Rahasia Alana

Rahasia Alana
31


Gunawan betul - betul terharu melihat perubahan sikap Tiwi kepada Alana , setiap pagi Tiwi akan ke rumah sakit sampai sore dia yang membersihkan tubuh Alana dan yang rajin mengajak bicara Alana .


Ayah , kerja dulu ya Bun ? Pamit Gunawan pagi ini dia sempatkan untuk menengok Alana.


Iya Ayah , hati - hati ya . Ucap Tiwi


Nanti pulang kerja Ayah jemput Bunda, tukas Gunawan .


" Permisi Tante , Om ?" sapa Titania yang membuka pintu ruangan Alana perlahan sebetulnya hari ini dia mengajak Adrian menjenguk Alana tetapi Adrian ada kuliah pagi , jadi akhirnya dia memutuskan ke RS sendiri .


Pandangan Gunawan langsung tertuju pada gadis itu , kenapa wajah itu ? Wajah yang sangat mirip dengan sosok yang pernah mengisi hatinya dan membuat dia melakukan kesalahan besar dalam hidupnya .


Siapa ya ? Kayak pernah kenal ? Tanya Tiwi sambil mengingat dimana dia bertemu dengan gadis ini


Iya Tante , kita pernah ketemu dirumah Adrian ? Ujar Titania lembut.


Ohh iyaa sini nak , ucap Tiwi mempersilahkan


Gunawan terus melihat ke arah Titania , entah kenapa hatinya seperti tersentuh melihat senyuman gadis ini.


Oiyaa ini suami Tante kenalin ? Timpal Tiwi yang melihat Gunawan tak beranjak pergi dari situ .


Ohh iya , kenalin om saya Titan. Ucap Titania mengenalkan diri .


Ohh ya ...panggil saja saya Om Gunawan , ujar Gunawan menyambut uluran tangan Titania , setelah itu dia pamit untuk segera berangkat kerja.


Kok gak sama Adrian ? Tanya Tiwi selepas Gunawan keluar dari kamar.


Adrian lagi ada kuliah pagi Tan , Tante!! Alana itu cantik sekali ya walaupun dalam posisi sakit seperti ini ? timpal Titania sambil menatap kagum wajah cantik Alana


" Iyaa sangat cantik seperti bidadari " ujar Tiwi sambil mengelus kening Alana .


" klakk " terdengar pintu dibuka , ternyata itu adalah Gana sudah dua hari dia tidak menengok Alana , makanya hari ini dia sempatkan untuk ke RS.


Bunda , sapa Gana sambil mendekat ke arah Tiwi dan Titania .


" Loh kamu ? " mata indah Titania membulat ketika melihat Gana masih teringat jelas dia adalah sosok lelaki yang menyelamatkan dia dari musibah .


" Kamu ??? " sahut Gana


Loh kalian udah saling kenal ?? Ujar Tiwi heran .


Iya Tante , waktu itu kalau gak ada kakak ini mungkin aku sekarang masih terbaring di rumah sakit atau yang lebih parah hanya tinggal nama !! Timpal Titania .


ahh kamu terlalu berlebihan , sahut Gana sambil tersenyum malu dalam hatinya bersorak karena dia bisa bertemu lagi dengan gadis yang senyumannya sudah mencuri hatinya.


Jadi begini Tante ceritanya waktu itu aku beli bunga , terus Kakak ini juga beli bunga Tiba - tiba ada motor yang nyelonong masuk ke toko bunga untung aja ada kakak ini yang menyelamatkan aku jadi aku terhindar dari motor maut itu , ucap Titania menerangkan


Ohh begitu , haduh Bunda sangat bangga padamu Gana ? Tetapi kok kamu panggil ke Gana " kakak ini " memang kalian belum kenalan ? Ucap Tiwi kebingungan.


Hehehe belum Bunda , sahut Gana


Haduh gimana siy kalian ini ? Udah ayok kenalan dulu , ucap Tiwi lagi


Kenalin aku Gana ! Ucap Gana sambil mengulurkan tanganya.


aku Titan kak , ucap Titania sambil tersipu malu menyambut uluran tangan Gana.


***


" Tiga bulan berlalu "


Gunawan memandangi wajah cantik Alana , mau sampai kapan kamu tertidur nak ? Ayo bangun sayang ?? Guman Gunawan dalam hati


Ayah , bagaimana kalau Alana kita bawa berobat ke luar negeri ? Usul Tiwi


Gunawan menyeka air matanya dia rasa usul Tiwi perlu dipertimbangkan , karena walaupun kondisi Alana ada kemajuan tetapi kesadarannya tetap belum pulih sampai saat ini.


Kita konsultasi ke Dokter yang menangani Alana ya Bun ? Sahut Gunawan


Iya lebih cepat lebih baik Ayah , bagaimana kalau kita sekarang menemui Dokter nya ? ucap Tiwi


Iyaa ayok Bun ,


Mereka berdua segera menuju ruang Dokter untuk membicarakan perihal Alana yang akan dibawa ke luar negeri.


Maaf Bapak Gunawan dan Ibu Tiwi , bukanya saya tidak mendukung untuk pengobatan yang lebih baik ? Tetapi akan sangat berbahaya kalau membawa Alana ke luar negeri dengan keadaan dia seperti sekarang! Saya takut malah terjadi hal yang tidak di inginkan dijalan . Ucap Dokter itu menerangkan resiko yang akan terjadi .


Gunawan dan Tiwi menghela nafas panjang mereka tidak tau mesti berbuat apa lagi untuk kesembuhan Alana.


Ini semua gara - gara Bunda , kalo saja Bunda tidak bertindak arogan malam itu ? Ujar Tiwi terisak .


Sudahlah Bun ? Jangan terus memikirkan kesalahan yang telah lalu yang penting sekarang Bunda udah berubah , ucap Gunawan bijak sambil memeluk tubuh istrinya.


Sementara itu Gana dan Titania semakin dekat , Karena ternyata Titania pun memendam rasa yang sama seperti apa yang dirasakan Gana terhadapnya.


Sore ini mereka janjian bertemu di cafe yang biasa untuk bertemu Adrian dan Alana .


Hai Titan ? Maaf ya lama menunggu ujar Gana tak enak .


Gak papa kak Gana , kan kakak harus menyelesaikan kerjaan Kakak dulu ? Kalau aku kan santai . Ucap Titania sambil tersenyum manis .


Mereka berbincang akrab suasana semakin hangat dengan di iringi lagu - lagu cinta yang diputar di cafe itu .


Titan kakak mau ngomong ? ucap Gana pelan sambil menunduk malu .


Mau ngomong apa kak ? silahkan ? Jawab Titania jantungnya berdebar kencang menunggu apa yang akan dikatakan oleh Gana.


" Aku sayang kamu Titan " maukah kamu menjadi kekasihku ? ucap Gana lirih matanya tak berani menatap mata Titan yang sedang memandang ke wajahnya.


Titania tersenyum malu , baru kali ini dia merasakan bahagia yang teramat sangat karena ternyata perasaanya sama dengan lelaki yang di sayanginya.


" Titan juga sayang sama Kak Gana " sahut Titania pelan wajah nya memerah menahan malu.


Gana tersenyum bahagia setelah bertahun - tahun dia menutup hatinya karena Ayu akhirnya ada yang berhasil menyingkirkan nama Ayu dihatinya.


" Hari ini kita jadian ya ? " ucap Gana


Iya kak , jawab Titania mantap


Gana tersenyum lalu meraih tangan Titania dan mencium nya dengan perasaan yang sangat bahagia .


kadang kala Takdir memang tak adil , ketika Gana sudah berhasil melupakan Ayu yang membuat dia menutup hatinya dalam waktu yang lama , tetapi kenapa " Titania " yang mengisi hatinya ? apa yang akan terjadi nanti ketika semesta sudah mengijinkan mereka tau kalau ternyata mereka adalah " kakak beradik " walaupun beda Ibu . tetapi mereka tetap tidak bisa bersama ... akan ada banyak hati yang terluka lagi ...