
Aku segera menggapai tangan Selyn dan menarik nya, aku berlari mencari jalan keluar melalui pintu belakang.
Kaca Pecah,suara teriakan pengunjung memenuhi udara berlari berhamburan saling tabrak menabrak.
Aku memegang tangan Selyn dengan erat, lalu membawa nya keluar dari Cafe melalui pintu belakang.
"Tan! Kita sembunyi saja di situ" Ajak Selyn dengan menunjuk sebuah lorong
Kami memasuki lorong perlahan dan tetap mewaspadai keadaan sekitar, tetapi lorong itu buntu.
Aku semakin khawatir bukan soal keselamatan ku tetapi keselamatan Selyn, dan Vin serta Raja tidak ada bersama kami.
Aku dengan segera menarik kembali tangan Selyn, aku hendak mengajak nya keluar dari lorong itu.
Tetapi segerombolan orang berjubah dan memakai topeng memblokir jalan keluar lorong itu.
Aku merasakan tangan Selyn yang gemetaran dan wajah nya memancar kan ketakutan, aku menarik nafas dalam dalam.
"Jangan takut! Kita akan keluar dari lorong ini dengan selamat" Ucap ku mencoba meyakinkan Selyn
Dengan langkah pelan mereka berjalan mendekati kami, memamerkan senjata tajam yang mereka genggam.
"Tidak ada jalan keluar untuk melarikan diri Nona Nona!" Kata Pria berjubah itu
"Jangan bertele-tele!" Ujar Pria yang paling belakang dengan berjalan maju
"Mundur lah, jauh jauh Sel! Biar aku yang mengurus mereka" Pinta Ku melepaskan pegangan tangan ku
Dengan langkah cepat Selyn berjalan mundur dari ku, dan melihat ku dari kejauhan.
Pria itu menyerang ku dengan memainkan pisau di tangan nya, aku mengelakkan serangan pisau dari pria itu.
Dan aku membalas dengan pukulan di perutnya dengan keras, hingga pria itu terjatuh dan kesakitan.
"Apa apaan ini! Ini tidak seperti yang di bicarakan orang itu!" Ucap pria itu dengan wajah terkejut melihat teman nya
"Sial!" Kata Satu teman pria itu
Pria itu maju dengan mencoba memukul wajah ku, gerakan nya tidak beraturan dan sangat berutal tidak memiliki rencana penyerangan.
Aku menghindari serangan itu dengan menggelungkan tubuhku kebelakang, lalu dengan cepat aku melancarkan serangan tendangan ke arah kaki nya dengan sangat kuat hingga ia terjatuh.
"Kuda kuda anda lemah sekali!" Ujar ku kepada lelaki yang berada di depan kaki ku itu
Aku tidak memberinya kesempatan, aku menendang wajah nya hingga hidung nya mengeluarkan darah.
Teman pria itu maju lagi, seperti nya mereka tidak berniat keroyokan atau mungkin belum mau yah.
Aku menyerang nya duluan dengan tendangan ku, tetapi aku terkejut saat pria itu berhasil menangkis serangan ku.
Tetapi aku tidak menyerah, aku melanjutkan pertarungan dengan serangan berturut-turut dan mencoba menahan serangan balik dari pria itu.
Aku melihat tangan pria itu terluka saat menangkis tendangan ku, aku dengan cepat memanfaatkan kelemahan itu.
Aku mengayunkan tendangan kuat yang mengenai pria itu, membuat nya tersungkur dengan keras hingga teman pria itu menyerang ku dengan bersamaan.
Tanpa kehilangan kewaspadaan,aku menghindari serangan mereka dengan menggulingkan tubuh ku ke samping.
Aku segera meluncur kan sebuah tendangan cepat ke arah punggung lawan,yang tidak terjangkau.
Dalam keadaan terjepit, aku melihat senjata yang mengancam ku.
Tanpa ragu aku dengan cepat mengelak dan melompat ke samping, mencoba menghindari tembakan yang tak terelakkan.
Dengan kecepatan dan kelincahan yang luar biasa,aku berhasil menghindari semua tembakan pria itu sambil berlari mendekati nya.
Aku mendaratkan pukulan dengan kekuatan penuh ke dagu pria itu,dan membuat nya terhuyung ke belakang dan kehilangan keseimbangan.
Dalam sekejap,aku melirik Selyn yang berjongkok sambil menutup telinga serta mata nya.
Aku harus segera mengakhiri pertarungan ini, agar aku bisa segera membawa Selyn pergi dari tempat ini ke tempat yang lebih aman.
Sepertinya orang orang ini bukan mengincarku Melain kan mengincar nyawa Selyn, pasal nya peluru yang berada di Cafe tadi menuju ke arah Selyn bukan ke arah ku.
Pria pria itu kembali menyerang ku dengan kejam, menggunakan senjata tajam mereka aku menghindari serangan mereka dengan gerakan tubuh yang lincah dan kemudian mencoba menyerang mereka balik.
Aku terhempas oleh pukulan mereka,tapi aku cepat bangkit kembali.
Aku menampakkan senyuman membara siap melanjutkan pertarungan dengan semangat yang sama.
Aku melirik ke arah selyn yang tengah memperhatikan ku dengan wajah terkejut, aku tau kenapa ia terkejut! Pasti ia pernah mendengar tentang Emily yang lemah tak bisa berbuat apa apa.
Aku berjalan kembali ke arah pria pria itu, aku harus cepat menyelesaikan pertarungan ini aku merasakan tubuh ku sudah sangat kecapean.
Dengan keahlian yang lihai,aku maju menyerang mereka dengan kecepatan dan kekuatan yang memukau.
Pukulan dan tendangan bertubi tubi ku lancarkan, membuat mereka kewalahan.
Aku menggapai dengan cepat pistol yang berada di tanah, menembak kan ke kaki mereka satu persatu hingga mereka berteriak kesakitan memegangi kaki nya.
Dengan mata tajam aku mendekati pria itu, membuka topeng nya dan menyodorkan pistol itu ke kepala mereka seperti yang ku lakukan kepada segerombolan orang yang menyandra Hendy saat itu.
"Siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Ku dengan tegas
Pria itu menggeliat kesakitan namun tetap diam, aku menatap nya dengan tajam menunggu jawaban darinya.
Aku menarik pelatuk pistol nya dengan sedikit tekanan membuat pria itu gemetaran.
"Apa kamu lupa? Aku bisa mengakhiri hidupmu dalam sekejap" Ancam Ku
Tetapi sama saja pria itu tidak mau membuka mulut nya, ia tidak berniat membongkar jati diri orang yang menyuruh mereka.
Tanpa ragu aku menembak kepala pria itu,darah menyemprot dan tubuh meluncur ke tanah.
Aku mencengkeram pistol dengan tangan gemetaran, perasaan campur aduk antara kemenangan dan ketakutan.
Aku menunjukkan tekadku dengan mengarah kan pistol ke pria yang masih terkejut dengan teman nya yang sudah mati itu.
"Kalian mengancam nyawa kami! Jadi kini giliran kalian!" Ucap ku dingin
"Sudah cukup Tan! Biarkan saja jika mereka tidak mau memberi tahu kan, lebih baik kita keluar dari sini" Ujar Selyn dengan memegang lengan ku
Aku menuruti Selyn dan menurunkan senjata ku meskipun penuh amarah, aku menghormati keputusan Selyn.
Aku menerima tasku darinya, aku membuang pistol yang ku pegang lalu merapikan rambut ku yang berantakan itu.
Aku terkejut dengan kedatangan Vin dan Raja menatap pria pria yang tergeletak itu lalu menatapku kembali.
"Siapa yang melakukan ini?" Tanya Vin
"Dia!" Jawab Selyn menunjuk ku
"Anda Nona?" Ucap nya terkejut
"Apa tidak ada yang terluka?" Lanjut Nya dengan memutar-mutar tubuh ku
"Aku tidak apa apa!" Ujar ku
"Kalian kemana saja sih? Saya sangat panik tadi!" Kata Selyn Menatap tajam Vin
"Kami juga di hadang oleh beberapa orang berjubah tadi!" Tutur Vin sambil bertolak pinggang
"Yah, jadi kami harus menghadapi mereka! Liat tuh muka Vin sampai lebam begitu" Sambung Raja