Rahasia Alana

Rahasia Alana
26


"uhukk...uhukk..."


Seketika itu Gana tersedak mendengar apa yang dikatakan oleh Ayu,


Apa Yu ? Menikah ! Apa aku gak salah dengar ya ? tanya Gana


Enggak Gana , kamu gak salah dengar . Sejak Abi meninggal Umi dan Abang-abang ku mendesak terus agar aku segera menikah , Aku bingung Gan , ucap Ayu sedih .


Tapi kamu kan Juga masih kuliah ? kok mereka menyuruh kamu untuk menikah sekarang yu ? Ujar Gana heran


Yaa Itulah Gan, keluargaku memang seperti itu , kalau aku ketahuan pacaran pasti mereka akan segera menyuruh aku menikah sekalian biar gak jadi fitnah katanya ! Jawab Ayu menjelaskan.


Mereka tau kita sedang dekat yu ?


Iya, kemarin kedatangan kamu di rumah ketika Abi meninggal jadi pusat perhatian keluarga aku. Maka itu mereka langsung menanyakan padaku siapa kamu dan apa status kita ? tukas Ayu


Gana Mendengus kesal , kenapa saat ini dia menyesal kemarin dia datang di pemakaman Abi nya Ayu .


Aku gak memaksa kamu Gana ? Itu semua Hak kamu untuk meneruskan ini semua atau tidak ? ucap Ayu dengan nada menekan karena sesungguhnya dia pun tidak ingin kehilangan Gana .


Gana masih terdiam dia sendiri pun tidak tau mesti menjawab apa saat ini , bayangan untuk menikah sama sekali belum ada di benaknya , memang kuliah dia hampir selesai hanya menunggu wisuda saja ,tetapi dia belum bekerja.


Gana , pulang dulu yok ? Udah sore ... Tegur Ayu pelan menyadarkan Gana dari lamunannya .


Ohh iya , jawab Gana


Di sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam , larut dalam pikiran masing - masing . mungkin Gana bisa saja menikahi Ayu tetapi bagaimana dengan tanggapan keluarganya.


***


Sejak hari itu Gana menjadi pendiam dan sering melamun , pikirnya hanya tertuju pada Ayu , apalgi Ayu kemarin mengirim pesan kalau memang dirinya tak bisa menikahi Ayu dia akan dijodohkan dengan seorang ustad .


Kak ? Ngapain siy ? Ngelamun Mulu ! Tegur Tina


Gana tak menjawab pertanyaan adiknya, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


Kak !!! Teriak Tina


Apaan siy kamu ahh Tin !!! Berisik banget , hardik Gana .


Lagian ditanyain diem aja !! Cetus Tina


Yee suka - suka donk !!! Cibir Gana .


Nyebelin banget siy !!! gerutu Tina


Tina , Ayah dimana siy ?


Tuh dikamar Sama Bunda , paling bentar lagi turun tadi udah ngajakin aku makan malam , jawab Tina .


setelah makan malam ini niat Gana akan memberitahu niatnya pada Kedua orang tuanya .


Ayah, emm abis makan ada yang mau Gana omongin ? Ucap Gana pelan


Ohh , ada apa nak ? tumben kamu kayak serius banget gitu . Ucap Gunawan memandang aneh anak sulungnya.


Iya Ayah , emang masalah serius . Ujar Gana


Gana yang melihat lirikan sinis Bundanya segera beringsut menjauh dari meja makan , berupaya menghindar Bahkan ingin membatalkan niatnya untuk berbicara .tetapi rasanya terlambat mereka pasti malah makin curiga .


Gana , apa yang kamu mau bicarakan Nak ? Tanya Gunawan lembut


Disebelahnya ada Tiwi yang juga penasaran dengan apa yang ingin disampaikan anak sulungnya itu , sedangkan Tina duduk menyender di sebelah Gana.


Emmm sebetulnya Gana ... Kata Gana terbata


Iya kenapa Nak ? Ucap Gunawan dengan sabarnya .


Gana mau menikah yah ? Ucap Gana lirih


Apaaa !!! Bunda gak salah dengar ! Kamu kesambet ya Gana ??? Teriak Tiwi tersentak sampai kutek nya cipratan kemana saja, saking kagetnya , Gunawan masih melongo sambil berusaha menguasai hatinya, dan Tina yang sedang memainkan Handphone nya langsung berhenti seketika .


Enggak Bunda , Gana serius ! Ucap Gana menegaskan


Gana , coba jelaskan dulu pada Ayah kenapa kamu tiba - tiba ingin menikah ? kata Gunawan yang sudah bisa menguasai keadaan hatinya.


emmm Gana itu yah , karena Ayu ..emm ...


Hahhh !!! Bunda tau ? jangan - jangan anak Haji itu hamil ya ! Kamu ini keterlaluan ya Gan ??? Mau bikin malu ayah dan Bunda kamu yaa ! Hardik Tiwi yang langsung berdiri memandang Gana dengan tatapan yang seolah -olah ingin menyantap anak lelakinya itu.


Hah ! Bukan begitu Bunda , aduh kok Bunda bisa mikir gitu siy ! Cetus Gana kesal karena Tiwi langsung berpikir negatif terhadap nya .


Lalu apa ? Kenapa ? Kamu tiba - tiba ingin menikah kalau bukan karena dia hamil terus apa !! hardik Tiwi suaranya sudah menggelegar kencang sampai Alana dan bibik sudah berdiri di dekat meja makan menyaksikan perdebatan malam ini .


Bunda , coba deh sabar dulu ... Kita dengarkan penjelasan dari Gana dulu ! Jangan pakai emosi seperti itu . Ujar Gunawan yang juga mulai kesal karena istrinya yang selalu meluap - luap emosinya.


Ayah dan Bunda gak usah takut , sampai saat ini Gana masih bisa menjaga diri dan Insyallah selamanya akan begitu selama belum dalam ikatan SAH . Gana ingin menikah karena memang Di keluarga Ayu itu gak ada istilah " berpacaran " . Jadi Umi nya Ayu dan Abangnya menginginkan Gana untuk menikahi Ayu agar terhindar dari fitnah , ucap Gana menjelaskan .


Ohh jadi begitu ? jawab Gunawan sambil menghela nafas lega begitupun juga Tiwi .


Tapi Bunda tetap gak setuju Gan ? Bukan apa - apa , Bunda ingin kamu sukses dulu baru mencari istri , kamu itu laki - laki kalau kamu tidak punya penghasilan dimana harga diri kamu ?? Cetus Tiwi


Gana , kali ini Ayah setuju sama Bunda, kamu juga belum selesai kuliah , gelar kamu belum SAH karena kamu baru mau wisuda ? lalu kamu mau menghidupi Ayu dengan apa ?? ucap Gunawan mencoba memberi pengertian pada anak lelakinya.


Iya betul siy yah , ucap Gana lesu


Memang nya keluarga Ayu tetap menuntut kalian untuk menikah ? padahal mereka tau posisi kamu sekarang seperti apa ? Tanya Gunawan lagi .


Iya Ayah , bahkan kalau memang Gana gak bisa memenuhi permintaan mereka Ayu akan di jodohkan dengan Ustad pilihan Abangnya. ini yang bikin Gana sedih yah ,Gana sayang banget sama Ayu . Ujar Gana pelan


Sudahlah Gana , perempuan itu gak cuma Ayu , masih banyak di luaran sana. Sekarang lebih baik kamu kejar cita - cita kamu dulu ,sukses dulu baru mikir istri ! Tukas Tiwi .


Gana , lebih baik kamu pasrahkan segalanya pada " Allah SWT " jika memang dia adalah jodohmu apapun rintangannya pasti dia akan kembali kepadamu , ucap Gunawan bijak mencoba memahami perasaan anak sulungnya .


Iya Ayah , memang Ayah dan Bunda benar masih banyak cita - cita Gana yang masih harus dikejar , Gana ke kamar dulu ya ...ucap Gana lesu.


Haduhh kepala aku mendadak migrain yah ! gara - gara permintaan konyol anak mu itu , sahut Tiwi yang langsung beranjak dari sofa dan Masuk ke dalam kamar.


Melihat Tiwi sudah masuk kedalam kamar dan hanya ada Gunawan dan Tina , Alana berani mendekat dan duduk bersama dengan mereka.


Ayah , kasihan Kak Gana ya ? padahal mereka lagi senang - senang nya , ucap Alana lirih


Sudahlah kalian berdoa aja buat kak Gana , agar diberikan yang terbaik ... ucap Gunawan sambil memeluk kedua anak gadisnya .