
"Aku punya kabar tentang orang itu! Tetapi bisakah kita bertemu lagi?" Ucap Hendy di pesan itu
"Baiklah, kirim saja Lokasi nya" Tutur ku lalu mengirim kan nya ke Hendy
Beberapa menit kemudian ia pesan dari nya masuk kembali, mengirim kan ku sebuah lokasi apartemen nya.
Aku bergegas bersiap siap, aku mengajak Eva agar ikut bersama ku tetapi tidak lupa aku menyuruh nya untuk mengganti pakaian nya.
Selesai Eva bersiap kami keluar rumah, aku memakai mobil yang sering di gunakan Raja selagi dia tidak ada.
Aku sengaja tidak mengajak Vin dan juga Raja, karna aku tengah menyelidiki Vin aku tidak mau ia mengetahui bahwa aku tengah mencari tahu siapa dia sebenarnya.
"Non! Kita mau kemana?" Tanya Eva membuka pintu mobil
"Ke apartemen teman ku Va, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan nya" Jawab ku memasuki mobil
Aku melajukan mobil perlahan keluar gerbang, lalu melajukannya menuju lokasi yang sudah di kirimkan Hendy.
"Aku tidak tau kalau Non bisa bawa Mobil" Ujar Eva
Aku hanya tersenyum dan tidak menjawab, aku tetap fokus menyetir.
Ku parkir kan mobil ku di parkiran depan apartemen, aku merogoh ponsel ku lalu menghubungi Hendy.
"Aku sudah ada di parkiran" Ucap Ku
"Temui resepsionis dan tanyakan di situ lalu sebut saja namaku dia akan memberi tahu mu kamarku" Kata Hendy dengan suara pelan
"Baiklah" Tutur Ku lalu menutup telpon nya
Aku berjalan memasuki apartemen itu, di ikuti Eva yang sedari tadi celingak-celinguk.
"Non! Perasaan Ku kok gak enak gini yah" Bisik Eva
Aku tidak menjawab nya,tetapi memang aku juga punya perasaan yang di rasakan Eva tapi aku penasaran apa yang di rencanakan Hendy untuk ku.
Resepsionis di apartemen itu menyambut kedatangan kami, menanyakan apa yang ia bisa bantu.
"Sore! Ada yang bisa saya bantu? Apa yang membawa anda kesini?" Tanya Wanita itu
"Saya ingin mencari kamar atas nama Hendy" Jawab Ku
"Tentu, silahkan ikuti saya kamar Hendy berada di lantai dua mari saya antar anda kesana" Ucap Wanita itu
Wanita itu mengantarkan kami ke kamar Hendy, membuka pintu kamar itu lalu aku mengucapkan terimakasih kepada wanita itu dan .
Aku mencium bau asap rokok dalam ruangan
itu.
"Ada orang lain di dalam sana, berhati hati lah Eva" Ucap Ku berbalik kepadanya
Kami masuk kedalam kamar apartemen Hendy, dan aku terkejut saat melihat Hendy yang babak belur serta kaki dan tangan nya telah di ikat.
Aku berjalan mendekat ke arah Hendy disusul oleh Eva di belakang ku, Hendi telah berada di depan ke-7 lelaki berbadan besar tengah duduk merokok sambil menatap ku.
Orang orang itu mempunyai tato di seluruh tubuh nya hinggah di leher, wajah mereka sangat menyeram kan dengan tubuh yang besar itu serta rambut mereka yang gondrong.
Salah satu orang itu berdiri dan berjalan mendekati ku.
"Jangan berpikir bisa lari gadis kecil! Kami punya sesuatu untuk mu" ucap lelaki itu
"Aku tidak akan lari dari orang orang seperti kalian" Tutur Ku
Lelaki itu mengerang kesakitan, saat aku menyerang nya dengan pukulan yang keras di wajah nya hingga mengenai Gigi nya.
Aku tidak memberinya kesempatan untuk berdiri atau pun menyerang ku,aku terus menyerang dengan kecepatan dan kekuatan yang menakutkan.
Teman teman nya tidak terima dan langsung menyerang ku bersamaan,tetapi dengan lihay aku menghindari semua serangan mereka.
Dengan gerakan yang lincah dan menyerang mereka balik dengan pukulan ku yang kuat.
Mereka mengeluarkan pisau sedangkan aku hanya menggunakan tangan kosong,aku dengan cekatan menghindari serangan pisau mereka sambil melakukan serangan balik yang menghancurkan.
Aku memukul kepala mereka dengan tinju ku yang terlihat kecil tapi mampu membuat mereka kesakitan, membuat mereka terhuyung dan kehilangan keseimbangan.
Perkelahian kami semakin seru, Tendangan,pukulan dan tikaman saling berkejaran di sepanjang ruangan itu.
Darah mengucur dan suara teriakan mereka kesakitan memenuhi udara, keadaan semakin kacau dan menegangkan.
Eva melompat ke arah ku untuk membantu ku,dengan cepat kami bekerja sama menyerang orang orang itu dengan kecepatan dan kecerdikan yang luar biasa.
Aku pikir Eva tidak tau cara berkelahi, tetapi dugaan ku salah ia mahir dalam seni bela diri entah dari mana ia belajar tapi ku akui dia sangat jago.
Kami tetap siap menghadapi serangan orang orang itu, kami tidak mundur melainkan siap menghadapi setiap serangan dengan keberanian dan ketangguhan yang tak tergoyahkan.
Aku berhasil merebut pisau dari salah satu orang itu,dengan senjata di tangan ku
aku mendapatkan kepercayaan diri tambahan dalam pertempuran kami melawan orang orang itu.
Kami dengan cepat menyadari ancaman sebuah pistol yang mengarah kepada kami, kami merasa tegang tetapi terus waspada mencari peluang untuk menyerang.
Aku dengan gesit mengindari tembakan pistol itu dan memanfaatkan kesempatan saat orang itu lengah, dengan kuat aku melemparkan pisau ke arah pergelangan tangan orang itu hingga ia menjerit dan melepas kan pistol nya.
Aku berlari cepat ke arah orang tersebut dan mengambil pistol yang terjatuh, dengan wajah penuh kemarahan aku menunjukkan keberanian mengarahkan pistol ke kepala lelaki itu.
"Jangan bergerak! atau kubunuh kamu!" Ancam Ku
Dengan rasa takut orang itu mengangkat kedua tangan nya dengan gemetaran, mereka semua berlutut mengangkat tangan nya masing masing.
"Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini?" Tanya Ku masih mengarah kan pistol itu
"Kami....kami hanya di pekerjaan untuk melakukan tugas ini, kami tidak tau siapa yang menyuruh kami. Tolong! Jangan bunuh kami" Jawab salah satu lelaki itu
"Bisa bisa nya kalian tidak mengetahui bos kalian!" Teriak Ku dengar tegas
"Maafkan kami! Tapi kami tidak tau identitas bos kami, kami hanya di beri instruksi untuk menjebak mu dan menyerang mu disini. Tolong berikan ampunan untuk kami!" Ungkap lelaki itu
Aku melirik ke arah Eva, lalu ia mendekati ku perlahan.
"Seperti nya mereka berkata jujur Non!" Bisik Eva
Aku menurun kan pistol ku dan menyuruh mereka untuk segera pergi, sebelum aku berubah pikiran.
Mereka semua keluar dari ruangan itu dengan berlari saling menabrak ingin keluar duluan, aku mendekati Hendy dan membuka tali yang mengikat kedua tangan nya dan kaki nya.
"Kamu baik baik saja?" Tanya ku membantu nya berdiri
"Aku baik baik saja sekarang, terimakasih Emily" jawab nya
"Kenapa kamu bisa di ikat oleh orang itu" Tanya Ku lagi
"Mereka menyerang ku secara tiba tiba, aku tidak punya pilihan selain mengikuti mereka ke apartemen ini. Aku tidak tau apa yang mereka ingin kan dari Emily! Berhati hatilah" Jawab nya