REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH

REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH
Rahasia yang Terungkap


Aku baru ingat, aku ada janji malam ini untuk menemui ayah Hendy dan aku harus segera bersiap siap kan.


Tapi aku harus menemui ibu terlebih dahulu, semoga ibu ada di kamar nya.


Aku hendak meminta izin, agar ia tidak mencari ku nanti. Aku tidak mau membuatnya khawatir.


Aku keluar kamar ku menuju kamar ibu, aku mengetuk pintu dengan pelan sambil memanggil ibu.


Aku mendengar suara dari dalam yang menyuruh ku masuk, ternyata ibu masih ada di kamar nya.


Aku kira dia ke kantor lagi, biasa nya kan dia ada pertemuan walaupun sudah malam begini.


Aku membuka pintu perlahan dan masuk, aku berjalan sambil tersenyum ke arah ibu yang tengah bersiap siap entah mau kemana lagi.


"Ibuu," Sapa Ku berdiri di belakang ibu yang tengah menatap cermin.


"Ada apa sayang?" Tanya Ibu menatap ku di cermin dengan memegang tanganku yang berada di pundak nya.


" Ibu mau kemana?" Tanya Ku balik


"Ibu, ada pertemuan malam ini dengan orang yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita." Jawab Ibu berdiri dan menatap ku


"Memang nya tidak bisa besok saja yah? Ibu kan harus istirahat juga," Ucap Ku


"Tidak Sayang! Ibu sudah istirahat tadi kok," Kata Ibu sambil mengelus wajah ku.


"Tapi sepertinya ibu akan pergi sendiri! Karena paman Hans sekretaris ibu itu, sedang ada keperluan pribadi. Jadi dia tidak bisa menemani ibu," Tutur Ibu duduk di pinggir ranjang.


"Owh, ibu bisa mengajak Raja, Bukankah ibu pernah bersama Raja saat rapat kan!" Usul Ku 


"Iya, ibu pernah mengajak nya! Saat itu ibu pikir dia tidak mengerti tentang perusahaan tapi ternyata ibu salah. Raja mengerti banyak dan dia sangat pandai, tender yang ibu menangkan beberapa Minggu lalu itu berkat Raja" Ungkap Ibu


"Ibu akan coba mengajak nya nanti," Ujar Ibu dengan tersenyum kepada ku.


"Emh, oh ya bu, aku mau minta izin! Aku mau kerumah teman, sebentar doang kok." Ucap Ku


"Pergilah, asal jangan pulang larut malam yah!" Pinta Ibu.


Aku mengangguk, setelah meminta izin, aku kembali ke kamar ku untuk bersiap siap.


Suara ponsel ku berbunyi, sebuah notif muncul di layar ponsel ku dari Hendy.


"Sudah Siap?" Tanya nya di pesan itu


"Aku sudah berada di depan rumah mu," Ucap Hendy lagi dipesan itu.


Aku merapikan rambut ku dengan cepat, lalu menggapai tasku dan segera berlari menemui nya di depan.


Aku tepat di samping Hendy dengan ngos-ngosan, dia tertawa kecil melihat ku kecapean.


"Berangkat sekarang?" Tanya Hendy membukakan pintu


Aku mengangguk dan masuk kedalam mobilnya itu, ia menjalankan mobilnya dengan santai.


"Ayahku sudah menunggu kita di Cafe yang sering kita kunjungi," Ucap Hendy


"Kalau begitu, percepat lah laju mobil nya!" Pinta Ku.


Aku tidak mau membiarkan orang yang lebih tua menunggu anak muda seperti kami, rasanya tidak sopan kan apalagi terlalu lama.


Beberapa menit kami sampai, aku mengikuti Hendy dari belakang karna dia yang tau dimana meja ayahnya itu.


Hendy berhenti di belakang seorang lelaki....


Ayah Hendy berdiri perlahan dan berbalik ke arah ku, aku tidak abis pikir ternyata ayah Hendy adalah paman Hans, sekretaris ibu.


Pantas saja tadi ibu bilang bahwa paman Hans tidak bisa ikut bersama nya karena ada urusan pribadi, jadi urusan pribadi Paman Hans adalah bertemu dengan ku yah.


"Paman!" Sapa Ku mengulurkan tangan ku


"Non," Ucap Paman Hans dengan tersenyum sambil menyambut uluran tangan ku.


"Duduk lah!" Pinta Paman Hans 


Aku duduk di samping Hendy, dan paman memesankan kami berdua minum sebelum membicarakan sesuatu dengan ku.


Aku masih tidak percaya ternyata paman Hans adalah ayah Hendy, paman Hans adalah sekretaris Ayah Emily tapi semenjak ayah Emily meninggal, paman Hans berpindah menjadi Sekretaris Ibu.


Pertama kali aku melihat paman Hans, di buku album foto Emily disitu terdapat foto ayah Emily dan juga paman Hans.


"Bisa kita mulai pembicaraan nya Non?" Tanya Paman Hans dengan wajah serius


Aku mengangguk pelan, sambil memperbaiki posisi ku. Duduk menatap Paman Hans dengan penasaran apa yang hendak ia katakan.


"Sebelum ayahmu meninggal, ia sempat memberitahu Saya! Bahwa kamu mempunyai dua saudara. Satu Kaka perempuan dan satu Kaka laki laki, tetapi Kaka laki laki mu sengaja di pisahkan oleh mu dan menjauh dari keluarga. Karena ayah mu berpikir akan banyak yang mengincar Kaka mu dan membunuh nya," Ungkap Paman Hans.


Aku terkejut dengan penuturan paman itu, hah! Emily ternyata punya saudara! Dua saudara yang bahkan ia tidak pernah melihat nya.


"Apa paman serius?" Tanya ku tidak percaya dengan perkataan paman Hans.


"Saya serius, ayah mu mempercayai saya untuk menyimpan rahasia ini! Tapi sepertinya ini sudah waktunya saya memberi tahu mu. Bahkan ibumu sendiri tidak tau bahwa ia mempunya anak laki laki, kamu dan Kaka laki-laki mu lahir hanya berbeda sepuluh menit saja." Jawab Paman Hans


"Saat ibumu melahirkan kalian berdua, ia pingsan dan saat terbangun, ayahmu sudah mengirim Kaka laki laki mu ke panti asuhan untuk melindungi nya. Dan ibumu mengira dia mimpi melahirkan dua bayi sekaligus, ternyata tidak. " Lanjut Paman Hans.


Ayah Emily mengirim anak laki laki nya ke panti asuhan demi melindungi nya! Lalu bagaimana dengan Emily yang selama ini juga di incar banyak orang jahat.


Apa dia tidak memikirkan Emily juga? Hanya memikirkan anak lelakinya yang akan menjadi pewaris nya itu.


"Lalu Kaka perempuan ku?" Tanya ku lagi


"Kalau itu kamu bisa menanyakan langsung kepada ibumu!" Jawab Paman Hans dengan meminum kopi nya


"Karna, ibumu menikah dengan ayahmu saat itu ibumu sudah mempunyai anak, ia berstatus single parent." Ucap Paman Hans.


"Tapi ayah mu tidak membedakan antara kalian bertiga, dia tetap membagi rata hak hak kalian sebagai anak nya. Walaupun ayahmu belum pernah bertemu juga dengan anak dari ibumu itu," Lanjut Paman Hans.


"Di panti asuhan mana,?" Tanya Ku.


"Panti Asuhan Winata, panti asuhan yang didirikan oleh ayah mu, panti asuhan itu berada di pusat Kota. "


"Siapa nama saudara ku itu? Apa paman tahu?" Tanya ku lagi.


"Tidak, ayahmu belum memberikan nama kepada bayi itu!" Jawab Paman Hans


Belum selesai masalah satu, sudah muncul satu lagi! Padahal aku baru saja memimpikan Emily yang menyuruh ku mencari orang yang menabraknya itu.


Dan aku juga sudah bertemu dengan orang yang menikam ku saat itu, dan sekarang muncul lagi tentang saudara Emily.


Yang mana duluan aku akan menyelesaikan nya? Emily! Kamu membuatkan ku beban yang sangat berat yah.


Hufff, tapi tidak masalah! Aku akan mencoba menyelesaikan satu persatu, aku akan mengurus dulu drama Emily ini.


Aku akan menyingkirkan dulu tentang lelaki yang menikam ku itu, aku akan berurusan dengannya saat masalah Emily sudah kelar semua.


Anggap saja aku membayar hutang ku padanya yang telah memakai tubuh nya ini, aku akan fokus dulu tentang Emily.