berani memakan telur lagi rasanya seperti sakit sekali.