
" Maaf kami sudah berusaha " , tetapi Allah berkata lain . Ucap Dokter muda itu pelan .
Ucapan Dokter itu bagaikan petir yang menggelegar di siang bolong , Sarah langsung tak sadarkan diri , Gana menangis berteriak - teriak , dan Gunawan mematung tak bergerak berharap semua yang dikatakan Dokter itu hanyalah mimpi .
Ya Allah Titania , Isak tangis Alana terdengar dia memeluk Adrian , kenapa secepat itu Titan pergi dan lebih sedihnya kenapa dia pergi di saat sedang terluka hatinya.
***
Pagi ini langit gelap seakan - akan langit pun ikut berduka atas kepergian Titania . pemakaman Lansung dilaksanakan pagi harinya , isak tangis terdengar mereka masih tak percaya kalau Titania sudah pergi meninggalkan mereka selama - lamanya . entah berapa kali Sarah tak sadarkan diri , bahkan seorang Bima yang terkenal garang di dunia bisnis seperti bunga yang layu .
Papi , kenapa Kak Titan ninggalin kita ? ucap Kenzo adik Titania , Titania memang memiliki adik kembar bernama Kenzo Dan Kenzi .
Bima tak menjawab apapun dia hanya meraih tubuh kedua anak kembar nya dan memeluk mereka sambil menangis .
Jangan ditanya bagaimana perasaan Gunawan , hatinya sakit sekali karena sampai akhir hayat Titania dia belum mengetahui kalau diri nya adalah ayah kandungnya . Gunawan terus - terusan meratap menyalahkan diri nya atas kesalahan di masa lalu nya . Tiwi tak bisa berkata apapun hanya air matanya yang mengalir tak henti - henti nya , seharusnya hari ini adalah hari bahagia nya menyambut pernikahan Gana dan Titania tetapi yang terjadi malah dia harus menghadiri pemakaman Titania .
Gana tertunduk di depan nisan Titania entah berapa kali dia mengucapkan kata maaf , tangisannya juga tak henti - hentinya dari saat jenazah Titania di bawa ke pemakaman .
" Maafkan kak Gana , entah sampai kapan kakak akan terbunuh dengan perasaan bersalah kakak terhadapmu " bisik Gana lirih di depan nisan Titania .
***
Sudah seminggu sejak kepergian Titania , keadaan rumah masih terasa sangat berduka , belum ada canda tawa yang biasa menghiasi rumah mereka .
Yang lebih memprihatinkan keadaan Gana , setiap hari dia pulang malam tak jarang dalam kondisi mabuk , Gunawan hanya bisa menghela nafas melihat semua ini karena dia adalah penyebab semua ini .
Ayah , coba lebih tegas pada Gana dia sudah berubah , berubah bukan Gana yang dulu lagi tingkah laku nya semakin tak terkontrol . keluh Tiwi malam itu
Maafkan Ayah , tetapi Ayah belum ada keberanian untuk berbicara dengan Gana . Ucap Gunawan tertunduk malu .
Kenapa Ayah ? Kita gak bisa seperti ini terus !!! Lalu kapan Ayah ada keberanian ?? Apa menunggu keluarga kita hancur dulu ?? ucap Tiwi yang sudah tidak bisa menahan kesabarannya lagi apalagi melihat kondisi Gana yang semakin hari semakin tidak terkendali .
Gunawan terduduk diam , air matanya mengalir deras , kenapa aku menjadi pengecut seperti ini ?? gumam nya dalam hati .
Hidup harus terus berjalan yah !! kembalikan keluarga kita seperti dulu lagi !! Bunda mohon , Bunda sudah tidak kuat melihat semua ini , apalagi melihat keadaan Gana . Ucap Tiwi tubuhnya bergetar hebat menahan tangis dan amarah yang ada dalam hatinya .
Iya Bun , Ayah janji gak akan seperti ini lagi .ucap Gunawan sambil merengkuh Tiwi membawanya kedalam pelukannya.
Malam itu Gana pulang dalam keadaan mabok parah , Bahkan dia diantar oleh Toni . karena sudah tidak sanggup berjalan lagi .
Makasih ya Ton , sudah mengantarkan anak saya pulang. ucap Gunawan pada orang kepercayaan anaknya .
Sudah tugas saya Om , maaf kalau saya lancang saya memang selalu mengikuti kemanapun Bos Gana pergi Om . Karena saya takut terjadi hal buruk padanya . Ucap Toni lagi yang terlihat sangat prihatin pada keadaan Bos nya .
kamu memang bisa di andalkan Toni , sekali lagi saya ucapkan terimakasih . Ucap Gunawan sambil menepuk - nepuk lengan Toni .
Byurr ... Byurr... Entah berapa kali Gunawan menyiramkan air pada tubuh Gana
Arghh !! B****** , ngapain siy aku diguyur begini ?? Umpat Gana mengamuk karena diperlakukan seperti itu oleh Gunawan .
Sudah cukup Gana !! sampai kapan kamu mau begini ?? Sampai kapan !!! Hardik Gunawan
Apa urusan Ayah ?? terserah aku mau berbuat apa , Ayah sudah hancurkan Hidup Gana lihat apa Ayah masih belum puas sudah kehilangan Titania anak Ayah sendiri ?? apa Ayah juga ingin aku mati !! Sentak Gana tak kalah keras
Justru itu Gana , Ayah tak mau melakukan hal bodoh lagi , apa kamu gak mikirin perasaan Bunda kamu ? apa kamu juga tidak memikirkan adik - adik kamu ? Kamu pikir Titania senang diatas sana melihat kamu setiap malam seperti ini !!! bentak Gunawan yang sudah kehilangan kesabarannya menghadapi anak lelakinya .
Kenapa Ayah baru mikirin perasaan mereka sekarang ?? Kenapa tidak dulu waktu menukar Titania dengan Alana !! Timpal Gana ketus
Tidak ada yang sempurna di dunia ini nak ? Ayah tau apa yang Ayah lakukan mungkin tidak akan bisa di maafkan selamanya , tetapi kamu tolong pikirkan Bunda kasihan dia , ucap Gunawan memohon pada Gana .
Gana tidak menjawab apapun , bayangan wajah Bunda nya yang akhir - akhir ini selalu murung tidak ada senyum yang menghiasi wajahnya , mata sembab nya sudah menunjukan bagaimana terlukanya wanita yang melahirkan dia .
Kamu pikirkan itu Gana , jangan sampai kamu menyesal seperti Ayah !! Ucap Gunawan sambil berlalu meninggalkan anak nya .
Kak , Alana boleh masuk ? ucap Alana pelan dia mengantarkan segelas susu untuk kakak nya .
Boleh , sahut Gana
Alana meletakan gelas susu di meja , lalu mengambil baju ganti kakak nya .
Sekarang kak Gana ganti baju dulu ya ? Ucap Alana sambil menyodorkan baju pada Gana
Gana menerima baju itu dan masuk ke kamar mandi , entahlah dia tak pernah bisa menolak permintaan Alana . Gunawan yang mengintip dari balik pintu hanya tersenyum sebetulnya dia kembali untuk mengganti baju Gana tetapi ternyata Alana sudah duluan ke kamar Gana .
Sini kak , Gana duduk di tempat tidurnya lalu Alana memberikan susu pada nya ,
Makasih ya Alana , kakak sudah enakan sekarang kepala Kakak sudah gak pusing lagi .ucap Gana sambil merebahkan dirinya ditempat tidur .
Kak Gana , Alana hanya mau bilang , Titania akan lebih bahagia diatas sana kalau kakak menjadi kak Gana yang dulu lagi , tentunya dengan semangat yang baru , bukan dengan seperti ini ... Alana kangen sama kak Gana yang dulu . Ucap Alana tak terasa air mata nya menetes
Iya kak Gana janji !! Kak Gana gak akan seperti ini lagi . Ucap Gana sambil merengkuh Alana mereka berdua menangis bersama saling menguatkan .
***
Pak Bima , tes DNA memang menunjukan Non Alana adalah anak Bapak ? Tetapi kenapa sampai sekarang Bapak belum melakukan tindakan apapun ?? Ucap Hendra
Kondisi Saya sekeluarga masih berkabung dan juga saya masih menghargai Titania ,walaupun kenyataan nya dia bukan anak kandung saya tetapi bagi saya dia tetap anak saya hingga akhir hayatnya . saya akan tunggu waktu yang tepat untuk mengambil anak saya " Alana " !! ucap Bima tangan nya mengepal erat menahan amarah .