
Salah satu dari mereka membuka kan ku pintu mobil, aku masuk dan duduk dengan tenang sama seperti yang ku lakukan saat di mobilku.
Perjalanan yang kami tempu tidak terlalu jauh juga rupanya, hanya melewati beberapa pembelokan hingga kami pun sampai di sebuah Villa yang cukup besar itu.
Aku keluar dari mobil berjalan mendekati Villa itu, Villa yang di jaga lebih dari dua puluh pengawal.
Hingga mereka menyuruh ku masuk ke sebuah ruangan, ia membuka kan pintu ruangan itu dan mengangguk pelan ke arah ku.
Aku masuk dengan langkah pelan, seseorang duduk di sebuah kursi yang membelakangi ku dan dua pengawal berdiri tegak di setiap samping nya.
"Selamat, datang Nona Emily! Pewaris sah grup CW" Ucap Wanita itu sembari berbalik menghadap ku
Aku terkejut dengan wanita yang berada di hadapan ku ini, dengan wajah dan senyuman nya! Membuat ku mudah mengingat siapa dia.
"Aynat" Kata Ku dengan terkejut
Aynat tersenyum lebar ke arah ku, dengan posisi duduk kaki yang berada di atas meja dengan santainya.
"Duduk!" Pinta nya
"Kenapa kamu memanggil ku kesini?" Tanya ku lalu duduk di kursi depan nya
"Aku hanya ingin tau sesuatu!" Jawab nya
"Kenapa kamu tidak membunuh ku saat itu?" Tanya nya kembali
"Aku tidak berniat membunuh!" Jawab Ku
"Ayo! Lebih baik kita bicara santai di ruang tamu" Ajak Nya berjalan dengan pelan
Aku berdiri dan mengikuti nya dari belakang keluar ruangan itu, entah apa sebenarnya yang ia rencanakan untukku.
Aku harus tetap waspada dengan nya, bagaimana pun dia pernah menjadi musuh ku dan sekarang juga aku masih menganggap nya sama.
Tidak segampang itu aku akan percaya dengan nya, walaupun nantinya ia berbicara manis semanis gula kepadaku.
Aku duduk di ruang tamu dengan nya, dan beberapa pengawal yang mengelilingi kami.
"Minumlah!" Pinta Aynat menyodorkan segelas minuman
"Aku tidak minum beginian!" Tolak Ku menyodorkan kembali gelas yang berisi minuman beralkohol itu
"Oh tidak apa! Andre tolong ambilkan segelas Jus untuknya" Perintah Aynat
Lelaki itu mengangguk dan berjalan, aku menyadari di villa Aynat ini tidak ada wanita selain dia seorang.
Dan pakaian yang ia kenakan sungguh tidak sopan, tidak enak di pandang mata tetapi mungkin ia sudah terbiasa dengan berpakaian seksi begitu maka dari itu ia tidak merasa malu sedikit pun apalagi di depan para pengawal nya ini.
"Ini! Bos!" Ucap lelaki itu lalu menyimpan segelas jus di meja
"Minumlah Emily!" Pinta Aynat
"Aku akan mengantar mu besok pagi! Jadi malam ini kamu tidur dulu disini!" Kata Aynat menatap ku
"Tidak mau! Aku akan tetap pulang walaupun kamu tidak mengantar ku" Tutur Ku
Aynat menatap ku tajam saat aku berkata seperti itu, dan ia melirik ke arah pengawal yang membawakan minuman tadi.
Tatapan mereka sangat mencurigakan, apa sebenarnya yang Aynat inginkan dariku.
Tiba tiba suara pintu di buka dengan paksa, seorang lelaki muncul dan berlari ke arah Aynat dengan tergesa-gesa dan wajah yang tegang.
"Ada apa?" Tanya Aynat seketika berdiri
"Di depan, Bos! Orang orang itu memaksa untuk masuk! Ingin bertemu dengan bos." Jawab Lelaki itu dengan menundukkan kepalanya
"Suruh saja mereka masuk" Pinta Aynat
"Tapi Bos!" Tutur Lelaki itu
"Sudah, biarkan saja mereka masuk! Nanti saya yang urus mereka" Kata Aynat
Lelaki itu berjalan dengan langkah cepat meninggalkan ruangan ini, ia keluar dan berlari.
Beberapa menit kemudian tiga orang lelaki muncul dan mendekati Aynat, aku berdiri di samping Aynat yang menatap tajam lelaki itu.
"Terserah saya!" Ucap Aynat dengan tatapan tajam nya
"Dan siapa ini!" Tanya Lelaki itu mendekati ku dengan senyuman nakal nya
Aynat segera menarik ku kebelakang nya agar tidak di sentuh oleh lelaki itu.
"Jangan menyentuh nya!" Teriak Aynat
"Kamu punya teman baru? Tapi tidak mengenal kan kepada kami" Kata Lelaki itu dengan tertawa keras
hingga tatapan lelaki itu berubah menjadi tajam dan mengerikan, ia menatap Aynat seperti seseorang yang punya dendam.
Aku mundur beberapa langkah saat lelaki itu mencengkeram tangan Aynat, dan para pengawal Aynat segera maju untuk melindungi Aynat.
"Menjauh lah dari Bos kami!"Perintah Andre pengawal Aynat itu
"Hah! ****** ini bos kalian?" Tanya lelaki itu dengan tertawa
Andre tidak menjawab hanya menatap lelaki itu yang tengah tertawa bersama ke dua temannya.
Aku menyaksikan perdebatan mereka entah tentang apa, aku tidak mengerti.
Dan salah satu teman lelaki itu mendekati ku dengan senyuman manis nya, tetapi aku tau senyuman itu dalam rangka apa.
"Hey Nona! Ikut lah dengan kami, kita bisa bersenang-senang malam ini" Ucap Lelaki itu memegang dagu ku
"Jangan menyentuh Nona Ini!" Pinta Pengawal Aynat yang memegang tangan lelaki itu
"Bisakah kalian tidak menggangu kami! Dan pergilah sekarang juga!" Teriak Aynat menatap penuh amarah kepada mereka
"Aku sedang tidak ingin berkelahi! Jadi keluarlah dengan baik baik!" Tutur Aynat menunjuk ke pintu
"Berani sekali mengusirku!" Kata lelaki itu lalu menatap teman nya yang berdiri di depan ku
Lelaki yang genit itu menarik tangan ku dengan paksa, tanpa memperdulikan omongan Aynat yang menggelegar.
"Jangan mencoba menyentuh ku! Dasar lelaki genit" Tutur Ku menendang nya dengan kuat hingga membentur pintu
"Emily!" Ucap Aynat
Semua yang berada di ruangan itu terkejut tetapi tidak dengan Aynat, dia memang sudah tau jadi dia hanya tersenyum saja.
"Reyy! Kamu tidak apa apa?" Tanya Lelaki yang berdiri di samping Aynat
Lelaki itu berlari mendekati lelaki yang bernama Rey itu, tengah kesakitan.
"Aku akan pulang! Urus lah urusanmu sendiri!" Ujar Ku menatap Aynat
Saat aku melangkah hendak melewati pintu, ketiga lelaki itu menghentikan ku dengan cepat.
Aynat berlari menghampiri ku, dan memegang pundak ku.
"Tetap lah disini, sebentar lagi!" Pinta Aynat mengangguk pelan
Aynat menarik ku kembali, dan aku berjalan kembali ke tempat dudukku dengan pengawal Aynat yang tengah memperhatikan ku.
"Berikan wanita itu! Urusanku dengan nya belum selesai" Kata Rey hendak berjalan melewati Aynat
Tetapi dengan segera Aynat menarik tangan Rey agar kembali berdiri di hadapan nya.
"Urusan Kalian kepadaku, bukan kepadanya!" Tutur Aynat
"Mana barang nya?" Tanya Lelaki yang di samping Rey
"Sudah aku kirim! Ke tempat yang di tentukan" Jawab Aynat
"Apakah aku harus percaya dengan wanita seperti mu!" Kata Rey memegang Baju Aynat dengan kuat
"Kalau kalian tidak percaya, cek saja ke lokasi itu"Pinta Aynat menepiskan tangan Rey
"Awas, saja kalau barang itu tidak ada di sana!" Ancam Rey
Kemudian mereka berjalan tetapi sebelum mereka benar benar pergi, Rey menatap ku dengan senyuman menyeringai lalu kemudian ia kembali berjalan.