
"Aku tidak pernah menyuruh orang untuk mengikuti mu, apalagi sampai melukai mu seperti ini" Tutur Ku memalingkan pandanganku kembali mengobati nya
"Kamu mencoba membohongi saya!" Ucap Vin dengan memegang dagu ku
"Aku tidak seperti mu yang suka membohongi orang" Jawab Ku
"Sudah selesai, keluar lah" Sambung ku
"Tidak mau! Aku belum selesai"
Vin menarikku dan membawa ku ke depan lemari rias, mendudukkan ku di kursi dan menghadap ke cermin.
Aku mengikuti instruksi nya, walaupun aku heran apa yang ia akan lakukan kepadaku dengan menyuruh ku duduk di depan cermin.
Ia mengambil sesuatu dari saku celananya, sebuah kotak merah dan membuka nya.
Sebuah kalung dengan permata kecil di bawah nya, membuat kalung itu terlihat cantik.
Vin memakai kan kalung itu di leher ku, aku sedikit terkejut dengan apa yang ia lakukan tetapi aku membiarkan nya memasang kalung itu.
Kalau aku menolak nya, aku tidak mau membuat nya kecewa.
"Cocok sekali, Kamu terlihat cantik sekali memakai kalung ini!" Ucap Vin dengan meletakkan kedua tangan nya di bahuku
"Kenapa kamu memberikan kalung ini padaku?" Tanya ku
Ia tidak menjawab dan mencoba memalingkan wajahnya dari cermin itu, dan memutar mutar bola matanya.
Pasti dia sedang mencari alasan yang tepat, sampai kapan Vin akan bertahan dengan akting nya ini.
Akting yang belum sempurna itu, masih saja ia pertahankan walaupun aku sudah benar benar yakin siapa dia itu.
"Itu, Hadiah karna kamu sudah memberi ku gelang ini" Jawab Nya
"Hadiah yah" Kata Ku dengan mengangguk pelan
Aku kembali duduk di kursi depan Vin, tatapan kami bertemu untuk sekejap tetapi kemudian aku memalingkan pandangan ku ke tempat lain.
"Jika saya adalah Crill apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Vin
Aku membulat kan mata ku menatap nya, apa baru saja dia membuka topeng nya atau dia hanya mencoba memancing ku.
"Mungkin aku akan memikirkan nya tidak malam" Jawab Ku tersenyum lebar
Seketika Vin terbatuk batuk, padahal dia tidak sedang minum apa apa.
"Apa katamu tadi?" Tanya Nya kembali
"Aku akan memikirkan nya siang malam kalau kamu benar Crill" Jawab Ku dengan mengambil cemilan di meja
Vin memalingkan wajahnya lagi dan menutup mulutnya dengan satu tangan nya, tapi aku bisa melihat telinganya yang memerah seperti nya dia malu.
"Aku akan keluar, tidur lah. Selamat malam" Ucap Vin berjalan keluar tetapi masih menutup mulutnya itu
Begitu lah cara ku mengusir nya agar cepat keluar dari kamar ku, tidak perlu mengusir nya secara langsung.
Tetapi aku menjadi gemar untuk membuat nya terus merona seperti itu, dia terlihat sangat manis saat tersipu malu.
Aku berbaring di kasur ku dengan memeluk boneka yang di berikan Vin tadi, dan akhirnya sekarang boneka ini yang akan aku peluk peluk dan bukan guling ku lagi.
Aku mengambil ponsel ku dan kembali berbaring sambil melihat kembali foto foto kami tadi, hingga aku tertidur dengan nyenyak.
Aku terbangun lebih awal dari biasa nya, dan ponsel ku masih tergeletak di kasur ku.
Aku meletakkan ponsel ku di meja, dan merapikan kamar ku serta boneka itu dan segera membersihkan tubuh ku.
Hari ini aku akan berangkat sekolah, tetapi seperti nya aku akan mengantar Selyn ke bandara terlebih dahulu dan lanjut ke sekolah.
Selesai mandi aku memakai seragam sekolahku, biasa nya bibi yang membantu ku tetapi aku malas untuk turun memanggil bibi dan biarlah aku sendiri yang melakukan ini.
Aku memastikan buku ku sudah lengkap semua, dan berjalan keluar kamar.
Aku menghampiri kamar Selyn tetapi dia sudah tidak ada di kamar nya, dan barang barang nya juga sudah tidak ada di kamar.
Aku turun dan mendapati dia sudah bersiap di ruang tamu, ia duduk sendirian dengan tasnya di samping nya.
"Pagi,Sel!" Jawab Ku duduk di samping nya
"Bagaimana tidur mu" Tanya ku
"Sangat nyenyak semalam, saya merasa tenang sekali disini! Seandainya saya tidak sekolah mungkin saya akan betah tinggal disini" Jawab Nya
"Kamu kan bisa kesini lagi jika libur sekolah" Ucap Ku
"Aku akan menemanimu sampai bandara" Lanjut Ku
"Sungguh? Terimakasih Emily!" Kata nya dengan memeluk ku
Aku membalas pelukan nya dengan mengelus lembut rambut nya.
"Mari kita berangkat! Sebelum ketinggalan pesawat" Ajak Vin membawakan tas Selyn
Kami berjalan keluar rumah, memasuki mobil yang sama.
Pengawal Pengawal Selyn sudah bersiap di mobil mereka masing masing, siap mengantar Selyn untuk pulang kembali.
"Aku ada sesuatu untuk mu Selyn" Ucap ku
Aku membuka tas ku, dan mengambil gelang yang semalam aku beli.
"Nih!" Ujar ku dengan memberikan nya gelang itu
"Untuk saya? Wah cantik sekali, dimana kamu membeli nya?" Tanya Nya
"Di pasar malam" Jawab Ku
"Tempat yang semalam kita kunjungi itu?" tanya nya lagi
"Iya" jawab ku
"Kenapa saya tidak melihat gelang gelang ini yah? Kalau saja saya tau, Mungkin saya akan memborong nya" Ucap Nya
"Hah? Untuk apa?" Tanya Ku
"Untuk koleksi, hahaha" Jawabnya dengan tertawa
Setibanya kami di bandara, kami berpelukan dengan erat.
"Saya akan merindukan mu Emily" Kata Selyn dengan mengusap air mata nya
"Aku juga, hati hati lah" Ucap Ku
Aku mengusap air mata nya itu yang membasahi pipinya, seperti nya ia berat untuk pulang tapi ia juga harus memikirkan sekolah nya kan.
"Eh, saya akan pulang! Apakah kamu tidak mau mengucapkan salam perpisahan" Tutur Selyn menatap Vin
Vin berjalan mendekat dan memeluk Selyn, mengelus lembut kepala selyn.
Aku mundur sedikit tidak mau mengganggu momen haru itu, aku berdiri di samping Raja yang sedari tadi hanya tersenyum melihat mereka.
"Jaga dirimu disini!" Seru Selyn melepaskan pelukannya
Vin hanya mengangguk dan memperhatikan Selyn tanpa ekspresi apa pun, hanya wajah datar yang ia tunjukkan kepada Selyn.
Selyn mendekati Raja dengan pelan, Selyn mengepal kan tangan nya ke depan Raja.
"Saya akan pulang, semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu" Ucap Selyn
Raja hanya mengangguk dan membalas kepalan tangan Selyn, Selyn berjalan perlahan meninggalkan kami dengan melambaikan tangan nya.
Aku melihat nya sampai ia benar benar masuk ke dalam pesawat bersama beberapa pengawal nya itu.
Aku berjalan menuju mobil dan kami meninggalkan bandara itu menuju sekolah, di perjalanan tidak ada yang berbicara sekata pun.
Aku masuk ke dalam kedalam sekolah yang sudah ada beberapa siswa yang datang, aku hendak menuju ke kelas ku tetapi seperti biasa Erika menghentikan ku.
"Ke kantin" Ajak Erika
Dan tanpa basa basi aku mengiyakan ajakannya, mau di apa lagi dia sudah menarik ku dengan paksa.